KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

VinFast Tak Sekadar Jual Mobil Listrik, Tapi Tawarkan Ekosistem di GIIAS Semarang

VinFast Tak Sekadar Jual Mobil Listrik, Tapi Tawarkan Ekosistem di GIIAS Semarang

VinFast Tak Sekadar Jual Mobil Listrik, Tapi Tawarkan Ekosistem di GIIAS Semarang

Arunodoy Das, CEO VinFast Indonesia berfoto bersama jajarannya di booth VinFast pada GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome Undip, Rabu (30/09/2026)

SEMARANG — Pilihan mobil listrik di Jawa Tengah semakin ramai. Di GIIAS Semarang 2026, VinFast tak hanya membawa kendaraan baru, tetapi juga menawarkan satu paket ekosistem yang menyentuh persoalan konsumen setelah mobil dibeli.

Digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, VinFast memamerkan tiga model sekaligus, yakni VF 3, VF 6, dan VF MPV 7. Pengunjung tak hanya bisa melihat kendaraan, tetapi juga menjajal langsung melalui sesi test drive.

Yang menarik, VinFast mencoba menjadikan isu “apa yang terjadi setelah membeli mobil listrik?” sebagai bagian penting dari penawarannya.

Melalui konsep Drive Worry Free, VinFast menawarkan lima pilar kepemilikan: biaya operasional, ketenangan terkait baterai, kepastian kepemilikan, layanan purnajual, hingga dukungan bagi kebutuhan bisnis.

Program tersebut antara lain mencakup jaminan nilai jual kembali hingga 80 persen dari nilai kendaraan bagi pelanggan yang memenuhi ketentuan, serta fasilitas pengisian daya gratis di jaringan V-GREEN hingga Maret 2029.

Bagi konsumen yang masih mempertimbangkan mobil listrik, persoalan seperti biaya penggunaan, pengisian baterai, layanan purnajual, dan nilai kendaraan ketika akan dijual kembali memang menjadi bagian dari keputusan membeli.

Di arena VinFast, VF MPV 7 menjadi salah satu model yang mendapat perhatian. Mobil ini menyasar kebutuhan keluarga dengan kabin yang luas dan fleksibel, sekaligus menawarkan alternatif mobilitas listrik untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Sementara VF 3 dan VF 6 menyasar kebutuhan mobilitas yang lebih personal, dengan karakter kendaraan yang berbeda. Ketiganya bisa langsung dicoba pengunjung selama pameran.

CEO VinFast Indonesia Arunodoy Das mengatakan Semarang dan Jawa Tengah memiliki kebutuhan mobilitas yang beragam, mulai dari aktivitas keluarga hingga kebutuhan pekerjaan.

Menurutnya, GIIAS Semarang menjadi kesempatan bagi konsumen untuk melihat langsung bukan hanya kendaraan listrik VinFast, tetapi juga ekosistem yang mendukung penggunaannya, mulai dari infrastruktur pengisian daya hingga layanan purnajual.

.

VinFast sendiri telah lebih dari dua tahun hadir di Indonesia. Perusahaan terus memperluas jajaran produk, jaringan distribusi dan layanan purnajual, sekaligus mengembangkan infrastruktur pengisian daya V-GREEN.

Di tengah semakin banyaknya merek mobil listrik yang masuk ke pasar Indonesia, persaingan kini tidak lagi berhenti pada siapa yang punya mobil paling menarik.

Pertanyaan berikutnya justru lebih sederhana: siapa yang mampu membuat konsumen merasa nyaman setelah mobil itu masuk garasi?

GIIAS Semarang 2026 menjadi salah satu panggung bagi VinFast untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengamankan seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, yang diduga menggelapkan dana perusahaan hingga Rp100 juta melalui pencairan cashback fiktif. Modusnya, pengunjung mandiri dicatat seolah-olah rombongan biro perjalanan agar memenuhi syarat pencairan cashback. Polisi masih mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta
IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang meminta rencana pengembangan panas bumi atau geotermal di kawasan Gedongsongo dan Sepakung dikaji ulang. Dalam audiensi dengan DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (16/10/2026), PCNU menyoroti potensi dampak terhadap sumber mata air, pertanian, dan pariwisata serta mendorong studi banding ke daerah yang telah mengembangkan proyek serupa.
PCNU Kabupaten Semarang Minta Proyek Geotermal Dikaji Ulang, Ditengarai Ancam Pertanian dan Wisata
[pekok2]