EKONOMI

Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Capai
Laporan 'Dua Tahun Gerak Nyata' : Pemerintahan Prabowo-Gibran, Ekonomi Capai 5,45%
Karya Milenial Serasi menggelar diskusi publik di Semarang, Jumat (23/10/2026), untuk membahas dampak kebijakan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka...
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp110 triliun pada akhir 2026, setelah mencatat Rp72,54 triliun hingga triwulan III. Gubernur Ahmad Luthfi optimistis target tercapai melalui masuknya investor baru, pengembangan kawasan industri, serta penguatan kerja sama bisnis. Stabilitas keamanan dan kepastian hukum juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kepercayaan investor.
Investasi Jateng Capai Rp72,54 Triliun, Target Akhir Tahun Rp110 Triliun
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan realisasi investasi mencapai Rp110 triliun pada akhir 2026, setelah mencatat Rp72,54 triliun hingga triwulan III. Gubernur Ahmad Luthfi optimistis target tercapai...
Alfamart membuka peluang bagi produk UMKM Kabupaten Semarang untuk dipasarkan melalui jaringan toko modern dengan memenuhi standar kurasi, kualitas produk, dan kontinuitas pasokan. Pemerintah Kabupaten Semarang melalui Diskumperindag akan memfasilitasi komunikasi dan pembahasan persyaratan kemitraan agar produk lokal dapat menjangkau konsumen lebih luas.
Produk UMKM Kabupaten Semarang Dinilai Tak Kalah Saing, Alfamart Buka Peluang Masuk Rak Toko
Alfamart membuka peluang bagi produk UMKM Kabupaten Semarang untuk dipasarkan melalui jaringan toko modern dengan memenuhi standar kurasi, kualitas produk, dan kontinuitas pasokan. Pemerintah Kabupaten...
Investasi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026 dan menyerap 340.334 tenaga kerja melalui 82.420 proyek. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat membuka Semarang Business Forum (Sembiz) ke-19 di Semarang, Rabu (21/10/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong kolaborasi dengan investor dan kerja sama antardaerah untuk memperluas lapangan kerja serta mengembangkan pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Investasi Jateng Tembus Rp72,54 Triliun, Serap 340 Ribu Tenaga Kerja
Investasi Jawa Tengah mencapai Rp72,54 triliun hingga triwulan III 2026 dan menyerap 340.334 tenaga kerja melalui 82.420 proyek. Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan capaian tersebut saat membuka Semarang...
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota telah menggelar 1.724 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang 2026 dengan total omzet Rp31,03 miliar. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya menjaga keterjangkauan harga bahan pokok untuk melindungi daya beli masyarakat. Dalam GPM di Kabupaten Semarang, warga dapat membeli beras, minyak goreng, dan kebutuhan pangan lainnya dengan harga terjangkau.
Jateng Gelar 1.724 Gerakan Pangan Murah, Omzet Tembus Rp31 Miliar
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama 35 kabupaten/kota telah menggelar 1.724 kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) sepanjang 2026 dengan total omzet Rp31,03 miliar. Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya...
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memeriksa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Dari 480 warga yang masuk desil 1 atau kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah, hanya 244 orang tercatat menerima bantuan sosial. Ia meminta data segera diverifikasi dan diperbarui agar penyaluran bansos lebih tepat sasaran.
Cek Data Bansos di Pemalang, Gus Yasin Temukan Ketidaktepatan Sasaran
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memeriksa Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026). Dari 480 warga yang masuk desil 1 atau kelompok...
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, mulai diminati warga karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Saat meninjau koperasi tersebut, Selasa (20/10/2026), Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong percepatan operasional KDMP serta penguatan peran koperasi sebagai penyerap produk lokal dan mitra UMKM untuk menggerakkan perekonomian desa.
Harga Barang Lebih Murah, Warga Pilih Belanja di Kopdes Merah Putih Bergas Kidul
Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bergas Kidul, Kabupaten Semarang, mulai diminati warga karena menawarkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Saat meninjau koperasi tersebut, Selasa...
Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung Singkong Salatiga, Kamis (15/10/2026). Muhaimin mengapresiasi perkembangan produk lokal serta menyatakan kesiapan pemerintah untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha dan industri kreatif di Salatiga.
Hadir di Kampung Telo, Muhaimin Iskandar Beri Penghargaan Pengusaha UMKM Salatiga Berbasis Singkong
Dua pengusaha olahan singkong Salatiga, Tony Anindya dari Argotelo dan Hendardi dari singkong keju D-9, menerima penghargaan dari Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar saat kunjungan ke Kampung...
Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang yang belum menyerahkan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), serta terbatasnya sosialisasi pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Pemerintah daerah mendorong perbaikan layanan perizinan dan penyediaan informasi investasi untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Potensi Bisnis Properti Besar, Kabupaten Semarang Benahi Kendala Perizinan Perumahan
Potensi investasi sektor perumahan di Kabupaten Semarang masih terbuka lebar, tetapi sejumlah kendala administratif perlu diselesaikan. Kepala DPMPTSP Kabupaten Semarang Hetty Setiorini menyoroti pengembang...
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan...
Muat Lebih

POPULER

Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan hampir Rp71 miliar untuk pengadaan 1.507 alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi kelompok tani dan Gapoktan di berbagai daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng Defransisco Dasilva Tavares menyebut bantuan tersebut ditujukan untuk meningkatkan produktivitas, menekan biaya produksi, serta mempercepat modernisasi pertanian.
Pemprov Jateng Salurkan Ribuan Alsintan Modern, Dorong Minat Gen Z Terjun ke Sektor Pertanian
Universitas Kristen Satya Wacana mengajak generasi muda memahami investasi secara rasional melalui Seminar Nasional Now or Never 2026 bertema Beyond the Price, Finding Value, and Building Wealth in Uncertain Markets. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Investor Club Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UKSW ini menghadirkan investor Lo Kheng Hong, Legendary Value Investor Indonesia dan akademisi Profesor Budi Frensidy, Komisaris Utama Samuel Tumbuh Bersama, sebagai narasumber, Rabu (04/11/2026), di Auditorium Fakultas Teknologi Informasi (FTI) UKSW. Dalam seminar yang diikuti 350 peserta ini, kedua narasumber mengajak peserta memahami investasi saham dengan mempertimbangkan nilai intrinsik, kualitas perusahaan, prospek bisnis, dan risiko investasi. Dalam pemaparannya, Profesor Budi Frensidy menekankan bahwa keputusan investasi perlu didasarkan pada perbandingan antara nilai intrinsik dan harga pasar suatu aset. Menurutnya, investor tidak cukup hanya melihat harga saham, tetapi perlu memperkirakan nilai perusahaan melalui analisis fundamental. “Kita mencari saham atau aset yang nilainya di atas harganya,” tegasnya. Budi mengulas sejumlah pendekatan dalam penilaian saham, antara lain discounted cash flow, kelipatan harga (price multiple), dan residual income. Berbagai metode tersebut dapat membantu investor memperkirakan nilai perusahaan dengan mempertimbangkan arus kas, kinerja, serta prospek bisnis. Ia juga mengingatkan bahwa hasil valuasi dapat berbeda bergantung pada metode dan asumsi yang digunakan. Sementara itu, Lo Kheng Hong membagikan pengalaman panjangnya berinvestasi di pasar modal Indonesia. Ia mengulas perjalanan investasinya serta sejumlah periode penurunan pasar yang justru dinilainya sebagai peluang bagi investor untuk menemukan saham perusahaan berkualitas dengan harga menarik. “Saham is the best choice,” ungkapnya, menegaskan pandangannya terhadap investasi saham. Menurutnya, penurunan harga saham tidak selalu harus disikapi dengan kepanikan, tetapi perlu dianalisis berdasarkan kondisi dan kualitas perusahaan. Dalam memilih perusahaan untuk investasi, Lo Kheng Hong menekankan pentingnya memperhatikan integritas dan kompetensi manajemen, kualitas bisnis, serta prospek perusahaan. Ia juga memperkenalkan konsep sleeping shareholder, yakni menjadi pemegang saham perusahaan berkualitas dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan bisnis maupun pembagian dividen tanpa harus terlibat langsung dalam operasional perusahaan. Melalui kedua pemaparan tersebut, peserta memperoleh gambaran bahwa investasi membutuhkan pengetahuan, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan berdasarkan analisis. Pemahaman terhadap perusahaan yang dipilih menjadi salah satu hal penting agar investor tidak sekadar mengikuti tren atau pergerakan harga pasar. Wakil Rektor Bidang Keuangan, Infrastruktur, dan Perencanaan (WR KIP) UKSW Priyo Hari Adi, menyampaikan bahwa kehadiran dua narasumber memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar investasi dari perspektif akademik dan pengalaman praktis. Ia berharap seminar ini mendorong mahasiswa mengelola keuangan secara cakap dan berintegritas, serta mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan manfaat dan risikonya. Ia juga mengingatkan bahwa tujuan investasi bukan semata-mata memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, melainkan mencapai hasil yang optimal dengan mempertimbangkan risiko. “Dalam pasar modal, kita tidak boleh hanya berbicara mengenai hasil yang maksimal, tetapi hasil yang optimal karena selalu ada manfaat sekaligus risiko,” ungkapnya. Dekan FEB UKSW Dr. Yefta Andi Kus Noegroho turut mengingatkan peserta agar mencermati perkembangan pasar dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan investasi. Pemahaman terhadap kondisi perusahaan dan dinamika pasar menjadi bekal penting sebelum menentukan langkah investasi.
Seminar Nasional Now or Never 2026, Lo Kheng Hong dan Budi Frensidy Hadir di UKSW
Ungaran Innovative Expo 2026 Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif
Ungaran Innovative Expo 2026: Wadah 107 Inovator Bumi Serasi Menuju Kabupaten Sangat Inovatif