URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pasar Hewan Ambarawa di Kabupaten Semarang menerima lebih dari 300 ekor sapi pada Selasa (26/5/2026). UPTD Puskeswan memastikan seluruh hewan yang masuk dalam kondisi sehat setelah melalui pemeriksaan ketat sejak pintu masuk pasar. Aktivitas jual beli meningkat dengan harga sapi kurban berkisar Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor, sementara tidak ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Mbak Google

KABAR RASIKA

H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK

H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK

H-1 Iduladha, Ratusan Ekor Sapi Padati Pasar Hewan Ambarawa, Tak Ditemukan Kasus PMK

Kondisi Pasar Hewan Ambarawa sehari menjelang Iduladha tampak lebih ramai, Selasa (26/5/2026). Tak kurang dari 300 ekor sapi memadati kawasan ini untuk dijual sebagai hewan kurban. Foto: win
Kondisi Pasar Hewan Ambarawa sehari menjelang Iduladha tampak lebih ramai, Selasa (26/5/2026). Tak kurang dari 300 ekor sapi memadati kawasan ini untuk dijual sebagai hewan kurban. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Satu hari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, aktivitas jual beli hewan kurban di Pasar Hewan Ambarawa, Kabupaten Semarang, mulai ramai. Pantauan pada Selasa (26/5/2026), ratusan sapi masuk ke pasar hewan tersebut dan dipastikan dalam kondisi sehat.

Kepala UPTD Puskeswan, Pasar Hewan, dan Rumah Potong Hewan Kabupaten Semarang, Muhammad Hidayat mengatakan, sebanyak lebih dari 300 ekor sapi masuk ke Pasar Hewan Ambarawa pada hari itu.

“Hari ini sapi yang masuk ke Pasar Hewan Ambarawa sekitar 300 ekor lebih. Alhamdulillah kondisinya sehat-sehat karena antisipasi dari petugas medis dan paramedis sudah kami siapkan di depan,” ujarnya.

Menurutnya, pengawasan kesehatan hewan dilakukan secara ketat sejak pintu masuk pasar. Selain petugas medis dan paramedis, proses pemeriksaan juga dibantu petugas penarik retribusi hingga para pedagang yang ikut memberikan informasi apabila ditemukan indikasi penyakit pada hewan.

“Untuk hari ini tidak ada yang terindikasi terkena PMK,” katanya.

Hidayat menjelaskan, kondisi pasar hewan menjelang Iduladha tahun ini cenderung stabil dibanding tahun sebelumnya. Meski demikian, terdapat sedikit perubahan harga hewan kurban.

Untuk sapi ukuran standar kurban, harga berkisar Rp24 juta hingga Rp25 juta per ekor. Sementara untuk sistem timbang hidup, harga berada di kisaran Rp55 ribu hingga Rp57 ribu per kilogram.

“Kalau dibanding tahun lalu, kondisi pasar cenderung stabil. Hanya ada sedikit perubahan harga, tetapi tahun ini masih relatif stabil,” jelasnya.

Selama satu bulan menjelang Iduladha, jumlah kunjungan sapi ke Pasar Hewan Ambarawa rata-rata mencapai 300 hingga 400 ekor setiap hari. Dari jumlah tersebut, lebih dari separuh sapi yang masuk berhasil terjual. Pasar ini masih menjadi salah satu rujukan masyarakat dalam mencari hewan kurban karena fasilitas yang tersedia dinilai lengkap, termasuk layanan timbangan untuk pembelian sistem timbang hidup.

“Yang senang dengan sistem timbang juga kami fasilitasi timbangan. Kalau yang mau memilih langsung juga bisa melihat kondisi sapinya,” bebernya.

Mayoritas hewan yang dijual berasal dari Kabupaten Semarang. Namun, sejumlah sapi juga didatangkan dari luar daerah seperti Ampel dan Boyolali, Kabupaten Magelang, Yogyakarta hingga Gunungpati.

Ia menambahkan, pengawasan kesehatan hewan tidak hanya dilakukan menjelang Iduladha, namun rutin demi menjaga kualitas hewan yang diperdagangkan di pasar.

“Di luar Iduladha pun kami tetap ketat melakukan pemeriksaan agar pasar tetap eksis dan hewan yang masuk dipastikan sehat,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.
Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan
Ribuan warga dan wisatawan memadati Alun-alun Salatiga, Jumat (24/7/2026), untuk mengikuti Kenduri Rakyat dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-1276 Kota Salatiga. DPRD Kota Salatiga menyediakan 7.000 porsi makanan dan minuman gratis serta satu gunungan raksasa sebagai wujud rasa syukur dan kebersamaan. Antusiasme masyarakat membuat ratusan stan kuliner habis diserbu hanya dalam hitungan menit
Ribuan Warga Salatiga Berebut 7.000 Porsi Makanan Gratis dalam Acara Kenduri Rakyat HUT Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Wali Kota Salatiga bersama Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, Ketua Tim Penggerak PKK, dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan ziarah ke makam para mantan Wali Kota Salatiga pada Senin (21/7/2026) sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-1276 Kota Salatiga. Ziarah dilakukan di TPU Ngemplak dan Makam Sidomulyo untuk mendoakan serta memberikan penghormatan kepada almarhum John Manuel Manoppo dan Letkol Soegiman atas jasa dan pengabdian mereka dalam membangun Kota Salatiga
Jelang Hari Jadi, Robby bersama Istri Tabur Bunga di Makam Mantan Wali Kota
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga