KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Tak Cukup Bedah Rumah, Pemprov Jateng Sasar Listrik hingga Modal Usaha Warga Miskin

Tak Cukup Bedah Rumah, Pemprov Jateng Sasar Listrik hingga Modal Usaha Warga Miskin

Tak Cukup Bedah Rumah, Pemprov Jateng Sasar Listrik hingga Modal Usaha Warga Miskin

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyerahkan bantuan kepada warga dalam program Desa Dampingan Pemprov Jateng di Desa Kendalrejo, Kabupaten Pemalang, Selasa (20/10/2026)

PEMALANG – Mengentaskan kemiskinan tak cukup hanya memperbaiki rumah. Akses listrik, sanitasi, pendidikan, hingga modal usaha juga dibutuhkan agar masyarakat bisa hidup lebih layak dan mandiri.
Pendekatan itu dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui program Desa Dampingan di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang.

Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Rusmiyati. Sebelum mendapat bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), ia tinggal bersama suami dan kedua orang tuanya di rumah berdinding GRC dan beratap asbes. Rumah itu terasa panas dan pengap. Saat banjir, air bahkan masuk hingga setinggi lutut.

Kini, rumah tersebut sudah diperbaiki dan ditempati sejak sekitar tiga bulan lalu.

“Alhamdulillah, sudah terbangun rumahnya, sudah jadi, sudah ditempati. Kami yang tidak mampu sangat berterima kasih sekali, sangat terbantu,” kata Rusmiyati saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Selasa, 20 Oktober 2026.

Namun, program Desa Dampingan yang berjalan sejak April 2026 ini tidak berhenti pada perbaikan rumah. Pemerintah juga menyasar kebutuhan dasar dan penguatan ekonomi warga.

Taj Yasin mengatakan, bantuan diberikan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan potensi desa agar tepat sasaran. Penanganan kemiskinan, menurutnya, membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari organisasi perangkat daerah, pemerintah kabupaten dan desa, Baznas, BUMN, hingga perusahaan swasta.

“Yang membutuhkan usaha, perempuan-perempuan di Desa Kendalrejo diberdayakan. Usaha-usaha perekonomian masyarakat juga disiapkan bantuan modalnya,” ujar Taj Yasin saat meresmikan hasil program tersebut.

Kepala Biro Kesra Taskin Setda Jateng, Syamsudin Isnaini, menjelaskan, Desa Dampingan merupakan bagian dari gerakan satu perangkat daerah satu desa dampingan. Program ini mendukung percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Di Kendalrejo, Pemprov Jateng memperbaiki 13 rumah tidak layak huni dengan anggaran Rp260 juta. Baznas turut membantu perbaikan lima rumah senilai Rp100 juta.

Sebanyak 13 rumah juga mendapat sambungan listrik murah senilai Rp19,5 juta. Sementara itu, rehabilitasi jalan didukung bantuan keuangan sebesar Rp120 juta, dan pembangunan jamban mencakup 11 unit melalui Baznas serta Perum Perhutani.

Di sektor ekonomi, warga mendapat dua paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) senilai Rp40 juta, bantuan Usaha Ekonomi Produktif Rp12,5 juta, serta lima paket bantuan modal usaha senilai Rp15 juta.

Dukungan lain mencakup peralatan usaha, mesin perontok padi dari BRI, peralatan sekolah, akses internet gratis, alat peraga edukasi, dan bantuan pangan.

Kepala Desa Kendalrejo, Titik Iswati, mengatakan bantuan usaha mulai dimanfaatkan warga untuk membuat makanan, kue, dan kerajinan yang bisa dijual. Program ini juga mendorong perempuan dari keluarga rentan untuk mulai menjalankan usaha produktif.

Kendalrejo sendiri termasuk desa dengan kategori kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pemalang. Titik berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai program sesaat, tetapi menjadi modal bagi warga untuk meningkatkan pendapatan dan kemandirian.

Sebab, keberhasilan pengentasan kemiskinan bukan hanya soal berapa rumah yang diperbaiki atau berapa bantuan yang disalurkan, melainkan juga seberapa jauh warga mampu memperbaiki kehidupannya setelah pendampingan berakhir.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]