KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta

Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta

Manipulasi Data Pengunjung Wisata, Mantan Marketing Dusun Semilir Gelapkan Uang Perusahaan Ratusan Juta

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana. Foto: IST/ Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Seorang mantan marketing objek wisata Dusun Semilir, Kabupaten Semarang, diamankan Satreskrim Polres Semarang karena diduga melakukan penggelapan dana perusahaan melalui pencairan cashback fiktif. Akibat perbuatan tersebut, perusahaan ditaksir mengalami kerugian hingga Rp100 juta.

Perempuan berinisial OW (23), warga Kabupaten Purworejo, diduga memanipulasi data kunjungan wisatawan untuk mengelabui perusahaan. Pengunjung yang datang secara mandiri dicatat seolah-olah merupakan rombongan dari biro perjalanan atau agen travel yang berhak mendapatkan cashback.

“Pelaku saat melakukan aksinya sebagai marketing objek wisata Dusun Semilir, dengan modus memanipulasi data. Pengunjung nonbiro perjalanan yang datang ke lokasi wisata dimasukkan datanya sebagai rombongan dari biro perjalanan, sehingga pelaku mendapatkan cashback atau fee dari perusahaan,” jelas Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Menurut Bodia, OW mulai bekerja di lokasi wisata tersebut pada akhir 2022. Aksi pencairan cashback fiktif itu diduga dilakukan pada pertengahan 2023 hingga dana yang berhasil dicairkan mencapai sekitar Rp100 juta.

“Pelaku bekerja mulai akhir 2022, dan pada pertengahan 2023 pelaku OW melakukan aksinya hingga berhasil mencairkan dana seratus juta rupiah,” ungkapnya.

Kasus ini terungkap setelah pihak perusahaan melaporkan dugaan penggelapan tersebut kepada Polres Semarang. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil mengamankan OW pada Kamis (8/10/2026) di wilayah Kabupaten Purworejo.

“Keterangan awal, pelaku mencairkan cashback fiktif ke beberapa rekening milik rekan, termasuk milik ayah tirinya, yang diakui sebagai agen travel atau biro perjalanan. Saat ini pelaku sudah kami amankan dan akan kami lakukan pendalaman lebih lanjut,” pungkas Bodia.

Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk alur pencairan dana dan keterlibatan pihak lain dalam dugaan penggelapan yang menyebabkan kerugian perusahaan hingga Rp100 juta itu. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Polsek Tengaran, Polres Semarang, memberikan edukasi tentang bahaya narkoba dan pencegahan perundungan kepada 147 siswa SDN Sugihan 01, Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (13/10/2026). Melalui program Polisi Sahabat Anak (POLSANA), polisi mengajak siswa menghindari narkoba, tidak melakukan kekerasan terhadap teman, serta melaporkan perundungan kepada guru atau orang tua.
Cegah Perundungan, Aipda Joko Sambangi SDN Sugihan 01 Tengaran. Tekankan Siswa harus Saling Menghargai
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan keprihatinan atas dugaan perundungan yang menyebabkan seorang murid SDN 1 Kebondalem, Kabupaten Pemalang, meninggal dunia. Saat ditemui di Ungaran, Sabtu (10/10/2026), ia menegaskan pentingnya memperkuat budaya sekolah yang aman melalui kerja sama sekolah, keluarga, masyarakat, dan media serta meningkatkan pengawasan terhadap anak di ruang digital.
Kasus Dugaan Perundungan di SDN Kebondalem Pemalang, Mendikdasmen Sebut Tayangan di Media Turut Jadi Pemicu
[pekok2]