KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal

Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal

Diduga Alami Rem Blong, Truk Tronton Tabrak Tiga Motor Di JLS Salatiga, Satu Orang Meninggal

Polisi bersama warga sedang mengevakuasi truk yang terlibat laka.  (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Salatiga, tepatnya di depan Kantor BPBD Kota Salatiga, Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga, Rabu (12/08/2026) malam.

Kecelakaan tersebut melibatkan Truk Dyno Tronton Nomor Polisi B-9072-SM dengan tiga sepeda motor, masing-masing Honda Beat H-6609-TI, Honda Genio H-4984-OL, dan Honda Beat T-4657-ZB.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang menjadi korban. Satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka berat, dan dua orang mengalami luka ringan.

Kasat Lantas Polres Salatiga AKP Henry Sulistyanta menjelaskan, berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi kejadian dan keterangan saksi, Truk Dyno Tronton yang dikemudikan D (48), warga Kepuh, Lemah Sugih, Majalengka, melaju dari arah Cebongan menuju Blotongan.

“Sesampainya di lokasi kejadian, diduga kendaraan mengalami gangguan pada sistem pengereman sehingga kendaraan oleng ke lajur sebelah kanan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju tiga sepeda motor, sehingga terjadi benturan dan kecelakaan lalu lintas,” jelas Henry Sulistyanta di lokasi kecelakaan.

Akibat kejadian tersebut, pengemudi Truk Dyno Tronton mengalami luka sobek pada bagian mata dan wajah serta mendapatkan perawatan medis di RSUD Kota Salatiga.

Sementara pengendara Honda Beat H-6609-TI, AY (30), warga Kebondowo, Banyubiru Kab. Semarang, mengalami cedera kepala berat dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Pembonceng Honda Beat tersebut, RD, warga Kebondowo, Banyubiru Kab Semarang, mengalami memar pada kepala serta patah tulang pada kaki kanan dan mendapatkan perawatan di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.

Pengendara Honda Genio H-4984-OL, LA (34), Warga Daleman, Tuntang, Kab. Semarang, juga menjadi korban dan mengalami luka pada bagian kepala. Korban dalam kondisi tidak sadar dan mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Soebarkat Tjitrodarmodjo Kota Salatiga.

Sementara pengendara Honda Beat T-4657-ZB tidak dilaporkan mengalami luka.

Menerima laporan kejadian, personel Satlantas Polres Salatiga segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan dan olah TKP, mengamankan barang bukti, memberikan pertolongan kepada para korban, melakukan pengecekan rekaman CCTV di sekitar lokasi, mengumpulkan keterangan para saksi, serta memastikan kondisi korban di rumah sakit.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Pengemudi kendaraan berat wajib memastikan kendaraan dalam kondisi laik dan aman sebelum beroperasi. Apabila terdapat gangguan teknis, segera lakukan pemeriksaan dan jangan memaksakan kendaraan untuk tetap berjalan,” tegas Kasat.

Selain itu, seluruh pengguna jalan diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menjaga jarak aman, terutama ketika melintas di jalur yang memiliki arus lalu lintas cukup padat.

Peristiwa kecelakaan tersebut saat ini sedang ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Salatiga, dilaksanakan penyelidikan dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan tersebut. (rief)

Rekaman video amatir laka JLS

Kabar Terkini

POPULER

DPRD Kabupaten Semarang meminta sosialisasi rencana pengembangan geothermal Gunung Ungaran tidak menjadi formalitas agar masyarakat dapat menyatakan menerima atau menolak proyek tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Semarang Said Riswanto menyampaikan hal itu di Ungaran, Kamis (10/9/2026), karena suara warga dinilai penting dalam proses pembangunan dan pengelolaan lingkungan.
DPRD Kabupaten Semarang Ingatkan Sosialisasi Geothermal Jangan Dianggap Persetujuan Warga
Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang, Sabtu (12/9/2026), menampilkan keragaman budaya sekaligus semangat toleransi masyarakat. Wali Kota Semarang Agustina mengapresiasi keterlibatan masyarakat lintas agama dalam kegiatan tersebut. Lebih dari 1.000 peserta dari 38 kontingen mengikuti pawai sepanjang sekitar 2,5 kilometer dari Balai Kota menuju Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Mandra "Sidoel" ikut Pawai Pembukaan MTQ di Semarang