KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Infrastruktur Dikebut, Normalisasi Sungai Tuntang Lama Berlanjut

Infrastruktur Dikebut, Normalisasi Sungai Tuntang Lama Berlanjut

Infrastruktur Dikebut, Normalisasi Sungai Tuntang Lama Berlanjut

Alat berat saat melakukan pembongkaran bangunan liar yang berdiri di bantaran Sungai Daleman, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Rabu, 12 Agustus 2026. (Foto:/IST)

DEMAK — Pemerintah Kabupaten Demak terus menggenjot pembangunan infrastruktur, terutama normalisasi sungai dan saluran air di sejumlah wilayah.

Sekretaris Dinputaru Demak, Naning Prih Hatiningrum, mengatakan beberapa normalisasi berskala besar tengah dikerjakan, di antaranya Sungai Onggorawe, Sungai Daleman, dan Sungai Tuntang Lama di wilayah Bonang.

“Yang cukup besar itu ada Sungai Onggorawe, Sungai Daleman, kemudian yang terakhir saat ini berjalan untuk Tuntang Lama di Bonang,” kata Naning.

Selain sungai, penanganan juga dilakukan pada sejumlah afur atau saluran air di desa, termasuk saluran pembuang dan saluran pembawa.

Pekerjaan Dinputaru tahun ini tidak hanya menyasar sumber daya air. Jalan, jembatan dan bangunan gedung juga dikerjakan di berbagai wilayah.

Naning mengatakan hampir seluruh kecamatan di Demak mendapat pekerjaan infrastruktur, meski jenis pekerjaannya berbeda-beda.

“Entah itu perbaikan jembatan, rekonstruksi jembatan ataupun normalisasi. Hampir semua rata untuk infrastruktur,” ujarnya.

Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026, dengan penyelesaian administrasi dan pekerjaan fisik diupayakan sekitar 20 Desember.

Bangunan di Tuntang Lama Jadi Perhatian

Sementara itu, normalisasi Sungai Tuntang Lama di Bonang juga menyangkut keberadaan bangunan di sekitar lokasi pekerjaan.

Dari sekitar 250 bangunan yang berada di area normalisasi, tercatat 20 bangunan memiliki sertifikat, tujuh menggunakan dokumen Letter C, dan satu memiliki surat jual beli.

Hasil verifikasi terbaru menyebut bangunan yang berdiri sesuai batas bidang tanah dalam sertifikat tidak dibongkar.

Namun, jika ada bagian bangunan yang melewati batas bidang tanah, penanganannya akan disesuaikan dengan hasil pengukuran dan aturan yang berlaku.

Untuk bangunan dengan dokumen Letter C, pemerintah masih menunggu keputusan pemerintah desa sebagai pihak yang menerbitkan dokumen tersebut.

Sebelumnya, Desa Margolinduk, Tridonorejo dan Gebang juga telah mengajukan audiensi terkait sejumlah bangunan yang belum dibongkar.

Naning menegaskan, penanganan bangunan dilakukan berdasarkan kondisi teknis sekaligus status legalitas masing-masing bangunan.

Selain Bonang, potensi penanganan serupa juga disebut ada di wilayah Karangmelati. Namun, rencana tersebut masih dalam tahap pendalaman.

Dengan target pekerjaan selesai akhir tahun, tantangannya bukan hanya mengejar progres fisik. Normalisasi harus berjalan, tetapi persoalan bangunan dan legalitas di sekitar lokasi juga harus diselesaikan secara hati-hati.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
Pilkades Serentak 14 Desember, Polres Semarang Siapkan Skenario Kontinjensi
[pekok2]