KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Akhir Tahun 2025, Kemiskinan di Kota Salatiga Turun jadi 4.20 persen

Akhir Tahun 2025, Kemiskinan di Kota Salatiga Turun jadi 4.20 persen

Akhir Tahun 2025, Kemiskinan di Kota Salatiga Turun jadi 4.20 persen

Pemerintah Kota Salatiga perkuat koordinasi dan kolaborasi lintas OPD dalam upaya penanggulangan kemiskinan

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menurut wakil wali kota Salatiga, Nina Agustin, semua bisa terjadi asal kuncinya adalah kebersamaan. Hal ini terungkap saat rapat di Ruang Kerja Wakil Wali Kota. “Ini merupakan upaya Pemerintah Kota untuk menyatukan visi khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Salatiga”. ujar Nina.

Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kota untuk menyatukan visi khususnya dalam menurunkan angka kemiskinan di Kota Salatiga.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Salatiga, Dr. Siswo Hartanto melaporkan di tahun 2025, angka kemiskinan Kota Salatiga sudah bisa mencapai penurunan yang sangat baik yaitu di, 4,20 persen.

“Angka itu yang sebenarnya itu adalah target untuk 2026. Dan untuk 2026 nanti kita harapkan bisa turun lagi berada di tiga koma sekian persen,” jelas Siswo Hartanto saat memimpin tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan terkait Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) Kota Salatiga Tahun 2025-2029 beraudiensi dengan wakil wali kota.

Ditargetkan kemiskinan jangka panjang akan turun sampai di angka 2,54 persen di tahun 2030.

Dijelaskan dia, penyusunan RPKD telah didahului dengan analisis kondisi wilayah untuk menentukan lokasi prioritas penanggulangan kemiskinan.

“Terdapat sembilan dimensi yang diharapkan dan direncanakan untuk kita perbaiki untuk penanganan kemiskinan yakni konsumsi, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, ketahanan pangan, sosial, ekonomi, dan kewilayahan,” imbuh dia.

Penguatan sinergi dan kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terus dilaksanakan untuk memaksimalkan program pembangunan daerah.

Program pemerintah tak hanya bersifat monoton dan cenderung tumpang tindih, namun seharusnya dapat berkolaborasi dan saling melengkapi kekosongan celah pembangunan yang ada.

Wakil Wali Kota, Nina Agustin, mengapresiasi kinerja seluruh OPD yang telah memperoleh pencapaian yang baik khususnya dalam penurunan angka kemiskinan.

Nina berharap agar program-program yang telah dilakukan sebelumnya dapat dilanjutkan dengan penambahan inovasi sehingga penurunan angka kemiskinan bisa lebih maksimal.

“Salah satu kunci untuk kita bisa berkolaborasi dan bekerja sama yang baik adalah dengan komunikasi yang baik. Saya ingin semua OPD ini bisa menyampaikan program dan strategi yang akan dilakukan, sehingga antardinas ini bisa saling men-support dan juga saling menutupi celah satu sama lain. Untuk evaluasi tolong bisa laporkan ke saya keberhasilan program itu per tiga bulan, sehingga sebelum evaluasi enam bulan ini kita bisa tau apa yang harus kita persiapkan, kendala pelaksanaan di lapangan, sehingga di evaluasi enam bulan kita sudah ada solusi yang harus kita jalankan, sehingga di semester akhir itu kita bisa maksimal.” harapnya.

Kabar Terkini

POPULER

Jateng Guyub menggelar aksi penolakan rencana pembangunan geothermal di kawasan Gunung Ungaran dan Gunung Lawu sejak Selasa (22/9/2026). Gerakan yang disebut menghimpun elemen masyarakat dari 28 kabupaten/kota di Jawa Tengah itu dilakukan dengan berjalan kaki menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah karena kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan kehidupan generasi mendatang.
Massa Gelar Aksi Longmarch Gedong Songo-Kantor Gubernur Jateng, Suarakan Penolakan Geothermal
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang mencatat 218 kejadian kebakaran lahan kosong sepanjang Januari hingga September 2026. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Damkar Semarang Tantri Pradono mengatakan kebakaran meningkat karena kondisi lahan kering dan aktivitas manusia, sehingga pemilik lahan diminta menjaga kebersihan serta menghindari pembakaran sampah.
Lahan Kosong Jadi Ladang Api, 218 Kebakaran Terjadi di Semarang
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melakukan perbaikan expansion joint dan rekonstruksi rigid pavement di sejumlah titik Tol Semarang A, B, C hingga akhir September 2026. Pekerjaan dilakukan untuk menjaga kualitas infrastruktur dan keselamatan pengguna, dengan pengaturan lalu lintas secara situasional serta dukungan rambu, petugas lapangan, dan kepolisian.
Tol Semarang Diperbaiki, Siap-Siap Ada Perlambatan!
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]