RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kontingen Kabupaten Semarang menutup perjuangannya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026 dengan menempati peringkat ke-10. Hingga hasil terakhir yang diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Semarang, kontingen tuan rumah berhasil mengoleksi 25 medali emas, 30 perak, dan 32 perunggu.
Meski belum mencapai target awal sebanyak 30 medali emas, capaian tersebut dinilai menjadi kemajuan dibandingkan Porprov 2023 di Pati Raya. Selain perolehan medali yang meningkat, posisi Kabupaten Semarang juga naik ke peringkat 10 dari raihan sebelumnya di peringkat 11.
Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, mengaku cukup lega dan bahagia dengan hasil yang diraih para atlet. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah perjuangan atlet dan pelatih yang telah mempersiapkan diri sejak enam bulan sebelum pertandingan.
“Kalau bicara puas, kami yakin ini belum menjadi sebuah kepuasan bagi tim. Teman-teman tentu berharap bisa mendapatkan hasil lebih baik lagi. Namun, dari hasil yang kami terima, ini sudah cukup luar biasa,” ujarnya saat konferensi pers di ruang media center Porprov Jateng XVII, gedung PGRI Kabupaten Semarang, Jumat (30/10/2026) sore.
Dody mengakui, tidak seluruh cabang olahraga (cabor) mampu memenuhi ekspektasi. Salah satu yang menjadi catatan evaluasi adalah tenis meja. Padahal, sebagai tuan rumah penyelenggaraan, cabor tersebut diharapkan mampu menyumbangkan medali bagi Kabupaten Semarang.
“Persaingan antarkontingen pada cabor tenis meja berlangsung cukup ketat. Persiapan yang telah kita lakukan ternyata belum mampu mengimbangi kesiapan daerah lain,” kata Dody.
Sebaliknya, cabor karate menjadi salah satu penyumbang prestasi yang membanggakan. Dari hasil pertandingan Porprov XVII kali ini, karate berhasil menyumbangkan tujuh medali emas.
“Yang cukup membanggakan adalah karate. Cabor ini bisa mendapatkan tujuh medali emas,” ungkapnya.
Dody menambahkan, realisasi target perolehan medali Kabupaten Semarang mencapai sekitar 85 persen. Ia menegaskan, capaian tersebut bukan dipengaruhi iming-iming bonus, melainkan berdasarkan evaluasi hasil babak kualifikasi (BK) serta persiapan masing-masing cabor.
“Persaingan Porprov kali ini semakin merata. Sejumlah cabor yang sebelumnya didominasi satu daerah, saat ini bisa diraih beberapa kabupaten/kota. Artinya, kualitas daerah-daerah tersebut semakin membaik sehingga prestasi tidak lagi tersentral di satu daerah,” jelasnya.
Selain mengevaluasi hasil pertandingan, Dody mengapresiasi penyelenggaraan Porprov XVII di Kabupaten Semarang. Secara umum, pelaksanaan pertandingan di sejumlah venue berjalan sesuai jadwal dan tidak ditemukan insiden menonjol. Meski masih terdapat satu dua cabor yang menyisakan pertandingan, hal tersebut dinilai masih dalam batas kewajaran. Pihaknya juga telah meminta seluruh cabor melakukan pemeriksaan medis akhir terhadap atlet yang bertanding di wilayah Kabupaten Semarang.
“Memang sempat ada kontingen dari Banjarnegara yang harus dibawa ke RSUD Gunawan Mangunkusumo Ambarawa setelah pertandingan karena diduga mengalami kelelahan. Namun, setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan sekitar dua jam, atlet boleh pulang,” ungkapnya.
Ke depan, Dody berharap munculnya atlet-atlet muda Kabupaten Semarang yang mampu bersaing di tingkat provinsi menjadi modal penting untuk pembinaan olahraga. Menurutnya, kesempatan atlet muda untuk berkompetisi juga dipengaruhi regulasi masing-masing cabor.
“Sebab, tidak semua nomor pertandingan menerapkan batasan usia,” sambungnya.
Di akhir keterangannya, Dody turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua atlet dalam pelaksanaan Porprov XVII Jateng 2026, masing-masing atlet pencak silat asal Kota Semarang dan atlet selam asal Kabupaten Jepara.
“Semoga ini menjadi perhatian bersama agar aspek keselamatan dan kesehatan atlet semakin diutamakan dalam penyelenggaraan kompetisi olahraga,” tutupnya. (win)











