KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Keributan yang terjadi di depan SPBU Tengaran (Foto dok tangkapan layar)

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Keributan yang melibatkan sejumlah anak punk dan warga terjadi di depan SPBU Tengaran, Desa/Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah pemuda yang disebut sebagai anak punk terlihat terlibat keributan hingga berujung aksi pemukulan oleh warga.

Polisi kemudian mengamankan 11 anak punk yang diduga terlibat dalam keributan tersebut.

Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, keributan bermula ketika seorang penjual cilok menegur rombongan anak punk yang berada di sekitar lokasi berjualan.

Teguran itu disampaikan lantaran keberadaan mereka membuat calon pembeli merasa takut.

“Anak punk ditegur sama tukang cilok karena yang mau beli pada takut,” kata Budi.
Dalam video yang beredar terlibat jelas
Gerobak cilok ditendang hingga dagangan berantakan.

Menurut Budi, teguran tersebut justru memicu keributan. Anak punk yang tidak terima kemudian merusak gerobak milik penjual cilok.

Gerobak tersebut ditendang hingga dagangan cilok berhamburan.

“Nendang gerobak cilok sampai kocar-kacir ciloknya. Anak punknya enggak terima, terus ribut,” ujar Budi.

Keributan kemudian meluas. Sejumlah anak punk terlibat perselisihan dengan pedagang cilok dan pedagang bakso sebelum warga berdatangan ke lokasi.

Warga yang datang kemudian ikut melakukan aksi pemukulan terhadap sejumlah anak punk.

Budi mengatakan, sedikitnya lima anak punk mengalami luka akibat kejadian tersebut. Mereka kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, penjual cilok juga mengalami luka pada bagian wajah akibat terkena pukulan.

“Ada yang luka-luka, anak punk lima, kita bawa ke puskesmas. Yang jual cilok luka pukul di mukanya,” ungkap Budi.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan 11 anak punk untuk mencegah keributan kembali terjadi.

Awalnya, mereka dibawa ke Mapolsek Tengaran. Namun, situasi sempat kembali ramai setelah sejumlah warga mendatangi kantor polisi.

“Saya dan anggota mengamankan 11 anak punk dibawa ke polsek, tapi warga pada nyusul ke polsek. Sekarang ada di Polres Semarang,” kata Budi.

Hingga Selasa malam, polisi memastikan situasi di wilayah Tengaran telah kembali aman dan terkendali.

“Sampai saat ini situasi aman terkendali,” pungkasnya.

Video amatir keributan di medsos

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang