UNGARAN – Upaya meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan terus diperkuat BPJS Kesehatan melalui program Gebyar Pap Smear JKN 2026. Kegiatan ini menjadi langkah konkret untuk mendorong deteksi dini kanker serviks sekaligus meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
BPJS Kesehatan Cabang Ungaran turut menyukseskan program nasional tersebut melalui kolaborasi dengan Klinik Ungaran Sari Medika Congol, Kamis (29/10/2026). Pemeriksaan Pap Smear gratis ini menyasar peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya perempuan yang teridentifikasi memiliki risiko berdasarkan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK).
Hingga September 2026, sekitar 16,7 juta peserta JKN di seluruh Indonesia telah menjalani skrining awal kesehatan.
Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan, Abdi Kurniawan Purba, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menggeser orientasi pelayanan kesehatan dari pengobatan menuju pencegahan dan deteksi dini.
Upaya ini juga diselaraskan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan untuk mengoptimalkan pelaksanaan program promotif dan preventif.
Sementara itu, Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Murti Utami Andyanto, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar peserta yang memiliki hasil skrining berisiko segera melanjutkan pemeriksaan melalui layanan medis.
Di Ungaran, kegiatan berlangsung dengan antusiasme para pekerja perempuan PT Ungaran Sari Medika (USG). Sejumlah unsur turut hadir, di antaranya Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Sri Mugirahayu, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Semarang, Pengurus Daerah
IBI Jawa Tengah, IBI Ranting Bergas, serta jajaran manajemen PT USG.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ungaran, Sri Mugirahayu, mengapresiasi dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas akses pemeriksaan dan meningkatkan perlindungan kesehatan perempuan.
“Kami sangat mengapresiasi antusiasme para pekerja perempuan dan dukungan penuh dari mitra kerja maupun pemerintah daerah. Melalui pemeriksaan Pap Smear gratis ini, kami ingin memastikan para ibu dan perempuan pekerja dapat terlindungi dari risiko kanker leher rahim secara cepat dan tepat. Kesehatan perempuan adalah pilar utama keberlangsungan keluarga dan produktivitas kerja,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, BPJS Kesehatan berharap semakin banyak perempuan yang memahami pentingnya deteksi dini kanker serviks dan tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
Sinergi dengan fasilitas kesehatan, tenaga bidan, pemerintah daerah, serta dunia usaha diharapkan mampu memperluas jangkauan layanan preventif sehingga perempuan Indonesia semakin sehat dan terlindungi.





