KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tak Bisa Beradaptasi di Masa Pandemi, 20 Tempat Wisata Jawa Tengah Gulung Tikar

Tak Bisa Beradaptasi di Masa Pandemi, 20 Tempat Wisata Jawa Tengah Gulung Tikar

Tak Bisa Beradaptasi di Masa Pandemi, 20 Tempat Wisata Jawa Tengah Gulung Tikar

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi

RASIKAFM – Setahun memasuki masa pandemi banyak tempat wisata di Jawa Tengah yang tutup. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Sinoeng Rachmadi mengungkapkan, dari sekitar 690 obyek wisata yang terdaftar, sebanyak 20 obyek wisata terpaksa tutup lantaran tidak bisa bertahan di masa pandemi. Kebanyakan merupakan wahana bermain. Beberapa obyek wisata yang tutup terdapat di wilayah Kabupaten Banyumas, Wonosobo dan Karanganyar.

Sinoeng menambahkan, penutupan tempat wisata sangat disayangkan. Menurutnya, tempat wisata seperti wahana bermain air bisa memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai hiburan baru. Salah satunya, berinovasi dan berkreasi menyesuaikan kondisi pandemi.

Sementara obyek wisata milik pemerintah daerah masih bertahan dengan mematuhi ketentuan dari pemerintah, seperti menerapkan prokes dan mebatasi dalam jumlah pengunjung maupun terbatas jam operasional.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]