KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Aji Darma Buktikan Anak SD Bisa Juara KRENOVA 2026, Bersaing dengan Ratusan Inovator Umum

Aji Darma Buktikan Anak SD Bisa Juara KRENOVA 2026, Bersaing dengan Ratusan Inovator Umum

Aji Darma Buktikan Anak SD Bisa Juara KRENOVA 2026, Bersaing dengan Ratusan Inovator Umum

UNGARAN — Usianya masih duduk di bangku sekolah dasar. Namun, Aji Darma Reksa Swastika Gunadi berani mengambil tantangan yang tidak biasa.

Siswa kelas 5 SDN Gedanganak 02, Ungaran, ini mengikuti KRENOVA (Kreativitas dan Inovasi) 2026 yang diselenggarakan Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Semarang melalui kategori masyarakat umum.

Keputusan itu diambil karena KRENOVA 2026 tidak menyediakan kategori khusus bagi siswa sekolah dasar. Alih-alih mundur karena harus bersaing dengan peserta dari berbagai jenjang pendidikan dan latar belakang, Aji justru memilih mencoba.

“Awalnya saya tahu tidak ada kategori untuk anak SD. Tapi saya tetap ingin mencoba. Saya ingin membuktikan bahwa anak SD juga bisa berinovasi dan bersaing dengan peserta umum,” ujar Aji Darma Reksa Swastika Gunadi.

Membawa inovasi bernama “Posyandu Cerdas”, Aji berkompetisi di kategori masyarakat umum dan berhasil meraih juara dalam ajang tersebut.

Lewat “Posyandu Cerdas”, Aji mencoba menjawab kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan inovasi berbasis teknologi. Gagasan tersebut dikembangkan berdasarkan kebutuhan di lingkungan masyarakat dan diolah menjadi sebuah inovasi yang dapat terus dikembangkan.

Pencapaian ini menjadi istimewa karena Aji masih duduk di bangku SD. Ia harus bersaing dengan peserta kategori masyarakat umum dan berhasil mengungguli ratusan inovator dari Kabupaten Semarang.

Perjalanan Aji bermula dari sebuah undangan sekaligus tantangan dari sekolah. Berbekal pengalaman mengikuti berbagai kompetisi, dukungan guru dan orang tua, serta pendampingan dari lingkungan pendidikan, Aji berani mengambil kesempatan tersebut.

Di balik perjalanan tersebut, Aji juga mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan pengembangan prestasi. Tatang Gunadi, S.Kom., M.Si., C.MT., C.IET., ayah Aji sekaligus pendiri dan pengelola Sanggar Prestasi Aksa Swastika, turut mendampingi Aji dalam mengembangkan potensi dan karya inovasinya.

Melalui Sanggar Prestasi Aksa Swastika, Aji mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas, keberanian mencoba, serta pengalaman mengikuti berbagai ajang prestasi.

Tatang mengatakan, perjalanan Aji bukan semata-mata tentang kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi juga proses membangun keberanian dan kemampuan anak dalam mengembangkan gagasan.

“Perjalanan Aji ini menjadi salah satu contoh nyata dari semangat Sanggar Prestasi Aksa Swastika, yaitu mencetak generasi prestasi. Bukan hanya mengejar kemenangan dalam kompetisi, tetapi juga mendorong anak untuk berani menghadapi tantangan, mengembangkan ide, menciptakan inovasi, dan membawa karyanya agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tatang.

Menurutnya, keberanian Aji mengikuti kompetisi melalui kategori masyarakat umum menjadi bagian penting dari proses tersebut.

“Dari sebuah undangan sekolah, lahirlah sebuah keberanian. Dari keberanian mengikuti kategori masyarakat umum, lahirlah sebuah prestasi. Dan dari prestasi tersebut, kini Posyandu Cerdas memasuki perjalanan baru untuk terus dikembangkan,” lanjutnya.

Prestasi di KRENOVA 2026 menambah panjang perjalanan Aji. Sebelumnya, ia juga meraih sejumlah prestasi di tingkat nasional dan mendapatkan Penghargaan Pelajar Unggulan 2026 dari Kemendikdasmen, Kemenpora, dan DPR/MPR RI dalam ajang Festival Pelajar Unggulan.

Namun, kemenangan di KRENOVA 2026 bukan menjadi akhir perjalanan Aji.

Setelah kompetisi, inovasi Posyandu Cerdas mendapatkan pendampingan dari Dr. Sugeng, M.Kes., dari Dewan Riset Kabupaten Semarang sekaligus dosen Universitas Ngudi Waluyo (UNW).

Pendampingan tersebut diarahkan untuk menyempurnakan Posyandu Cerdas agar tidak berhenti sebagai karya dalam sebuah kompetisi, tetapi terus dikembangkan sehingga memiliki manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan tersebut juga diarahkan menuju peluang perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

Perjalanan Aji menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Ketika seorang anak diberikan kesempatan untuk mencoba, didukung guru dan orang tua, serta mendapatkan pendampingan yang tepat, sebuah gagasan dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki nilai dan manfaat.

Bagi Aji, kemenangan di KRENOVA 2026 bukan sekadar piala. Ini menjadi bukti bahwa keberanian mencoba dapat membuka jalan bagi anak-anak untuk menghasilkan karya, bahkan ketika mereka harus bersaing di luar kategori usia dan jenjang pendidikannya. (ben)

Kabar Terkini

POPULER

Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Pemkab Semarang memanfaatkan ganti kerugian aset daerah terdampak Tol Jogja-Bawen senilai sekitar Rp112 miliar untuk membangun fasilitas publik di Bawen. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menjelaskan pembangunan dilakukan dalam bentuk tanah dan bangunan pengganti, meliputi kantor kelurahan, RTH, balai RW, serta gedung TK dan SD yang terdampak proyek tol.
Rp40 Miliar Ganti Rugi Tol Jogja-Bawen Disulap Jadi Fasilitas Publik di Bawen, Ditarget Rampung Februari 2027
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]