KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana saat dikonfirmasi di Mapolres Semarang, Selasa (11/8/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus perampokan disertai pembunuhan pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terungkap dari jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online.

Polisi menemukan petunjuk penting setelah mendapat informasi dari wilayah Kabupaten Grobogan terkait seorang pengemudi GoRide yang mengantarkan salah satu tersangka dari Grobogan menuju Ambarawa, tepatnya di daerah Ngampin.

Menariknya, ongkos perjalanan tersebut diduga dibayar menggunakan satu unit handphone. Dari informasi tersebut, polisi kemudian menelusuri identitas pengemudi ojek online yang pertama kali menerima pembayaran berupa HP tersebut.

“Awalnya kita dapat informasi dari Grobogan, ada Gojek, GoRide dari Grobogan ke Ambarawa. Dia dibayar menggunakan satu buah HP,” ungkap Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Dari pengemudi ojol tersebut, penyidik kemudian memperoleh informasi berupa nama dan nomor telepon yang mengarah kepada tersangka.

“Jadi dari situ kami curigai, kami selidiki nomor dari driver yang pertama. Dari driver itulah baru kita dapat temukan nama maupun nomor tersangka,” jelasnya.

Petunjuk tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian penyelidikan hingga polisi berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito.

Polisi juga memastikan motif di balik aksi kedua tersangka adalah persoalan ekonomi. Salah satu tersangka, DPP, disebut memiliki sejumlah utang yang berkaitan dengan usaha yang dijalankannya.

“Kalau motifnya itu ekonomi, benar-benar ekonomi,” katanya.

DPP diketahui memiliki beberapa utang, termasuk yang berkaitan dengan usaha tepung yang dijalaninya. Kondisi ekonomi tersebut kemudian diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong kedua tersangka merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan di konter Royal Phone.

Sementara itu, polisi membantah rumor yang beredar di masyarakat terkait dugaan keterlibatan perempuan berinisial V dalam kasus tersebut. V sempat dikaitkan dengan kasus ini dan disebut-sebut sebagai kekasih salah satu tersangka sekaligus diduga memiliki hubungan dengan korban.

“Jadi terkait rumor yang beredar bahwa kekasihnya dari tersangka ini inisialnya V, tidak ada kaitannya dengan korban. Jadi bukan mantan korban, bukan juga kekasih korban,” tegasnya.

Polisi menjelaskan, hubungan V dengan korban hanya sebatas transaksi jual beli handphone. V disebut pernah membeli HP di konter Royal Phone pada 2024.

“Kenalnya dengan korban itu, pacar tersangka hanya pernah beli HP tahun 2024 itu saja,” jelasnya.

Dengan demikian, polisi menegaskan bahwa aksi pencurian dengan kekerasan tersebut sejauh ini hanya melibatkan dua tersangka yang telah diamankan. Dalam perkembangan terbaru, penyidik masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi.

“Perkembangan saat ini kami sudah memeriksa tambahan-tambahan saksi, termasuk V yang beredar rumor sebagai otak pelaku. Perlu kami sampaikan tidak ada hubungannya,” ungkapnya.

Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan kepada kejaksaan untuk memasuki tahap pertama proses penuntutan.

“Sampai saat ini kami sedang melengkapi berkas-berkas untuk dilengkapi sampai tahap satu kepada kejaksaan,” pungkasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang