KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

TBM Gemilang Salatiga Ajari Anak bikin Animasi Konten Literasi Digital

TBM Gemilang Salatiga Ajari Anak bikin Animasi Konten Literasi Digital

TBM Gemilang Salatiga Ajari Anak bikin Animasi Konten Literasi Digital

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Literasi digital terus berkembang. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gemilang Salatiga mendorong masyarakat tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan konten edukatif. Salah satunya melalui pelatihan membuat animasi untuk konten literasi di Gedung Pertemuan Kantor Kecamatan Argomulyo, Minggu (13/9/2026).

Pelatihan tersebut diikuti pegiat dan relawan literasi, remaja, serta masyarakat yang tertarik mengembangkan konten digital. Kegiatan menjadi bagian dari program yang diusulkan TBM Gemilang dan mendapat fasilitasi bantuan pemerintah dari Kemendikdasmen melalui Balai Pengembangan dan Pembinaan Bahasa bagi komunitas literasi.

CEO dan Founder Educa Studio sekaligus pendiri Gamelab Indonesia, Andi Taru, hadir sebagai pemateri. Peserta tidak hanya dikenalkan pada teknik dasar animasi, tetapi juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan literasi secara kreatif.

Ketua TBM Gemilang Azzahra mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca buku. Pengetahuan dan keterampilan digital juga perlu dikembangkan agar gerakan literasi mampu mengikuti perubahan zaman.

Bunda Literasi Kecamatan Argomulyo Susanti Agus Dwi Budiono mengapresiasi pelatihan tersebut. Menurutnya, pemanfaatan media digital dapat menjadi salah satu cara meningkatkan minat literasi anak sekaligus menjaga keberlangsungan literasi budaya di tengah perkembangan teknologi.

Andi Taru menegaskan, teknologi tidak harus diposisikan sebagai lawan buku. Justru, teknologi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan buku dan berbagai pesan pendidikan kepada generasi yang semakin dekat dengan konten visual.

“Animasi bukan musuh buku, tetapi jembatan untuk meningkatkan minat baca,” ujar Andi.

Dalam pelatihan, peserta mempelajari tiga elemen penting animasi, yakni visual, audio, dan narasi. Peserta juga dikenalkan tiga tahapan produksi, mulai dari pre-production berupa penyusunan cerita, naskah, desain karakter dan storyboard, kemudian production, hingga post-production yang meliputi dubbing, musik, efek suara dan penyuntingan.

Menurut Andi, animasi untuk pendidikan tidak cukup hanya menarik dan menghibur. Konten harus memiliki pesan yang jelas, aman, sesuai usia penonton, serta mampu melibatkan audiens melalui pertanyaan maupun jeda interaktif. Durasi juga perlu disesuaikan agar pesan dapat diterima tanpa membuat anak cepat bosan.

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin menyerahkan SK perpanjangan kontrak kepada 896 PPPK paruh waktu di Halaman Kantor Pemkot Salatiga, Senin (28/9/2026). Perpanjangan berlaku 1 Oktober 2026 hingga 30 September 2027 sebagai kelanjutan masa kerja dan tanggung jawab pelayanan pemerintahan. Pemkot juga meluncurkan tiga inovasi pengelolaan pendapatan daerah berbasis digital.
896 PPPK di Salatiga kembali Terima SK Perpanjangan Kontrak
Pemkab Semarang mendorong Wisata Edukasi Setepeng di Bergas Lor menjadi pusat pelatihan keterampilan bagi masyarakat, termasuk ASN dan non-ASN menjelang pensiun. Budidaya ayam petelur dan ikan menjadi salah satu pilihan usaha yang dapat dipelajari secara langsung. Kawasan seluas sekitar 2,2 hektare itu juga akan dikembangkan dengan tanaman buah dan komoditas lainnya.
Wisata Edukasi Setepeng Jadi Tempat Belajar Usaha, Bupati Semarang Sasar ASN Jelang Pensiun
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
11 Pendaftar Calon Pimpinan Baznas Salatiga Lolos Administrasi
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
[pekok2]