KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gubernur Ahmad Luthfi Buka Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Buka Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Gubernur Ahmad Luthfi Buka Gerakan Pangan Murah Serentak di 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah

Gubernur Jateng Saat Meninjau Salah Satu Stand di Gerakan Pqngan Murah

RASIKAFM-Semarang – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara resmi membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang,Jumat (6/3/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, BUMD pangan, hingga seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok di masyarakat.

Menurutnya, Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai daerah yang menjadi jalur utama arus mudik nasional.

“Jawa Tengah menjadi sentral gateway nasional terkait arus mudik dan balik. Jadi yang mudik ini tidak hanya orang, tetapi juga barang termasuk kebutuhan bahan pokok ikut masuk ke Jawa Tengah,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah daerah harus melakukan berbagai langkah antisipatif agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya mobilitas selama periode mudik.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui operasi pasar dan Gerakan Pangan Murah yang digelar di berbagai wilayah.

Hingga saat ini, pemerintah bersama berbagai pihak telah melaksanakan sekitar 363 kegiatan operasi pasar di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi juga mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang yang dinilai aktif menjalankan program stabilisasi harga pangan.

Ia menyebutkan, hingga saat ini Pemerintah Kota Semarang telah menggelar lebih dari 200 kegiatan gerakan pangan murah di tingkat kelurahan.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain dalam menjaga stabilitas harga pangan di daerahnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti fluktuasi harga cabai yang sempat tinggi di beberapa daerah. Saat melakukan kunjungan ke pasar di wilayah Sragen, harga cabai bahkan sempat mendekati Rp100 ribu per kilogram.

Padahal, Jawa Tengah memiliki sejumlah daerah sentra produksi cabai seperti Magelang dan Temanggung.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan distribusi pangan antar daerah agar pasokan tetap lancar dan harga tetap terkendali.

Melalui Gerakan Pangan Murah yang dilaksanakan serentak di 35 kabupaten/kota ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus menekan laju inflasi daerah selama periode Ramadhan dan Idul Fitri.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
[pekok2]