KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

PAPDESI Tagih Realisasi Dana Operasional Desa

PAPDESI Tagih Realisasi Dana Operasional Desa

PAPDESI Tagih Realisasi Dana Operasional Desa

UNGARAN – Musyawarah Daerah (Musda) I Perkumpulan Aparatur Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (PAPDESI) Jawa Tengah telah diselenggarakan pada tanggal 26 Oktober hingga 28 Oktober 2021. Salah satu agenda yang dibahas adalah terkait dana operasional desa yang dijanjikan oleh pemerintah pusat.

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) PAPDESI Wargiyati mengatakan sampai saat ini dana operasional desa dengan besaran 5 persen dari Dana Desa (DD) belum terealisasi.

“Dari 2019 sampai sekarang belum juga cair. Maka kami akan perjuangkan agar regulasi yang mengatur dana operasional desa bisa segera diterbitkan,” kata Wargiyati dalam Musda I PAPDESI Jateng di Hotel Griya Persada Bandungan Kabupaten Semarang baru-baru ini.

Selain terkait dana operasional desa, hal lain yang menjadi perhatian PAPDESI adalah mengenai PP 11/ Tahun 2019 yang juga mengatur tentang gaji perangkat desa.

“Sesuai ketentuan PP tersebut, untuk menggaji perangkat desa itu hanya bisa diambilkan dari alokasi dana desa (ADD). Desa yang perangkatnya banyak, ADD-nya jelas nggak cukup. Sementara di sisi lain, PP tetap harus dilaksanakan.
Maka, kami akan perjuangkan DD bisa melekat pada APBDes biar desa tidak kesulitan keuangan,” ungkapnya yang juga Kepala Desa Ngrapah Banyubiru Kabupaten Semarang itu.

Terkait agenda Musda I DPD PAPDESI Jawa Tengah, Wargiyati mempunyai harapan organisasi perangkat desa di Jawa Tengah ini bisa semakin solid.

“Kalau organisasi PAPDESI ini solid, dalam memperjuangkan kebijakan bagi kemajuan desa suaranya akan didengar oleh pemerintah. Baik di tingkat kabupaten, provinsi bahkan juga Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Sementara Ketua Dewan Pembina PAPDESI Ganjar Pranowo yang hadir secara virtual dalam kegiatan itu memberikan pesan kepada para kepala desa (kades) se-Jawa Tengah.

“Saya titip betul, agar integritas dan kejujuran dijaga. Hati-hati dengan kolusi, korupsi dan nepotisme,” kata dia.

Orang nomor satu di Jawa Tengah itu juga mengungkapkan menjadi pemimpin bukanlah perkara mudah. Dalam perjalanannya pasti akan banyak tuntutan dari masyarakat.

“Harus ikhlas dan tabah. Kepala Desa ini merupakan ladang pengabdian, jangan sampai membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat. Saya harap PAPDESI ini bisa jadi contoh yang baik bagi warganya,” tandasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]