KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan

Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan

Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan

Drs. Kusnandir, MM Kepala Satpol PP Kota Semarang saat diwawancara Rasika bersama PPK 3.1 BBPJN Jateng-DIY Iwan Susanto (kiri) usai pelaksanaan penertiban PKL

SEMARANG – Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Kota Semarang dengan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (3/11/2026), berlangsung kondusif. Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sekaligus mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.

Kegiatan melibatkan Pemerintah Kota Semarang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, serta Kecamatan Genuk.

Di sepanjang ruas tersebut, sebagian PKL menempati trotoar, sementara lainnya berjualan menggunakan bangunan semi permanen yang berdiri di atas aliran sungai atau saluran drainase.

Kondisi sejumlah saluran terlihat memprihatinkan. Sampah plastik, potongan kayu, hingga bambu tampak menumpuk dan bertumpu pada bangunan di atas saluran, sehingga menghambat aliran air. Kondisi tersebut berpotensi memperparah genangan dan meningkatkan risiko banjir, terutama saat intensitas hujan meningkat.

Di tengah penertiban, kesadaran pedagang untuk ikut menjaga lingkungan juga terlihat. Radio Rasika yang memantau langsung kegiatan tersebut sempat berbincang dengan Rusadi, penjual makanan di depan pabrik pakan ternak kawasan Genuk, Semarang.

Rusadi memilih membongkar lapaknya secara mandiri yang selama ini berdiri di atas drainase. Ia menyadari keberadaan bangunan tersebut berpotensi menghambat aliran air dan menyebabkan banjir.

Rusadi mengaku siap menempati lokasi berjualan yang diperbolehkan, dengan catatan tidak berada di atas trotoar maupun saluran drainase. Sikap tersebut menjadi contoh kesadaran pedagang dalam mendukung penataan kawasan sekaligus upaya mengurangi risiko banjir.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Drs. Kusnandir, MM, mengatakan penertiban dilakukan setelah melalui tahapan sosialisasi kepada para pedagang. Sekitar 57 PKL menjadi sasaran penertiban, mulai dari perbatasan Kota Semarang–Demak hingga kawasan Terboyo.

Salah satu bangunan semi permanen yang berdiri diatas drainase

Penertiban ini juga memberikan ruang bagi BBPJN Jawa Tengah–DIY untuk melaksanakan normalisasi saluran drainase sepanjang hampir empat kilometer yang selama ini terhambat bangunan.

Sementara itu, PPK 3.1 BBPJN Jawa Tengah–DIY, Iwan Susanto, menyampaikan pekerjaan pengerukan sedimen dan pembersihan saluran dijadwalkan mulai pekan depan. Pekerjaan akan melibatkan alat berat dan tim padat karya untuk mengangkat sedimentasi serta sampah yang menghambat aliran air menuju outlet.

Camat Genuk, Wahyudi, S.STP., M.M., mengajak masyarakat ikut menjaga kebersihan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, penanganan banjir membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

Penertiban PKL dan normalisasi drainase menjadi bagian dari upaya penanganan persoalan banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk. Kelancaran aliran air diharapkan dapat mengurangi potensi genangan, sekaligus meningkatkan kesiapan kawasan menghadapi musim hujan.

Kesadaran pedagang untuk menata lapak dan menjaga saluran air menjadi bagian penting dari upaya bersama mengatasi banjir di Kaligawe dan Genuk.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]