KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor

Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor

Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor

Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dicor, Kamis (13/8/2026). Pengecoran ruas jalan penghubung Desa Cukil-Kemetul itu merupakan bagian program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0714/Salatiga. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Suasana berbeda mewarnai penutupan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026).

Usai pengerjaan jalan desa rampung, warga menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru saja selesai dibeton. Tradisi tersebut menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar pembangunan yang telah dilakukan membawa manfaat bagi masyarakat.

Kepala Dusun Gompyong, Desa Cukil, mengatakan kenduri merupakan tradisi yang masih dijaga masyarakat setempat setiap kali menyelesaikan kegiatan yang dianggap membawa manfaat bagi warga.

“Kalau selesai bangun jalan kita kenduri barengan. Selesai bersih kali juga kenduri barengan. Misalnya selesai membangun program dusun, kita kendurian bersama,” ujarnya.

Kenduri kali ini sekaligus menjadi ungkapan syukur atas rampungnya pembangunan jalan melalui program TMMD. Jalan tersebut dinilai sangat penting karena menghubungkan Desa Cukil di Kecamatan Tengaran dengan Desa Kemetul di Kecamatan Susukan.

“Ini sangat penting karena menghubungkan dua desa, Cukil dan Kemetul, bahkan dua kecamatan, Susukan dan Tengaran. Akses pendidikan maupun perekonomian bisa didukung dengan fasilitas jalan yang baik,” katanya.

Sebelum dibangun melalui program TMMD, kondisi jalan tersebut masih berupa jalan makadam berbatu dan relatif sulit dilalui warga. Jalan itu selama ini banyak digunakan untuk aktivitas pertanian maupun perjalanan warga menuju tempat kerja. Sebagian warga Kemetul bekerja di wilayah Kecamatan Tengaran sehingga akses jalan tersebut menjadi jalur penting untuk mobilitas mereka.

“Dulu kalau lewat sana jelek, warga harus memutar. Bisa sekitar lima kilometer. Sekarang jaraknya bisa memangkas sekitar dua sampai tiga kilometer dan waktunya lebih cepat,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Zaenudin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi antusiasme warga Desa Cukil dalam menyambut pelaksanaan hingga penutupan program TMMD. Menurutnya, kenduri merupakan tradisi masyarakat desa yang patut dipertahankan sebagai bentuk rasa syukur ketika memperoleh nikmat atau keberhasilan.

“Ini tradisi masyarakat di kampung yang masih dipertahankan sampai saat ini. Ketika mendapatkan nikmat atau anugerah, dilakukan tasyakuran seperti ini, kenduri bersama, kemudian makan bersama,” kata Zaenudin.

Ia menilai tradisi tersebut harus terus dilestarikan.

“Tradisi yang bagus ini mestinya harus selalu diuri-uri,” imbuhnya.

Zaenudin juga menyebut program TMMD turut membantu mempercepat pembangunan infrastruktur di Kabupaten Semarang, khususnya di wilayah perdesaan. Di tengah keterbatasan anggaran yang membuat sejumlah program pembangunan belum dapat berjalan secara maksimal, menurutnya, TMMD menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan.

“Program TMMD ini membantu percepatan akselerasi pembangunan yang ada di Kabupaten Semarang. Di tengah banyaknya program yang sebagian belum bisa berjalan karena keterbatasan anggaran, TMMD ini sudah sangat membantu, terutama pembangunan di desa-desa,” jelasnya.

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin mengatakan TMMD Reguler ke-129 Tahun 2026 merupakan bentuk sinergi TNI bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam program yang dilaksanakan di Desa Cukil tersebut, pembangunan fisik meliputi betonisasi jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer.

“Selain jalan, TMMD juga menyasar rehabilitasi 13 unit rumah tidak layak huni, perbaikan sarana ibadah, pos kamling, serta sejumlah kegiatan nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat,” paparnya.

“Tujuannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin menjangkau masyarakat yang ada di pelosok-pelosok. Kita ingin membangun masyarakat Indonesia dari desa,” ujar Achiruddin.

Menurutnya, desa merupakan bagian penting dalam pembangunan nasional.

“Kalau desanya maju, desanya sejahtera, maka rakyat Indonesia pun akan sejahtera,” katanya.

Ia menegaskan TNI melalui Kodim, Korem, Kodam IV/Diponegoro dan jajaran TNI Angkatan Darat akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mendukung pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga.

“Komitmen kami akan selalu membantu secara tulus dan ikhlas kepada masyarakat seluruh Jawa Tengah agar kita bersama-sama meningkatkan kesejahteraan untuk membangun bangsa Indonesia lebih baik,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang