KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana saat dikonfirmasi di Mapolres Semarang, Selasa (11/8/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kasus perampokan disertai pembunuhan pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, terungkap dari jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online.

Polisi menemukan petunjuk penting setelah mendapat informasi dari wilayah Kabupaten Grobogan terkait seorang pengemudi GoRide yang mengantarkan salah satu tersangka dari Grobogan menuju Ambarawa, tepatnya di daerah Ngampin.

Menariknya, ongkos perjalanan tersebut diduga dibayar menggunakan satu unit handphone. Dari informasi tersebut, polisi kemudian menelusuri identitas pengemudi ojek online yang pertama kali menerima pembayaran berupa HP tersebut.

“Awalnya kita dapat informasi dari Grobogan, ada Gojek, GoRide dari Grobogan ke Ambarawa. Dia dibayar menggunakan satu buah HP,” ungkap Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).

Dari pengemudi ojol tersebut, penyidik kemudian memperoleh informasi berupa nama dan nomor telepon yang mengarah kepada tersangka.

“Jadi dari situ kami curigai, kami selidiki nomor dari driver yang pertama. Dari driver itulah baru kita dapat temukan nama maupun nomor tersangka,” jelasnya.

Petunjuk tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian penyelidikan hingga polisi berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito.

Polisi juga memastikan motif di balik aksi kedua tersangka adalah persoalan ekonomi. Salah satu tersangka, DPP, disebut memiliki sejumlah utang yang berkaitan dengan usaha yang dijalankannya.

“Kalau motifnya itu ekonomi, benar-benar ekonomi,” katanya.

DPP diketahui memiliki beberapa utang, termasuk yang berkaitan dengan usaha tepung yang dijalaninya. Kondisi ekonomi tersebut kemudian diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong kedua tersangka merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan di konter Royal Phone.

Sementara itu, polisi membantah rumor yang beredar di masyarakat terkait dugaan keterlibatan perempuan berinisial V dalam kasus tersebut. V sempat dikaitkan dengan kasus ini dan disebut-sebut sebagai kekasih salah satu tersangka sekaligus diduga memiliki hubungan dengan korban.

“Jadi terkait rumor yang beredar bahwa kekasihnya dari tersangka ini inisialnya V, tidak ada kaitannya dengan korban. Jadi bukan mantan korban, bukan juga kekasih korban,” tegasnya.

Polisi menjelaskan, hubungan V dengan korban hanya sebatas transaksi jual beli handphone. V disebut pernah membeli HP di konter Royal Phone pada 2024.

“Kenalnya dengan korban itu, pacar tersangka hanya pernah beli HP tahun 2024 itu saja,” jelasnya.

Dengan demikian, polisi menegaskan bahwa aksi pencurian dengan kekerasan tersebut sejauh ini hanya melibatkan dua tersangka yang telah diamankan. Dalam perkembangan terbaru, penyidik masih melakukan pemeriksaan tambahan terhadap sejumlah saksi.

“Perkembangan saat ini kami sudah memeriksa tambahan-tambahan saksi, termasuk V yang beredar rumor sebagai otak pelaku. Perlu kami sampaikan tidak ada hubungannya,” ungkapnya.

Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum diserahkan kepada kejaksaan untuk memasuki tahap pertama proses penuntutan.

“Sampai saat ini kami sedang melengkapi berkas-berkas untuk dilengkapi sampai tahap satu kepada kejaksaan,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
Pemkot Semarang menertibkan sekitar 57 pedagang kaki lima di sepanjang Jalan Kaligawe Raya hingga perbatasan Demak, Selasa (3/11/2026). Penertiban dilakukan untuk membuka akses normalisasi drainase sepanjang hampir empat kilometer yang terhambat bangunan dan sampah. Langkah ini diharapkan memperlancar aliran air serta mengurangi potensi banjir di kawasan Kaligawe dan Genuk.
Penertiban PKL Kaligawe hingga Perbatasan Sayung Berlangsung Kondusif, Normalisasi Drainase Segera Dilakukan
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]