KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Senyum Sehat untuk Anak Istimewa, 100 Anak Difabel Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis

Senyum Sehat untuk Anak Istimewa, 100 Anak Difabel Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis

Senyum Sehat untuk Anak Istimewa, 100 Anak Difabel Ikuti Pemeriksaan Gigi Gratis

Kolaborasi senyum sehat untuk anak istimewa (4/09/2026)

SEMARANG – Minggu pagi, wajah anak-anak tampak ceria mengikuti rangkaian kegiatan “Senyum Sehat untuk Anak Istimewa” di halaman Kantor Kecamatan Semarang Barat, Minggu (4/10/2026).

Didampingi orang tua, anak-anak berkebutuhan khusus mengikuti pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut secara gratis. Kegiatan ini menjadi bagian dari program Gita Kampung Inklusif Perkotaan, sekaligus rangkaian kegiatan menyambut Hari Cerebral Palsy Sedunia yang diperingati setiap 6 Oktober.

Sebanyak 100 anak berkebutuhan khusus mendapatkan pemeriksaan dari para dokter gigi anak yang tergabung dalam Ikatan Alumni Kedokteran Gigi Universitas Airlangga serta Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia Pengda DIY–Jawa Tengah.

Selain pemeriksaan, para dokter juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai cara menjaga kesehatan gigi dan mulut anak berkebutuhan khusus.

Pemeriksaan gigi anak difabel

Hal ini penting karena anak dengan kondisi tertentu, termasuk cerebral palsy, dapat mengalami kesulitan mengunyah, menelan, maupun membersihkan gigi secara mandiri. Sisa makanan yang tertinggal dapat meningkatkan risiko gigi berlubang dan gangguan pada gusi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr. Muhammad Abdul Hakam, mengapresiasi kegiatan yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, alumni perguruan tinggi, serta masyarakat tersebut.

Menurutnya, perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Program inklusivitas harus terus dikembangkan dan dilakukan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Taufik Kurniawan dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah dan DIY mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL.

Ia menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan anak-anak berkebutuhan khusus.

Senyum dan keceriaan anak-anak terlihat sejak kegiatan berlangsung. Para orang tua juga aktif mendampingi anak ketika menjalani pemeriksaan maupun menerima edukasi dari dokter.

Edukasi merawat kesehatan gigi

Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan hari ini, tetapi berlanjut menjadi pendampingan kesehatan yang memberikan manfaat jangka panjang bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarganya.

Sebab kesehatan gigi bukan hanya soal gigi yang bebas lubang, tetapi juga tentang kenyamanan makan, kesehatan, rasa percaya diri, dan kesempatan setiap anak untuk tumbuh dengan senyum yang sehat.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]