KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Bentrok Anak Punk dan Warga di SPBU Tengaran Berakhir Damai

Bentrok Anak Punk dan Warga di SPBU Tengaran Berakhir Damai

Bentrok Anak Punk dan Warga di SPBU Tengaran Berakhir Damai

Rombongan anak punk dan perwakilan pedagang cilok yang sebelumnya terlibat keributanbmenjalani mediasi di ruang Satreskrim Polres Semarang, Rabu (16/9/2026). Foto: IST/ Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Keributan antara rombongan anak punk dan warga di sebuah SPBU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (15/9/2026) sore, berakhir damai. Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui mediasi yang dilakukan Sat Reskrim Polres Semarang, Rabu (16/9/2026).

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan pihak yang terlibat dalam kejadian tersebut.

“Dari hasil mediasi, pemilik usaha cilok Ahmad (40) dan perwakilan rombongan anak punk, Sultan (28), sepakat berdamai,” ungkap Bodia dalam keterangan tertulis, Kamis (17/9/2026).

Pedagang cilok, Ahmad mengapresiasi penanganan dan mediasi yang dilakukan kepolisian. Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bersama untuk lebih menghargai orang lain dan menjaga sikap ketika berada di wilayah orang lain.

“Terima kasih atas penanganan dan mediasi yang diberikan pihak Polres Semarang, semoga menjadi pembelajaran bersama,” ujar Ahmad.

Sementara itu, Sultan selaku perwakilan rombongan anak punk juga menyampaikan bahwa kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi rombongannya. Ia berjanji akan menjaga sikap dan perilaku apabila sedang dalam perjalanan dan singgah di suatu wilayah.

Sebelumnya, keributan terjadi ketika rombongan anak punk berhenti di SPBU Tengaran karena salah satu sepeda motor mereka mengalami kerusakan. Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto menjelaskan, saat memperbaiki motor, terjadi cekcok di antara anggota rombongan. Keributan tersebut kemudian mendapat teguran dari Budi (43), salah seorang pedagang cilok yang berjualan di sekitar lokasi SPBU.

“Rombongan ini berhenti karena ada salah satu motor rekannya yang mogok, lalu mereka cekcok dan diperingatkan oleh Budi (43), salah satu pedagang cilok di lokasi. Namun bukannya menanggapi hal tersebut secara baik, anak-anak punk ini merasa tersinggung lalu merusak gerobak cilok milik Pak Budi,” jelasnya.

Keributan kemudian meluas hingga melibatkan warga yang berada di sekitar SPBU. Warga yang sedang mengantre di SPBU sempat berupaya melerai. Namun, rombongan tersebut kemudian terlibat pengeroyokan terhadap pedagang bakso dan cilok yang berada di lokasi.

Peristiwa tersebut selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Tengaran. Petugas yang datang ke lokasi mengamankan rombongan anak punk dan menyerahkannya kepada Sat Reskrim Polres Semarang untuk penanganan lebih lanjut.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan mediasi, kedua pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang
[pekok2]