KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Perampokan Royal Phone Murni Motif Ekonomi, Isu Keterlibatan Pacar Tersangka Tak Terbukti

Perampokan Royal Phone Murni Motif Ekonomi, Isu Keterlibatan Pacar Tersangka Tak Terbukti

Perampokan Royal Phone Murni Motif Ekonomi, Isu Keterlibatan Pacar Tersangka Tak Terbukti

Polisi menunjukkan barang bukti kasus dugaan perampokan konter HP Royal Phone, saat konferensi pers di Mapolres Semarang, Sabtu (8/8/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN — Dugaan kasus perampokan yang berujung pada tewasnya pemilik konter HP Royal Phone Ambarawa, Kabupaten Semarang, akhirnya terkuak. Kedua pelaku, yakni TI (25) dan DPP (20), nekad menghabisi nyawa Candra Waskito (25) semata-mata terdesak motif ekonomi. Namun, rasa panik setelah membunuh membuat aksi kejahatan mereka berantakan hingga meninggalkan sejumlah barang bukti berharga.

​Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo menyatakan, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Pelaku yang saling bersekutu tega menganiaya korban hingga tewas di dalam tempat usahanya. Usai mengeksekusi korban, kedua tersangka berhasil menggasak puluhan telepon genggam serta barang berharga lainnya. Kedua pelaku kini telah resmi ditahan sejak Sabtu (8/8/2026).

​”Motif utama dari para pelaku murni karena faktor ekonomi. Barang bukti yang kami amankan di antaranya 68 dus ponsel, 53 unit ponsel di TKP/mobil, satu unit mobil Honda Jazz milik korban, sepeda motor Honda Beat milik pelaku, keling besi, hingga cairan pembersih lantai yang digunakan untuk menghilangkan jejak darah,” ujarnya.

​Meski sempat menguras isi toko dan memasukkan 53 unit ponsel ke dalam mobil Honda Jazz milik korban, para pelaku justru meninggalkan kendaraan beserta puluhan HP tersebut di wilayah Grobogan.

​Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, keputusan meninggalkan mobil beserta puluhan ponsel tersebut dipicu oleh kepanikan luar biasa. Karena bukan residivis dan baru pertama kali melakukan kejahatan, para pelaku bingung saat menghadapi kenyataan bahwa korban telah meninggal dunia.

​”Mereka bingung bagaimana meng-over atau meng-handle mayat korban. Ada jeda waktu dan kepanikan setelah korban tewas. Pertanyaan awal di antara mereka hanya ‘Kowe arep duit opo ora?’ (Kamu mau uang atau tidak?), jadi tidak ada unsur dendam,” terang Bodia.

​Rasa takut tertangkap membuat konsentrasi pelaku terpecah. Karena hanya membawa satu tas dan tergesa-gesa mencari lokasi untuk menyembunyikan jasad korban, 53 unit HP yang sudah disiapkan di dalam keranjang di mobil terpaksa ditinggalkan begitu saja.

​Dalam upayanya menghilangkan jejak kejahatan, para pelaku tidak hanya membersihkan bercak darah di lokasi kejadian menggunakan cairan pembersih lantai. Pelaku juga berupaya membuang alat yang digunakan untuk melukai korban, termasuk sebuah palu yang dibuang ke kawasan Rawa Pening guna mengelabui petugas.

“Masih kita cari barang bukti yang dibuang pelaku,” katanya.

Ihwal isu yang beredar di masyarakat bahwa adanya perempuan yang disebut sebagai pacar salah satu tersangka, ia menegaskan tidak ada hubungan sama sekali dengan kasus tersebut.

“Tapi kami tetap melaksanakan pengembangan seiring dengan adanya isu-isu untuk membuktikan kebenarannya. Berdasarkan pemeriksaan tersangka, tidak ada korelasi antara perempuan tersebut dengan pokok perkara yang sedang kita tangani,” tegasnya. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]