RASIKAFM.COM | UNGARAN – Tak semua warga kurang mampu mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah. Kondisi itu dirasakan Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, yang rela menempuh perjalanan ke Ungaran, Kabupaten Semarang, setiap Jumat untuk mendapatkan bantuan dalam program Jumat Berkah.
Tri mengaku dia dan keluarganya hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan. Pekerjaannya yang tidak menentu membuat penghasilan yang diperoleh terkadang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami dari masyarakat golongan bawah. Sehari-harinya kadang kerja, kadang enggak,” kata Tri ditemui usai menerima bingkisan sembako dan nasi kotak di pendapa rumah dinas Bupati Semarang di Ungaran, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, bantuan sembako yang diterimanya sangat berarti bagi keluarganya. Terlebih, ia mengaku tidak menerima bantuan beras maupun bansos dari pemerintah.
“Sangat membantu sekali karena anak-anak kami bisa makan lebih layak. Istri saya tidak dapat bantuan beras dari pemerintah,” ujarnya.
Tri mengatakan, kedatangannya ke rumah dinas Bupati Semarang di Ungaran bukan baru sekali. Ia mengaku rutin datang setiap Jumat karena mengetahui adanya kegiatan Jumat Berkah yang digelar Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Meski harus menempuh perjalanan cukup jauh dari Gayamsari ke Ungaran, Tri mengaku tetap datang karena merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan.
“Saya setiap Jumat ke sini. Walaupun jauh dari Gayamsari ke Ungaran, karena kami simpati sama Pak Bupati,” katanya.
Ia menyebut, selain makanan dan sembako, dalam beberapa kesempatan dirinya juga pernah mendapatkan bantuan uang.
“Kadang kasih uang, kadang makanan. Kami sudah lama ke sini, bukan hari ini saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Alfamart Semarang Daru Harjanto mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR Alfamart.
Bantuan diberikan setelah pihaknya berdiskusi dengan Bupati Semarang terkait bentuk dukungan yang bisa diberikan kepada masyarakat.
“Alfamart memang ingin terlibat dalam membantu masyarakat. Kebetulan ada Jumat Berkah, akhirnya kami ikut program Pak Bupati,” jelas Daru.
Dalam bantuan tersebut, setiap paket sembako berisi beras, gula, dan minyak goreng dengan nilai sekitar Rp180 ribu.
Daru berharap keterlibatan Alfamart dalam kegiatan sosial di Kabupaten Semarang dapat terus berlanjut. Selain bantuan untuk masyarakat duafa, pihaknya juga membuka peluang kerja sama untuk membantu pelaku UMKM.
“Harapan kami berkelanjutan, bukan hanya kali ini. Kami juga ada keinginan bekerja sama dengan UMKM, khususnya masyarakat Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan program Jumat Berkah selama ini rutin dilaksanakan setiap Jumat. Namun, kegiatan tersebut biasanya tidak dipublikasikan. Pada Jumat kali ini, terdapat 400 paket sembako dari Alfamart yang dibagikan kepada masyarakat.
“Jumat Berkah ini kita laksanakan setiap hari Jumat, tetapi biasanya kami tidak mau diekspos. Kami mengucapkan terima kasih kepada Alfamart yang telah membantu warga masyarakat,” kata Ngesti.
Menurutnya, penerima bantuan tidak hanya berasal dari Kabupaten Semarang. Sejumlah warga dari daerah sekitar juga datang untuk mendapatkan bantuan.
Sekitar 250 orang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Kami juga akan bagikan kepada warga lain, termasuk orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kecamatan Susukan serta tukang parkir dan pedagang di sekitar rumah dinas,” lanjutnya.
Ngesti menambahkan, Pemkab Semarang juga memiliki program bantuan makan bagi lansia. Karena keterbatasan anggaran, program tersebut sementara diberikan kepada 177 lansia.
“Kita kerja sama dengan warung dan tukang ojek. Tukang ojek juga dapat rezeki untuk mengantarkan makanan. Kita membeli di warung Rp20 ribu untuk dua kali makan,” pungkasnya. (win)







