KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Alasan tidak Mendapat Restu Istri, Kades Petahana Tuntang Enggan Maju dalam Pilkades 2026

Alasan tidak Mendapat Restu Istri, Kades Petahana Tuntang Enggan Maju dalam Pilkades 2026

Alasan tidak Mendapat Restu Istri, Kades Petahana Tuntang Enggan Maju dalam Pilkades 2026

Kades Tuntang. Muhamad Nadhirin (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | TUNTANG – Adalah H. Muhamad Nadhirin, kepala desa Tuntang 2 periode (2013 sd 2019 dan 2019 sd 2027) akhirnya enggan mendaftarkan diri kembali sebagai bakal calon kepala desa.

Dalam wawancara santai dikantor desa Tuntang, Nadhirin mengaku jika pengabdianya sebagai kepala desa cukup 2 periode saja, masih banyak orang lain yang lebih berbakat dan bisa diandalkan. “Saya kira dua periode sudah cukup, sudah banyak yang kami lakukan demi kemajuan desa Tuntang hingga mendapatkan banyak perhargaan”. Ujar kades low profile ini.

Padahal, dibawah kepemimpinan Nadhirin, Tuntang berhasil menorehkan berbagai macam penghargaan dan prestasi prestisius, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.Misalnya, Peringkat I Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Semarang, juara Lomba Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Peringkat I Lomba Kearsipan Desa Tingkat Kabupaten Semarang, desa Tuntang juga diakui sebagai desa terbaik dalam tata kelola administrasi dan kearsipan di wilayah Kabupaten Semarang.

Selain piala formal, inovasi kepemimpinan Muhamad Nadhirin dalam mengelola Dana Desa mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT).

Desa Tuntang dinilai sukses mencetak Pendapatan Asli Desa (PADes) hingga mencapai Rp160 juta. melalui unit usaha BUMDesa Tuntang Sejahtera yang meliputi, Sektor Agrikultur: Sukses melakukan budidaya melon premium hidroponik dan budidaya lele skala besar yang mendukung ketahanan pangan nasional, Infrastruktur Digital: Mengembangkan bisnis internet desa komersial yang berhasil melayani ratusan pelanggan aktif sebagai mesin pencetak uang desa. Mendes PDT memuji Muhamad Nadhirin dan menetapkan Desa Tuntang sebagai desa percontohan nasional dalam hal kemandirian ekonomi dan optimalisasi Dana Desa.

Nadhirin mengaku jika tidak majunya ia sebagai calon kepala desa periode 2027- 2035 mendatang sangat disayangkan banyak pihak.

Bahkan di detik detik terakhir masa pendaftaran kades, Ia didatangi pasukan emak emak dan remaja yang memintanya maju kembali. “Tidak hanya ibu ibu, bahkan saat pertemuan dengan bapak bapak spontanitas ada warga yang memintanya untuk maju Kembali dan memimpin Tuntang sampai dengan tahun 2035”. Ujarnya.

Meski banyak desakan namun akhirnya dia tetap memilih patuh terhadap permintaan sang istri.

Sementara itu sekertaris desa Tuntang, Arya Zunita, S.H,. M.M., mengaku apa yang dipilih sang kades adalah Keputusan pribadi yang tidak dapat dipaksakan, meski secara aturan sang kades dapat maju Kembali karena baru menjabat 2 periode. “Jika secara syarat administrasi pak Nadhirin bisa maju lagi, namun beliau memilih untuk kembali menjadi warga biasa.” Ujar Ita panggilan sekdes Tuntang ini.

Ita menambahkan jika secara grafik kemajuan di desa Tuntang cukup bagus dibawah kepemimpinan Nadhirin 2 periode lalu. Dimana berbagai penghargaan berhasil diraih dan membawa Tuntang lebih diperhitungkan.

Sementara itu hingga batas akhir pendaftaran pada Kamis (15.10.2026) dua warga Tuntang atas nama Arif Qomarudin dan Joko Sugiarto mendaftar sebagai cakades. Mereka juga telah melengkapi berkas pendaftaran (Rief)

Nadhirin saat diwawancara Rasika

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]