KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

Viral di Medsos, Keributan Anak Punk di depan SPBU Tengaran, Polisi Amankan Lokasi

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Keributan yang melibatkan sejumlah anak punk dan warga terjadi di depan SPBU Tengaran, Desa/Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026) sore.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah videonya beredar luas di media sosial. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah pemuda yang disebut sebagai anak punk terlihat terlibat keributan hingga berujung aksi pemukulan oleh warga.

Polisi kemudian mengamankan 11 anak punk yang diduga terlibat dalam keributan tersebut.

Kapolsek Tengaran Iptu Budi Prihanto mengatakan, keributan bermula ketika seorang penjual cilok menegur rombongan anak punk yang berada di sekitar lokasi berjualan.

Teguran itu disampaikan lantaran keberadaan mereka membuat calon pembeli merasa takut.

“Anak punk ditegur sama tukang cilok karena yang mau beli pada takut,” kata Budi.

Dalam video yang beredar terlibat jelas

Gerobak cilok ditendang hingga dagangan berantakan.

Menurut Budi, teguran tersebut justru memicu keributan. Anak punk yang tidak terima kemudian merusak gerobak milik penjual cilok.

Gerobak tersebut ditendang hingga dagangan cilok berhamburan.

“Nendang gerobak cilok sampai kocar-kacir ciloknya. Anak punknya enggak terima, terus ribut,” ujar Budi.

Keributan kemudian meluas. Sejumlah anak punk terlibat perselisihan dengan pedagang cilok dan pedagang bakso sebelum warga berdatangan ke lokasi.

Warga yang datang kemudian ikut melakukan aksi pemukulan terhadap sejumlah anak punk.

Budi mengatakan, sedikitnya lima anak punk mengalami luka akibat kejadian tersebut. Mereka kemudian dibawa ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan medis.

Sementara itu, penjual cilok juga mengalami luka pada bagian wajah akibat terkena pukulan.

“Ada yang luka-luka, anak punk lima, kita bawa ke puskesmas. Yang jual cilok luka pukul di mukanya,” ungkap Budi.

Polisi yang datang ke lokasi kemudian mengamankan 11 anak punk untuk mencegah keributan kembali terjadi.

Awalnya, mereka dibawa ke Mapolsek Tengaran. Namun, situasi sempat kembali ramai setelah sejumlah warga mendatangi kantor polisi.

“Saya dan anggota mengamankan 11 anak punk dibawa ke polsek, tapi warga pada nyusul ke polsek. Sekarang ada di Polres Semarang,” kata Budi.

Hingga Selasa malam, polisi memastikan situasi di wilayah Tengaran telah kembali aman dan terkendali.

“Sampai saat ini situasi aman terkendali,” pungkasnya.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Persoalan pengelolaan dan lelang tanah Bondo Deso di Desa Semowo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, berujung pada pengaduan ke Ditreskrimum Polda Jawa Tengah. Pengaduan diajukan terkait masuknya tanah bengkok Kepala Dusun Borangan Heny Affandi dalam daftar lelang. Kedua pihak menyatakan siap memberikan keterangan dan dokumen kepada aparat penegak hukum.
Polemik Tanah Bondo Deso, Kadus Borangan, Mulai Babak Baru. Seperti apa?
[pekok2]