KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo

Sejumlah siswa SMK Salatiga saat gelar aksi demo

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Ratusan siswa SMK Negeri 1 Kota Salatiga, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa di lingkungan sekolah, Senin. Mereka mempertanyakan rencana pembangunan gedung baru yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan awal terkait penyediaan ruang ekspresi siswa.

Aksi tersebut berlangsung di lapangan sekolah hingga area teras ruang kepala sekolah. Para siswa menyampaikan aspirasi melalui teriakan dan membentangkan spanduk berisi tuntutan agar pihak sekolah memberikan kejelasan terkait pembangunan fasilitas yang sebelumnya dijanjikan.

Persoalan bermula ketika siswa meminta adanya ruang terbuka sebagai tempat berekspresi dan berkegiatan. Menurut siswa, pihak sekolah sebelumnya telah menyampaikan rencana pembangunan ruang tersebut.

Namun, dalam perkembangannya, siswa mendapat informasi bahwa area yang semula direncanakan sebagai ruang ekspresi justru akan digunakan untuk pembangunan gedung ruang praktik siswa.

Perubahan rencana itu kemudian memicu kekecewaan sejumlah siswa hingga akhirnya mereka menggelar aksi untuk meminta penjelasan dari pihak sekolah.

Dalam aksi tersebut, tidak ada siswa yang bersedia memberikan keterangan kepada awak media. Mereka memilih menyampaikan aspirasi melalui aksi bersama.

Kepala SMK Negeri 1 Salatiga, Harti, mengatakan aksi tersebut terjadi akibat kesalahpahaman antara pihak sekolah dan siswa terkait rencana pembangunan fasilitas.

Menurutnya, ruang ekspresi siswa tetap akan dibangun, namun lokasinya dipindahkan ke tempat lain. Sementara lahan yang sebelumnya direncanakan untuk ruang ekspresi akan digunakan untuk pembangunan ruang praktik siswa.

“Ini sebenarnya karena ada miskomunikasi. Ruang ekspresi tetap ada, hanya lokasinya yang dipindahkan,” ujar Harti.

Pihak sekolah mengaku telah melakukan sosialisasi terkait perubahan rencana tersebut. Namun, informasi itu belum sepenuhnya diterima oleh seluruh siswa sehingga menimbulkan persepsi berbeda.

Setelah aksi berlangsung, pihak sekolah kemudian menggelar audiensi bersama perwakilan siswa. Dalam pertemuan tersebut, sekolah menjelaskan rencana pembangunan gedung ruang praktik siswa serta memastikan keberadaan ruang ekspresi bagi siswa tetap menjadi bagian dari program sekolah.

Pihak sekolah berharap melalui dialog tersebut, kesalahpahaman dapat diselesaikan dan proses pembangunan fasilitas sekolah dapat berjalan sesuai rencana.

Harti berikan keterangan media

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]