Semarang, 16 September 2026 – Suasana Kampus BINUS @Semarang tampak ramai siang itu. Mahasiswa menyimak serius paparan tentang Artificial Intelligence (AI), teknologi yang kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus mulai mengubah cara dunia bekerja.
AI tidak lagi sekadar menjadi teknologi masa depan. Penggunaannya sudah masuk ke berbagai sektor, mulai dari bisnis, industri kreatif, pendidikan, layanan publik, hingga finansial.
Perubahan inilah yang membuat kebutuhan terhadap talenta digital ikut bergeser. Generasi muda tidak cukup hanya bisa menggunakan teknologi AI. Mereka juga dituntut memahami cara kerjanya, mengolah data, berpikir kritis, serta mampu mengubah teknologi menjadi solusi bagi persoalan nyata.
Melihat kebutuhan tersebut, BINUS University memperluas akses pendidikan Artificial Intelligence melalui peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang, Rabu, 16 September 2026.
Program ini menjadi bagian dari semangat AI Empowers @ BINUS, yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna AI, tetapi juga memahami cara mengembangkan dan menerapkannya secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.
Bagi BINUS, pendidikan AI bukan semata-mata soal kemampuan teknis.
Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kolaborasi, pemecahan masalah, serta pemahaman bisnis. Karena itu, proses pembelajaran diarahkan melalui proyek nyata dan kolaborasi dengan dunia industri.
Rektor BINUS University, Dr. Nelly, S.Kom., M.M., mengatakan penguasaan AI perlu diarahkan untuk melahirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perluasan Program Artificial Intelligence merupakan bagian dari komitmen BINUS University untuk membuka kesempatan yang semakin luas bagi generasi muda Indonesia dalam menguasai teknologi masa depan. Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi inovator yang menghadirkan solusi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Dr. Nelly.
Bukan Sekadar Belajar AI
Di BINUS @Semarang, program ini sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai Digital Transformation and AI Experience Campus.
Pendekatannya tidak berhenti pada teori di ruang kelas. Mahasiswa akan mendapatkan pengalaman untuk mengeksplorasi, mengembangkan, menguji, hingga mengevaluasi penerapan AI melalui berbagai proyek dan kolaborasi.
Direktur Kampus BINUS @Semarang, Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom., mengatakan transformasi digital membutuhkan talenta yang mampu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan manusia, bisnis, dan masyarakat.
“Transformasi digital bukan sekadar mengadopsi teknologi baru, tetapi tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk memperbaiki proses, menciptakan pengalaman yang lebih baik, dan memberikan solusi bagi berbagai kebutuhan,” ujar Dr. Fredy.
Menurutnya, mahasiswa perlu dibiasakan menghadapi persoalan nyata. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan, mengolah data, mengevaluasi hasil, hingga mengembangkan solusi teknologi yang dapat diterapkan secara bertanggung jawab.
Dengan pendekatan tersebut, AI tidak diposisikan hanya sebagai perangkat teknologi, tetapi sebagai bagian dari proses perubahan.

Dari Machine Learning hingga Robotics
Dari sisi akademik, Program Artificial Intelligence BINUS University dirancang secara multidisiplin.
Mahasiswa akan mempelajari sejumlah fondasi dan teknologi yang berkaitan dengan AI, mulai dari matematika, data science, machine learning, computer vision, natural language processing, hingga Internet of Things dan robotics.
Dekan School of Computer Science BINUS University, Prof. Dr. Ir. Derwin Suhartono, S.Kom., M.T.I., mengatakan tantangan generasi muda bukan lagi sekadar mengenal AI, tetapi bagaimana mampu bekerja berdampingan dengan teknologi tersebut.
“Pertanyaan penting saat ini bukan lagi apakah AI akan menggantikan manusia, melainkan apakah generasi muda telah memiliki kompetensi untuk bekerja berdampingan dengan AI,” jelas Prof. Derwin.
Menurutnya, mahasiswa tetap membutuhkan fondasi akademik yang kuat agar mampu mengevaluasi hasil yang diberikan AI, mengembangkan solusi, serta menggunakan teknologi secara strategis, etis, dan bertanggung jawab.
Sebab, teknologi secanggih apa pun tidak otomatis menghasilkan manfaat apabila tidak terhubung dengan kebutuhan pengguna dan tujuan yang ingin dicapai.
Industri Menunggu Talenta Baru
Kebutuhan dunia kerja juga menjadi perhatian dalam pengembangan program ini.
Perusahaan kini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu mengoperasikan berbagai perangkat berbasis AI. Dunia industri juga membutuhkan talenta yang mampu memahami persoalan bisnis, berpikir kritis, bekerja dalam tim, berkomunikasi, dan menerjemahkan teknologi menjadi solusi.
Pengalaman bekerja melalui proyek dan kolaborasi industri diharapkan membuat mahasiswa lebih memahami bagaimana AI digunakan dalam situasi nyata.
Pengalaman alumni pun menjadi bagian penting dalam menggambarkan kebutuhan tersebut.
I Gusti Bagus Ramadha, alumni BINUS University yang kini berkarier sebagai AI Engineer di GDP Labs, mengatakan perkembangan teknologi yang sangat cepat membuat kemampuan untuk terus belajar dan beradaptasi menjadi semakin penting.
“Pengalaman belajar di BINUS membantu saya tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga belajar bekerja dalam tim, menyampaikan gagasan, serta menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan permasalahan nyata,” ungkap Rama.
Semarang dan Tantangan Era AI
Peluncuran Program Artificial Intelligence di BINUS @Semarang sekaligus mempertemukan dunia pendidikan, industri, alumni, dan generasi muda dalam satu ruang.
Peserta mendapatkan gambaran mengenai perkembangan AI, kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja, hingga peluang penerapannya di berbagai sektor.
Bagi generasi muda, perubahan ini membawa satu pesan penting: AI bukan hanya teknologi yang harus digunakan, tetapi kemampuan yang perlu dipahami.
Melalui Program Artificial Intelligence dan semangat #AIverywhereInBINUS, BINUS University ingin membangun talenta yang mampu memahami teknologi sekaligus proses transformasi di baliknya.
Tujuannya bukan sekadar mencetak orang yang mahir menggunakan AI, tetapi generasi yang mampu menciptakan solusi, beradaptasi dengan perubahan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.













