KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi

Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi

Pembukaan SPMB di Salatiga, 2.500 Siswa Bersaing Rebut Sekolah Bergengsi

Panitia Spmb diknas Salatiga

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Mulai Selasa (2.6.2026) ribuan siswa di Salatiga akan bersaing ketat memperebutkan sekolah favorit mereka. Hal ini ditandai setelah Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan,m secara resmi membuka pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Salatiga Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Ganesha Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Selasa (2/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda, kepala perangkat daerah terkait, kepala sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Salatiga, serta admin SPMB sekolah.

Wali Kota menegaskan bahwa SPMB merupakan momentum penting untuk memastikan setiap anak di Kota Salatiga memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan yang berkualitas.

“Pemerintah Kota Salatiga berkomitmen menghadirkan proses penerimaan murid baru yang objektif, transparan, akuntabel, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat. Kepada kepala sekolah dan operator SPMB, saya berharap dapat memahami seluruh regulasi dan mekanisme SPMB secara utuh sehingga tidak menimbulkan perbedaan informasi di lapangan yang dapat membingungkan orang tua,” tegasnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga, Mudjiati, M.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian pelaksanaan SPMB telah dipersiapkan sejak Februari 2026 melalui penyusunan draf petunjuk teknis yang selesai pada 11 April 2026.

Selanjutnya, Dinas Pendidikan melakukan sosialisasi melalui berbagai media sekaligus mengantisipasi berbagai kendala berdasarkan evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya. Pembuatan akun peserta telah dimulai sejak 26 Mei 2026 dan hingga akhir pekan lalu tercatat lebih dari 2.500 peserta didik telah terdaftar.

“Puncak pelaksanaan SPMB berlangsung pada 2 sampai 4 Juni 2026 melalui proses pendaftaran dan pemilihan sekolah secara daring melalui laman resmi SPMB. Tersedia 10 SMP negeri dan 9 SD negeri yang dapat dipilih peserta. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 5 Juni 2026 dan dilanjutkan dengan daftar ulang pada 5 hingga 8 Juni 2026,” jelasnya.

Diakhir acara Wali Kota menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada siswa berprestasi yang meraih nilai sempurna dalam Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026. Penghargaan diberikan kepada Kiandra Isna Aisha Anindhita dari SD Negeri 06 Salatiga untuk jenjang SD dan Gabriela Tirza Jeovana Utomo dari SMP Stella Matutina Salatiga untuk jenjang SMP.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]