KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Agus Yuliyanto kembali Maju di Pilkades Suruh

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Agus Yuliyanto kembali Maju di Pilkades Suruh

Perkuat Ekonomi Masyarakat, Agus Yuliyanto kembali Maju di Pilkades Suruh

Agus Yuliyanto berfoto bersama sesaat usai mendaftarakan diri sebagai cakades Suruh (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SURUH – Agus Yuliyanto, Kepala Desa Suruh, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Suruh 2026. Sebagai petahana, ia berkomitmen melanjutkan program yang belum rampung sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam wawancara dengan waratwan, Yuliyanto mengatakan, program yang belum terselesaikan pada periode sebelumnya menjadi salah satu prioritas apabila kembali mendapat amanah memimpin desa Suruh. Selain itu, penguatan sumber daya manusia dan pengembangan potensi ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian.

Menurutnya, potensi desa perlu dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sektor pertanian dan UMKM menjadi bagian yang ingin terus didorong, termasuk melalui inovasi serta pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.

“Yang pertama, program kemarin yang belum selesai akan tetap kita lanjutkan. Kemudian penguatan sumber daya manusia, UMKM, dan perekonomian masyarakat, terutama di bidang pertanian,” ujarnya dikantor balaidesa Jumat (16.10.2026).

Agus Yuliyanto menyebut Desa Suruh memiliki sejumlah potensi usaha yang perlu terus dikembangkan. Salah satunya produk kerajinan berbahan kayu jati yang dikombinasikan dengan resin dan telah menjangkau pasar di luar daerah.

Selain kerajinan, pengembangan UMKM makanan ringan maupun makanan olahan juga menjadi perhatian pemerintah desa. Upaya pendampingan dilakukan melalui fasilitasi perizinan dan sertifikasi halal agar produk lokal semakin siap bersaing di pasar.

Menurutnya, penguatan UMKM tidak hanya berkaitan dengan peningkatan jumlah usaha, tetapi juga bagaimana produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan memenuhi persyaratan untuk dipasarkan secara lebih luas.

Ia berharap pengembangan sektor usaha tersebut dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di Desa Suruh.

Ingin Masyarakat Lebih Maju dan Mandiri

Agus mengatakan, visi yang ingin dibangun ke depan adalah menjadikan masyarakat Desa Suruh semakin maju dan bermartabat. Untuk mewujudkannya, ia menilai pembangunan desa perlu dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan memperhatikan kebutuhan yang berkembang di lingkungan warga.
Salah satu program yang ingin diperkuat adalah pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Menurutnya, penguatan badan usaha desa dapat menjadi salah satu upaya meningkatkan pendapatan asli desa sehingga pembangunan tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah.

Agus menyampaikan desa Suruh telah memperoleh status Desa Mandiri pada 2023. Setahun kemudian, desa tersebut disebut memperoleh predikat Desa Antikorupsi pada 2024.
Capaian itu, menurutnya, menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik. Meski demikian, program dan pembangunan yang sudah berjalan tetap perlu dievaluasi agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Ajak Warga Gunakan Hak Pilih

Selain memaparkan program, Agus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam Pilkades Suruh yang diikuti dua calon kepala desa. Ia berharap warga dapat menggunakan hak pilihnya dan ikut menjaga suasana demokrasi agar berlangsung aman serta kondusif.

Ia juga menyinggung perkiraan tingkat partisipasi pemilih di Desa Suruh yang menurutnya dapat mencapai sekitar 80 persen. Namun, sebagian warga diperkirakan tidak dapat hadir karena bekerja di luar daerah.

Agus berharap masyarakat tetap antusias mengikuti pemungutan suara dan menjadikan Pilkades sebagai kesempatan untuk menentukan pemimpin desa sesuai pilihan masing-masing.

Desa Suruh memiliki sekitar 6.300 pemilih yang tersebar di 10 dusun, 58 RT, dan 11 RW. Pemungutan suara direncanakan berlangsung di 14 tempat pemungutan suara (TPS).

Melalui pencalonannya kembali, Agus menyatakan ingin melanjutkan program yang belum selesai, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong kemandirian desa. Pelaksanaan Pilkades diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam menentukan arah pembangunan Desa Suruh ke depan

Agus Yuliyanto berikan keterangan media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Semarang masa bakti 2026–2029 resmi dilantik di Pendopo Bupati Semarang, Ungaran, Rabu (14/10/2026). Ketua PWI Jawa Tengah Setiawan Hendra Kelana dan Ketua PWI Kabupaten Semarang Rony Yuwono menekankan pentingnya profesionalisme, integritas, independensi, serta solidaritas wartawan di tengah transformasi digital. Kepengurusan baru juga diharapkan membangun kemitraan konstruktif untuk mendukung pembangunan daerah tanpa mengabaikan prinsip jurnalistik.
Rony Yuwono Ketua PWI Kabupaten Semarang 2026–2029
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Kepala Desa petahana Nyatnyono, Parsunto, mengembalikan formulir pencalonan Pilkades pada hari terakhir pendaftaran, Kamis (15/10/2026). Ia kembali maju untuk melanjutkan pembangunan desa dan pengembangan wisata religi yang dinilai belum maksimal. Panitia mencatat delapan orang mengambil formulir, sedangkan tiga bakal calon telah mengembalikannya hingga Kamis pagi.
Parsunto Pilih Hari Terakhir Kembalikan Formulir Pendaftaran Kades Nyatnyono, Berangkat Jalan Kaki Usai Minta Restu Sesepuh
[pekok2]