KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Susuri Pasar hingga TPS, Pegiat Kucing Ungaran Selamatkan Puluhan Kucing Jalanan untuk Disterilkan dan Vaksinasi Anti Rabies

Susuri Pasar hingga TPS, Pegiat Kucing Ungaran Selamatkan Puluhan Kucing Jalanan untuk Disterilkan dan Vaksinasi Anti Rabies

Susuri Pasar hingga TPS, Pegiat Kucing Ungaran Selamatkan Puluhan Kucing Jalanan untuk Disterilkan dan Vaksinasi Anti Rabies

Puluhan kucing jalanan yang diselamatkan oleh pegiat kucing jalanan Ungaran menjalani proses sterilisasi dan vaksinasi anti rabies dalam rangka World Rabies Day yang digelar Dispertanikap Kabupaten Semarang, Kamis (24/9/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak 35 kucing jalanan dikumpulkan pegiat kucing dari wilayah Ungaran, Kabupaten Semarang, untuk mengikuti program steril kucing dan vaksinasi rabies gratis yang digelar Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang, Kamis (24/9/2026).

Kucing-kucing tersebut berasal dari berbagai lokasi yang ditemui para pegiat, mulai dari pasar, tempat pembuangan sampah (TPS), hingga kucing yang berkeliaran di lingkungan masyarakat.

Pegiat steril kucing jalanan Ungaran, Ratih Probowati, mengatakan 35 kucing itu dikumpulkan selama empat hari sebelum dibawa untuk menjalani steril.

“Selama empat hari terkumpul 35 ekor,” kata Ratih.

Menurutnya, kucing yang telah menjalani steril tidak langsung dilepas begitu saja. Para pegiat terlebih dahulu merawatnya hingga pulih dan benar-benar sehat. Setelah kondisinya membaik, kucing akan dikembalikan ke lokasi awal saat ditemukan.

“Tidak sembarangan dilepas. Kita kembalikan ke tempat ketika kita mengambil pertama, karena dia sudah nyaman di tempatnya,” jelasnya.

Ratih mengatakan kegiatan penyelamatan dan sterilisasi kucing jalanan tersebut telah dilakukannya sejak lama. Ia mulai menjadi pencinta kucing sejak 2015 dan kini bersama sejumlah pegiat lainnya aktif melakukan rescue, pengobatan hingga sterilisasi kucing jalanan. Wilayah penyelamatan terutama berada di Kabupaten Semarang, dengan konsentrasi di kawasan Ungaran, termasuk lingkungan pasar dan TPS.

“Yang scabies, yang bermasalah kita sembuhkan, kita steril, kemudian kita lepas di tempat kita ambil. Jadi kita upayakan steril dulu sebelum dilepas,” ujarnya.

Tidak hanya kucing sehat, para pegiat juga menangani kucing yang mengalami penyakit atau kondisi khusus. Beberapa kucing bahkan dirawat di rumah mereka sendiri karena belum memungkinkan untuk dikembalikan ke jalanan. Ratih mencontohkan, saat ini terdapat kucing yang sedang dirawat karena klamidia hingga mengalami gangguan penglihatan.

“Kita rawat, kita obati mandiri, biaya sendiri. Kalau ada yang mau adopsi, kita posting. Yang penting amanah,” katanya.

Untuk membiayai kegiatan tersebut, para pegiat selama ini mengandalkan dana pribadi serta donasi masyarakat. Mereka juga menggalang donasi melalui kaleng sedekah dan donasi steril kucing jalanan yang ditempatkan di sejumlah pet shop.

“Semoga kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan pemerintah karena kebutuhan sterilisasi dan vaksinasi kucing jalanan cukup besar,” harapnya.

Sementara itu, Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dispertanikap Kabupaten Semarang, Yohana Diah Haryuni, mengatakan kegiatan steril dan vaksinasi rabies gratis tersebut digelar dalam rangka memperingati World Rabies Day yang diperingati setiap 28 September.

Pada kegiatan Kamis (24/9/2026), Dispertanikap menyediakan layanan steril gratis untuk 100 ekor kucing jantan. Pelaksanaannya dibagi di dua lokasi, yakni 75 ekor di kantor Dispertanikap Kabupaten Semarang dan 25 ekor di Puskeswan Tegalwaton.

“Untuk steril kucing ini memang mulai kita galakkan untuk penanganan populasi supaya tidak berkembang,” kata Yohana.

Sterilisasi kali ini difokuskan pada kucing jantan. Menurut Yohana, satu kucing jantan berpotensi mengawini beberapa kucing betina sehingga sterilisasi jantan dinilai dapat membantu mengendalikan populasi kucing secara lebih luas.

“Selain sterilisasi, kami juga menggelar vaksinasi rabies gratis. Total terdapat 600 dosis vaksin rabies yang disediakan di Kabupaten Semarang untuk pelaksanaan kegiatan tahun ini,” terangnya.

Vaksinasi sebelumnya telah dilakukan pada 16 dan 17 September 2026, kemudian dilanjutkan pada 24 September di kantor Dispertanikap dan Puskeswan Tegalwaton. Program tersebut juga melibatkan para pegiat atau rescue kucing jalanan. Kucing yang mereka selamatkan terlebih dahulu dirawat, kemudian dibawa ke lokasi pelayanan untuk menjalani sterilisasi dan vaksinasi.

“Jadi ada rescue yang menangkap kucing, kemudian kucingnya dipelihara dulu, dibawa ke sini untuk kita steril, kemudian penanganan pasca-steril,” jelasnya.

Ia menambahkan, Jawa Tengah saat ini berstatus bebas rabies. Karena itu, vaksinasi tetap dilakukan sebagai langkah pencegahan agar kasus rabies tidak muncul kembali.

“Harapannya jangan sampai ada kasus,” tandas Yohana. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
[pekok2]