URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sebanyak 250 siswa sekolah dasar dari Solo Raya, Sleman, dan Bantul mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2/8/2026). Kegiatan kolaborasi Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo ini bertujuan membantu orang tua mengenali potensi, karakter, dan minat anak sebagai dasar pendampingan serta pengembangan pendidikan yang lebih tepat.

Mbak Google

KABAR RASIKA

250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

250 Anak Antusias ikuti Psikotes Gratis di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

Ratusan anak saat ikuti psikotes gratis di masjid Sheikh Zayed Solo dari Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga (Foto dok IST)
featured-img

RASIKAFM.COM | SOLO — Ratusan orang tua rela mengantar buah hati mereka sejak pagi demi satu tujuan: mengenal lebih dalam potensi dan bakat terpendam sang anak. Itulah gambaran suasana di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2.8.2026), saat 250 siswa sekolah dasar dari berbagai penjuru Solo Raya, Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta serius mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat anak.

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi tiga pihak: Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Ketiganya bersatu dalam satu misi: menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengenali potensi anak sejak usia dini.

Mewakili jajaran pimpinan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KH. Anas dan Munajat, Ph.D., menegaskan bahwa psikotes ini jauh lebih dari sekadar rangkaian soal dan jawaban. Baginya, ini adalah pintu masuk untuk memahami bakat, minat, karakter, dan potensi anak secara utuh, sekaligus menjadi pijakan bagi orang tua dalam menentukan pola pendampingan dan arah pendidikan yang tepat.

“Setiap anak adalah pribadi yang unik dengan potensi yang berbeda-beda. Melalui pemetaan yang dilakukan secara ilmiah, orang tua memperoleh gambaran yang lebih objektif sehingga dapat mengarahkan anak sesuai kekuatan dan minatnya,” ujarnya.

Sejak pagi, aula masjid dipadati peserta yang datang bersama orang tua. Meski jumlahnya ratusan, suasana tetap tertib, hangat, dan penuh semangat. Setiap anak didampingi tim profesional dalam menjalani seluruh tahapan tes.

Yang menarik, antusiasme justru tidak surut setelah tes usai. Banyak orang tua memilih bertahan di lokasi untuk berdiskusi dan menggali lebih jauh makna di balik hasil pemetaan potensi anak mereka. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan berbasis potensi dan karakter kian tumbuh.

Anggit K. Wisuda dari Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan luar biasa ini. Kuota 250 peserta bahkan penuh hanya dalam sehari sejak pendaftaran dibuka. “Kalau tidak dibatasi, peminatnya pasti jauh lebih banyak lagi,” ungkapnya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua, Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Mavi Solo, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terus terang, kami tidak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini. Dukungan orang tua yang luar biasa menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.

Pendidikan Bukan Hanya Soal Nilai, Tapi Menemukan Keunikan

Anggit berharap hasil psikotes ini menjadi bekal berharga baik bagi orang tua maupun sekolah dalam memahami karakter belajar, kecenderungan bakat, serta potensi setiap anak didik. Dengan begitu, proses pendidikan tidak lagi terpaku semata pada capaian akademik, melainkan juga pada pengembangan keunikan yang dimiliki setiap anak.

Melalui kegiatan ini, Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga ingin mengajak lebih banyak keluarga menyadari pentingnya deteksi dini terhadap potensi anak. Sebab, pemetaan bakat dan minat sejak bangku sekolah dasar diyakini mampu membentuk anak yang lebih percaya diri, berkembang secara optimal, dan memiliki arah pendidikan yang selaras dengan kemampuan serta cita-citanya.

Keberhasilan psikotes gratis ini sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pengelola rumah ibadah mampu menghadirkan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ke depan, Beehive Tumbuh Ngremboko berkomitmen memperluas jangkauan program serupa, agar semakin banyak anak Indonesia mendapat kesempatan mengenali dan mengembangkan potensi terbaik mereka sejak dini.

BACA JUGA :

BRI Kantor Cabang Salatiga menanggapi dugaan penyalahgunaan dana sekitar Rp40 miliar yang diduga melibatkan oknum pekerja dengan menghormati proses hukum di Polres Salatiga. Pada Rabu (12/8/2026), BRI menyatakan telah memproses PHK terhadap pekerja yang diduga terlibat fraud serta memperkuat pengawasan internal untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Tanggapi Pemberitaan Dugaan Fraud Rp 40 Miliar, BRI Cabang Salatiga Tegaskan Hormati Proses Hukum
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu
Ratusan siswa SMK Negeri 1 Salatiga menggelar aksi di lingkungan sekolah pada Senin untuk mempertanyakan perubahan rencana pembangunan fasilitas yang sebelumnya disepakati sebagai ruang ekspresi siswa. Aksi muncul setelah siswa mendapat informasi lahan tersebut akan digunakan untuk ruang praktik. Kepala sekolah menyebut persoalan terjadi akibat miskomunikasi dan memastikan ruang ekspresi tetap dibangun di lokasi berbeda, sementara sekolah menggelar audiensi untuk menjelaskan perubahan tersebut.
Merasa Kecewa dengan Sekolah, Ratusan Siswa SMK 1 Salatiga Gelar Aksi Demo
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved