KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Blacky, Sapi Milik Peternak Asal Ungaran Terpilih jadi Hewan Kurban Presiden

Blacky, Sapi Milik Peternak Asal Ungaran Terpilih jadi Hewan Kurban Presiden

Blacky, Sapi Milik Peternak Asal Ungaran Terpilih jadi Hewan Kurban Presiden

Mifzal, peternak asal Ungaran Timur bersama Blacky seekor sapi jenis brangus miliknya yang dipilih Presiden Prabowo menjadi hewan kurban tahun ini, Kamis (5/6/2025). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seekor sapi milik Muhammad Mifzal Saputra (22), seorang peternak muda asal Dusun Mendiro, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang dipilih menjadi hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto. Sapi yang diberi nama Blacky ini berjenis brangus dan memiliki bobot 870 kilogram.

Mifzal mengungkapkan, ia telah merawat Blacky, sapi jantan berwarna hitam pekat sejak hewan itu baru berusia tujuh hari.

“Saat itu masih kecil sekali, baru saja dipisahkan dari induknya. Karena masih bayi, saya harus membeli susu sapi perah untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya,” tutur Mifzal saat dijumpai di kandangnya, Kamis (5/6/2025).

Perjalanan Blacky dimulai pada tahun 2022, tepat di masa mewabahnya penyakit mulut dan kuku (PMK). Di saat banyak peternak memilih mundur, Mifzal justru berani mengambil risiko dengan memelihara sepuluh anak sapi. Dari jumlah tersebut, kini hanya lima yang bertahan dan Blacky menjadi yang paling unggul.

“Sejak kecil pertumbuhannya sangat bagus, fisiknya juga kuat. Walaupun kandang saya sempat terdampak PMK dan LSD (Lumpy Skin Disease), dia tetap sehat dan kini sudah kebal,” tambahnya.

Jerih payah Mifzal akhirnya membuahkan hasil manis. Beberapa waktu lalu, ia mendapat kabar dari petugas pemerintah setempat dan kemudian dikunjungi oleh tim dari Dinas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang. Setelah melalui proses seleksi dan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, Blacky pun terpilih sebagai salah satu sapi kurban Presiden RI tahun ini.

Sapi tersebut dibeli seharga Rp80 juta, belum termasuk pajak dan biaya pengiriman. Namun bagi Mifzal, nilai utama bukanlah pada uang semata.

“Sedih juga, karena sudah saya rawat dari kecil dan tiap hari saya lihat pertumbuhannya. Tapi juga sangat bangga karena bisa sampai dibeli oleh Presiden,” ujarnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]