RASIKAFM.COM | SALATIGA – Menghadapi tantangan kritis yang memerlukan solusi segera, darurat sampah semakin mengancam keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Tepat di tengah situasi ini, 60 mahasiswa dari berbagai fakultas Universitas Negeri Semarang (UNNES) resmi diterjunkan ke Kecamatan Argomulyo hari ini untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 17.
Bukan sekadar prosesi rutin, peluncuran misi nyata untuk membawa perubahan positif ke komunitas lokal. Dalam upacara penyerahan sebagai simbol komitmen, wajah Unnes dan kredibilitas institusi bergantung pada tindakan mereka.
“KKN harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab,” tegas Boang Setiyo Utomo, Sekretaris Kecamatan Argomulyo, saat menerima mahasiswa.
Prof. Dr. Edy Cahyono, yang mewakili Rektor UNNES menegaskan kehadiran mahasiswa bukan formalitas, melainkan investasi nyata untuk kemajuan Argomulyo.
Senada, Sugiman, Dosen UNNES dan Koordinator KKN di Kecamatan Argomulyo, membuka mata tentang urgensitas masalah yang dihadapi. “Salatiga sedang mengalami darurat sampah yang serius. Tanpa intervensi cepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, krisis ini akan semakin luas dan mengancam ekosistem lingkungan kita,” terang Sugiman.
Menurutnya tantangan utama yang dihadapi adalah kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Selama ini, pengelolaan sampah sering dipandang sebagai tanggungjawab pemerintah saja.
Namun, untuk menciptakan perubahan berkelanjutan, dibutuhkan pemahaman bersama bahwa sampah adalah tanggungjawab yang harus melibatkan setiap anggota masyarakat. Setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan melalui kebiasaan pengelolaan sampah yang baik.
“Disinilah mahasiswa berperan. Mereka akan menjadi agen perubahan yang memberdayakan masyarakat Argomulyo untuk sadar dan terlibat aktif dalam mengelola sampah,” lanjut Sugiman.
Pihaknya berharap program KKN tahun ini, memiliki misi tambahan yang sangat penting, yakni mengubah perilaku masyarakat agar lebih peduli pada lingkungan.












