URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Agus Sabowo (35), seorang warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang menemukan cara cerdas untuk memanfaatkan limbah kain perca dari industri konveksi di wilayahnya. Dengan inovasi dan kreativitas, Agus mengolah limbah tersebut menjadi bahan daswol yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti isian kasur, bantal, guling, dan peredam suara.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tangan Kreatif Warga Wonoyoso Pringapus, Ubah Perca Jadi Daswol Pengganti Kapuk

Tangan Kreatif Warga Wonoyoso Pringapus, Ubah Perca Jadi Daswol Pengganti Kapuk

Tangan Kreatif Warga Wonoyoso Pringapus, Ubah Perca Jadi Daswol Pengganti Kapuk

Pekerja memproses kain perca menjadi daswol menggunakan mesin. Foto: win
Pekerja memproses kain perca menjadi daswol menggunakan mesin. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Agus Sabowo (35), seorang warga Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang terbilang jeli membaca peluang usaha di kampungnya. Ia yang menyadari potensi limbah kain dari industri konveksi yang ada di Kecamatan Pringapus mampu memanfaatkannya menjadi produk lain yang bernilai ekonomi.

Limbah kain perca yang melimpah itu diolahnya menjadi daswol, yakni bahan olahan dari sisa kain dan benang yang mirip kapas. Daswol itulah yang bisa dimanfaatkan sebagai pengganti kapuk untuk isian kasur, bantal, guling, bahkan peredam suara.

Saat ditemui di gudang kain perca miliknya, ia menceritakan awal mula usahanya ini. Sekitar tahun 2000, orang tuanya mulai merintis usaha penggilingan kain perca. Awalnya produk yang dibuat adalah kasur dengan isian berupa kapuk. Namun seiring berjalannya waktu, harga kapuk semakin melambung dan susah didapatkan. Hal itu memaksanya untuk memutar otak bagaimana caranya agar proses produksi tetap berjalan namun dengan biaya yang tidak terlalu tinggi.

“Kebetulan di Kecamatan Pringapus ini kan banyak pabrik garment yang punya limbah kain. Daripada limbahnya jadi sampah atau dibakar, lebih baik dimanfaatkan untuk membuat isian kasur,” kata Agus.

Kain perca itu tidak serta merta dijadikan isian, melainkan harus melalui proses pengolahan yakni dicacah atau digiling menggunakan mesin hingga berubah bentuk menjadi daswol.

“Setelah itu barulah bisa dimanfaatkan untuk isian kasur, bantal, guling, bahkan peredam suara,” ujarnya.

Agus mendapatkan kain perca itu dengan cara membeli secara langsung dari pabrik atau dari pengepul. Biasanya dalam satu kali kulakan ia bisa mengambil hingga 10 ton. Harga per kilogramnya bervariasi, tergantung jenis dan ukurannya. Yang paling murah adalah jenis bahan kemeja, yakni Rp400 per kilogram, bahan kaos mulai Rp700 – Rp1.000 per kilogram.

“Sebelum masuk mesin pencacah, kita ada proses sortir dulu. Karena biasanya kain perca masih tercampur dengan sampah kertas dan plastik. Yang ukurannya lebar dipisahkan, nanti bisa untuk bahan konveksi yang lain. Yang ukurannya panjang bisa diolah jadi tali, lap atau keset. Nah sisa kain yang kecil-kecil itu yang akan digiling jadi daswol,” urainya.

Usaha penggilingan kain perca miliknya saat ini mengandalkan empat mesin. Dalam satu hari, setiap mesin mampu menghasilkan maksimal 1 ton daswol. Selain memanfaatkan daswol untuk produksi kasur, ia juga menjualnya dalam bentuk bahan baku seharga Rp2.300 – Rp2.600 per kilogram. Hal itu disebabkan saat pandemi Covid-19 kemarin yang membuat penjualan kasur menjadi lesu.

“Sehingga kami jualnya dalam bentuk daswol. Yang ngambil ke sini rata-rata dari Demak, Sumowono, Semarang dan sekitarnya. Kalau pas permintaan ramai, omzet bisa sampai Rp25 juta dalam satu bulan,” ungkapnya.

Agus mengaku kendala yang dihadapinya saat ini adalah harga bahan mentah berupa kain perca yang cenderung mahal. Hal itu turut berpengaruh terhadap penjualan daswol miliknya.

“Harapannya usaha makin lancar, dan penjualan kasurnya bisa hidup kembali,” paparnya. (win)

 

BACA JUGA :

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan pasokan BBM di Jawa Tengah dan DIY aman dengan ketahanan stok gasoline mencapai 12,5 hari dan gasoil 14 hari konsumsi normal. Pertamina memantau stok SPBU secara real-time, menambah pasokan dari terminal terdekat bila diperlukan, serta mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap lancar.
Stok BBM di Jateng-DIY Aman, Pertamina Imbau Masyarakat Tak Panic Buying
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari di Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih predikat terbaik nasional 2026 berkat inovasi wisata edukatif “Super Daddy”. Penghargaan diserahkan Bupati Semarang Ngesti Nugraha kepada Kepala Desa Lerep Sumaryadi saat Harganas 2026, Rabu (8/7/2026), sebagai apresiasi atas program kebersamaan ayah dan anak yang telah diikuti sekitar 500 keluarga.
Kampung KB Lerep Jadi Terbaik Nasional, Paket Wisata "Super Daddy" Antar Ayah Lebih Dekat dengan Anak

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

TERKINI

Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan penempatan ASN lebih dekat dengan domisili melalui Baperjakat untuk menekan biaya transportasi, sekaligus mendorong transformasi digital, solidaritas anggota, dan optimalisasi aset Korpri.
Ketua Korpri Kabupaten Semarang Usulkan ASN Bekerja Dekat Rumah demi Tekan Biaya Hidup
Sekretaris Daerah Kabupaten Semarang Valeanto Soekendro dikukuhkan sebagai Ketua Korpri Kabupaten Semarang periode 2026–2031 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (9/7/2026). Ia akan mengusulkan...
Bung Andre Resmi Daftar Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga
Bung Andre Resmi Daftar Bakal Calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga
Andreas Yosep Kristianto alias Bung Andre mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPC Partai Demokrat Kota Salatiga periode 2026–2031 di Kantor DPD Partai Demokrat Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026). Didampingi...
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi harian normal dan Pertalite 11,5 kali, sementara perusahaan memantau persediaan secara real-time serta mengirim pasokan tambahan dari depot terdekat saat stok menurun.
Antrean Biosolar di Sejumlah SPBU, Pertamina Tegaskan Bukan karena Kelangkaan
Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memastikan antrean kendaraan di sejumlah SPBU Jawa Tengah dan DIY tidak disebabkan kelangkaan Biosolar. Stok Biosolar tercatat mencapai 13,5 kali konsumsi...
09 Juli 2026 Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 13.00–16
09 Juli 2026: Pasang Laut Semarang Puncak Pukul 13.00–16.00 WIB, Tinggi Air Capai 0,8 Meter
BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang memprakirakan pasang laut di perairan Semarang mencapai 0,8 meter pada Kamis, 9 Juli 2026, pukul 13.00–16.00 WIB. Kenaikan muka air laut di pesisir...
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban sepeda motor bekas di dekat lokasi, lalu berhasil dipadamkan oleh Damkar Kota Salatiga bersama aparat dan warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
Aparat Bersatu Padu Padamkan Api yang Menghanguskan Pohon Bambu
Rumpun bambu di belakang rumah warga di RT 03 RW 06, Kelurahan Tegalrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, terbakar pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Api diduga berasal dari pembakaran ban...
Muat Lebih

POPULER

Komunitas Salatiga Keris Ageman Lestari menggelar prosesi jamasan pusaka di halaman Museum Salatiga, kawasan Prasasti Plumpungan, Kamis (2/7/2026), sebagai upaya pelestarian budaya Nusantara. Dalam kegiatan itu, bakal keris dan tombak diserahkan kepada empu untuk ditempa menjadi pusaka resmi Kota Salatiga, sekaligus melibatkan perawatan puluhan keris dan tosan aji milik masyarakat sebagai media edukasi budaya bagi generasi muda.
Sakral Gelar Jamasan Pusaka, Serahkan Bakal Keris Salatiga
Polres Salatiga menangkap sejumlah pelaku tawuran yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap anak berusia 14 tahun di Jembatan depan Makam Ngemplak, Jalan Lingkar Selatan, Kamis (2/7/2026) dini hari. Empat pemuda ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata tajam tanpa izin setelah bentrokan yang dipicu tantangan melalui Instagram itu menyebabkan satu korban meninggal dunia.
Remaja Luar Kota Salatiga Tawuran di JLS, Anak 14 Tahun Meninggal usai Disiram Air Keras
Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar