KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Cuaca Hujan Tekan Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Selama Libur Nataru

Cuaca Hujan Tekan Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Selama Libur Nataru

Cuaca Hujan Tekan Kunjungan Wisata di Kabupaten Semarang Selama Libur Nataru

Tim Disparta Kabupaten Semarang melaksanakan pantauan di lokasi wisata Pinusia Park, Kalirejo, Ungaran Timur, Sabtu (27/12/2025). Foto: Disparta Kab. Semarang

\RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kondisi cuaca hujan yang terjadi menjadi faktor utama menurunnya tingkat kunjungan wisata di Kabupaten Semarang selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kabupaten Semarang, Wiwin Sulistyowati, mengatakan cuaca yang kurang bersahabat membuat target kenaikan kunjungan wisata tidak tercapai, terutama karena mayoritas destinasi wisata di wilayah tersebut merupakan wisata alam dan wahana luar ruang.

“Target kunjungan sebenarnya di kisaran 20 sampai 25 persen saat akhir pekan. Namun karena hujan sering turun sejak pagi, realisasinya kemungkinan hanya sekitar 10 persen,” kata Wiwin di Ungaran, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan, pada beberapa hari libur, intensitas hujan yang tinggi membuat jumlah pengunjung tidak jauh berbeda dengan akhir pekan biasa, bahkan tidak mencerminkan suasana liburan panjang.

“Kadang hujan turun dari pagi, sehingga kunjungannya sama seperti weekend biasa, bukan seperti libur Nataru,” ujarnya.

Wiwin menambahkan, ketergantungan destinasi wisata Kabupaten Semarang terhadap kondisi alam membuat faktor cuaca menjadi penentu utama minat kunjungan wisatawan. Meski demikian, Dinas Pariwisata tetap melakukan pemantauan selama libur Nataru melalui tim khusus yang bertugas sejak 20 Desember hingga 4 Januari 2026.

“Pemantauan dilakukan untuk memastikan keamanan pengunjung di tengah cuaca yang tidak menentu,” jelasnya.

Selain itu, Disparta telah mengeluarkan surat edaran kepada pengelola destinasi wisata agar melakukan pengecekan dan perawatan wahana secara berkala, khususnya wahana terbuka yang terdampak langsung oleh hujan.

“Kami juga mengimbau pengelola untuk tetap mengutamakan keamanan pengunjung dengan menerapkan SOP, serta memastikan fasilitas pendukung seperti papan petunjuk, toilet bersih, dan ketersediaan air tetap terpenuhi,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Polres Semarang mengamankan dua tersangka dugaan pencurian kabel dan baterai tower telekomunikasi di sejumlah wilayah Kabupaten Semarang. Salah satu tersangka, BD, merupakan karyawan Telkomsel dan diduga mengajak IY melakukan pencurian di Desa Jambu pada 9 September 2026. Polisi juga mendalami keterlibatan keduanya dalam sedikitnya 12 lokasi pencurian baterai sejak Januari hingga Mei 2026.
Kabel dan Baterai di 12 Tower Milik Telkomsel Digasak Maling, Kerugian Capai Ratusan Juta
Pengembang Perumahan Bandarjo Village Permai, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, belum merealisasikan pengembalian dana konsumen hingga pertengahan September 2026. Koordinator korban Matheus Dwi Rubiyanto mengatakan pengembang sebelumnya berkomitmen mengembalikan dana secara bertahap hingga akhir September, namun belum ada pembayaran yang diterima para korban.
Pengembalian Dana Tak Kunjung Dibayarkan, Konsumen Perumahan Bandarjo Village Berencana Polisikan Developer
[pekok2]