RASIKAFM.COM | BOYOLALI – Jenazah Deni Dwi Saputra, salah satu korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8, tiba di rumah duka di Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (25/9/2026) pagi.
Tangis keluarga pecah saat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans dan dibawa masuk ke rumah duka. Sejumlah kerabat dan tetangga turut menyambut kedatangan jenazah setelah Deni dinyatakan ditemukan dalam operasi pencarian selama sembilan hari.
Orang tua, saudara, dan Dewi Indrati istri Deni tampak berusaha menguatkan diri saat peti jenazah tiba di rumah.
Paman korban, Mawardi, mengatakan Deni ditemukan pada Selasa (22/9/2026) di dalam badan kapal. Identitas korban awalnya dikenali dari pakaian yang dikenakannya.
“Yang pertama kali ditemukan itu identitas dari kaos biru yang dikenakan korban, bertuliskan Komunitas Sopir Boyolali. Jaketnya juga ditemukan. Akhirnya dinyatakan itu adalah Deni Saputra. Informasi dari Basarnas, ditemukan di dalam kapal,” kata Mawardi.
Deni kemudian menjalani proses identifikasi untuk memastikan identitasnya. Pencocokan dilakukan dengan data antemortem, termasuk sampel DNA ibu dan kakaknya.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Deni diterbangkan dari Samarinda menuju Bandara Ahmad Yani Semarang pada Jumat pagi, sebelum kemudian dibawa ke rumah duka di Boyolali.
Deni merupakan warga Desa Candi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Sebelum menjadi korban, Deni bekerja sebagai sopir bersama tetangganya, Danang Heriyanto, yang bertugas sebagai kernet. Keduanya mengantarkan muatan paket menuju Kalimantan.
Namun, perjalanan tersebut berakhir tragis setelah KM Virgo Transport 8 tenggelam. Keduanya kemudian dinyatakan sebagai korban dalam kecelakaan kapal tersebut.
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Deni dimakamkan di tempat pemakaman umum desa setempat yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka. Jumat (25.9.2026) siang.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Boyolali masih mendalami informasi terkait kemungkinan adanya satu korban lain yang diduga merupakan warga Boyolali.
Plt Kepala BPBD Boyolali, Ari Wahyu Prabowo, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman dan menunggu informasi resmi terkait identitas korban tersebut.
“Informasi pertama ada dua korban, tetapi kami masih mendapatkan informasi lagi ada satu korban lagi. Ini masih saya gali informasi lebih lanjut. Nanti kami informasikan perkembangan korban yang ketiga,” ujar Ari.
Menurut Ari, dua korban yang sebelumnya teridentifikasi merupakan penumpang, sementara satu korban lainnya disebut diduga merupakan anak buah kapal (ABK).
“Yang dua orang ini merupakan penumpang dan yang satunya ini merupakan ABK. Nanti akan kami informasikan lebih lanjut ketika ada rilis secara resmi,” katanya.










