URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Empat santri SMP Ruq Al Falah Salatiga, yaitu Muhammad Bintang Putra Syarifudin, Maulana Althaf Daniswara, Siti Zulfa, dan Fadia Aprilia Nugroho, berhasil meraih medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 kategori Edukasi. Prestasi ini diraih oleh para santri yang mewakili sekolah mereka dalam kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dari 27 Mei hingga 2 Juni 2025.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kenalkan Aplikasi Salativerse, Santri SMP Ruq Al Falah Salatiga Raih Gold Medal

Kenalkan Aplikasi Salativerse, Santri SMP Ruq Al Falah Salatiga Raih Gold Medal

Kenalkan Aplikasi Salativerse, Santri SMP Ruq Al Falah Salatiga Raih Gold Medal

Empat santri SMP Ruq Al Falah Salatiga, yaitu Muhammad Bintang Putra Syarifudin, Maulana Althaf Daniswara, Siti Zulfa, dan Fadia Aprilia Nugroho, berhasil meraih medali emas dalam ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 kategori Edukasi. Prestasi ini diraih oleh para santri yang mewakili sekolah mereka dalam kompetisi inovasi internasional yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dari 27 Mei hingga 2 Juni 2025.
Foto dok IST
Santri Al Falah saat menerima penghargaan
featured-img

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Raut wajah lelah namun bahagia nampak dari ke-empat santri SMP Ruq Al Falah Salatiga, mereka adalah Muhammad Bintang Putra Syarifudin, Maulana Althaf Daniswara, Siti Zulfa, dan Fadia Aprilia Nugroho. Pasalnya setelah seminggu mengikuti kompetisi inovasi internasional World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia dari tanggal 27 Mei hingga 2 Juni 2025. Selasa 3 Juni 2025 dinihari tiba di Salatiga.

Usai tiba di Pondok Pesantren tempat mereka menuntut ilmu selama ini, langsung diadakan acara penyambutan karena telah berhasil membawa emas dari ajang bergensi tingkat internasional.

Muhammad Yasin Al Amin, guru pendamping lomba mengatakan keempat santrinya berhasil memenangi lomba yang digelar di Malaysia tersebut dengan membawa pulang medali emas (Gold Medal) kategori Edukasi.

“Alhamdulillah kami berhasil memenangi ajang World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia”. Ujar Yasin Waka Kurikulum unggulan.

Guru pendamping, Nur Aini Dewi Rahmawati menambahkan jika selama olimpiade WYIE berlangsung, booth milik SMP Allah Falah paling ramai dikunjungi peserta dan pengunjung lain dari berbagai negara. Mereka penasaran akan inovasi yang diciptakan siswa.
Siswa mengusung tema Salativerse, yakni sebuah aplikasi metode belajar dan pengenalan kebudayaan Salatiga lewat aplikasi berbasis Augmented Reality (AR). Melalui aplikasi itu, pembelajaran akan semakin menyenangkan dan lebih kekinian.
“Bahkan saat presentasi banyak peserta dari negara lain termasuk dewan juri yang ingin tahu lebih banyak apa itu Salativerse” ujarnya.

Salah seorang santri, Muhammad Bintang Putra Syarifudin mengaku senang bisa mempersembahkan hadiah terbaik bagi sekolahnya, sekaligus membuktikan bahwa santri Al Fallah berkelas.
“Dengan membawa pulang piala semakin menunjukkan jika Salatiga layak diangkat ke ajang internasional, teknologi AR memungkinkan pengguna melihat dan berinteraksi dengan objek-objek budaya”. Ujar Bintang.

Muhammad Bintang Putra Syarifudin, Maulana Althaf Daniswara, Siti Zulfa, dan Fadia Aprilia Nugroho. Saat menerima Gold Medal di Malaysia (Foto dok IST)

Bintang menambahkan dalam ajang WYIE tahun 2025 ini santri sengaja mengangkat tema Salatiga, apalagi belum lama ini kota Salatiga dinobatkan sebagai kota tertoleran nomor satu di Indonesia.

“Salativerse diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk mengenal dan menghargai budaya Salatiga, serta memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di tingkat internasional.” Ujarnya.

Menurutnya Aplikasi ini menggunakan pendekatan yang inovatif dan menyenangkan untuk belajar tentang kebudayaan, sehingga lebih menarik bagi anak-anak dan remaja.

Sementara itu kepala Kepala Sekolah Gunawan Laksono Aji menyebut jika lomba ini kali kedua yang diikuti oleh siswanya.

“Ini kali kedua lomba, tahun sebelumnya kita juga mengikuti dan pulang membawa medali emas” kata Gunawan.

Bintang Syarifudin saat paparan Salativerse

BACA JUGA :

Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Mahasiswa KKN Tim II Undip 2026 mengembangkan potensi ekonomi dan pangan lokal di Desa Purworejo, Wonogiri, selama program pengabdian masyarakat. Sebanyak 10 mahasiswa mendampingi UMKM memanfaatkan Google Maps, QRIS, media sosial, dan website untuk pemasaran, sekaligus mengolah singkong dan ikan lele menjadi BoLeSi sebagai alternatif makanan tambahan bergizi bagi balita.
KKN Undip Dorong Transformasi Desa Purworejo Wonogiri melalui Inovasi Pangan dan Digitalisasi Sektor Ekonomi
Rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran untuk PLTP masih dalam tahap kajian dan belum memasuki pelaksanaan, kata Pemkab Semarang, Kamis (20/8/2026). Pemerintah masih menunggu hasil penelitian potensi geothermal, sekaligus memastikan aspek lingkungan, keamanan, aktivitas warga, dan keberadaan Candi Gedongsongo tetap terlindungi.
Pengembangan Panas Bumi Gunung Ungaran untuk PLTP Bakal Dilanjut, Pemkab Semarang: Masih Tahap Kajian
Satpol PP Kota Salatiga mengedukasi dan mengajak pedagang kaki lima (PKL) bermotor yang berjualan di lingkar dalam Alun-alun Pancasila untuk pindah secara sukarela, Rabu (19/8/2026). Langkah tersebut dilakukan karena aktivitas berjualan dan parkir kendaraan di area tersebut dilarang, sekaligus untuk menjaga ketertiban dan kenyamanan warga dengan pendekatan humanis.
Humanis! Cara Kabid Ketertiban Satpol PP Salatiga Rayu PKL agar Mau Pindah Sukarela
Artis nasional Anang Hermansyah dan Ashanty mengunjungi Kota Salatiga pada Selasa (18/8/2026) malam untuk menjajaki pemanfaatan sejumlah lokasi sebagai tempat pengambilan gambar film. Didampingi Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, rombongan juga menikmati suasana kota sekaligus mengenal potensi budaya, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif setempat.
Kenakan Blangkon Pecis dan Syal Motif Khas Salatiga, Artis Anang dan Ashanty Keliling Kota

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan