RASIKAFM.COM | SOLO — Ratusan orang tua rela mengantar buah hati mereka sejak pagi demi satu tujuan: mengenal lebih dalam potensi dan bakat terpendam sang anak. Itulah gambaran suasana di Aula Lantai 2 Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Minggu (2.8.2026), saat 250 siswa sekolah dasar dari berbagai penjuru Solo Raya, Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta serius mengikuti psikotes gratis pemetaan bakat dan minat anak.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi tiga pihak: Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga, Masyarakat Vokasi (Mavi), dan Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo. Ketiganya bersatu dalam satu misi: menumbuhkan kesadaran akan pentingnya mengenali potensi anak sejak usia dini.
Mewakili jajaran pimpinan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, KH. Anas dan Munajat, Ph.D., menegaskan bahwa psikotes ini jauh lebih dari sekadar rangkaian soal dan jawaban. Baginya, ini adalah pintu masuk untuk memahami bakat, minat, karakter, dan potensi anak secara utuh, sekaligus menjadi pijakan bagi orang tua dalam menentukan pola pendampingan dan arah pendidikan yang tepat.
“Setiap anak adalah pribadi yang unik dengan potensi yang berbeda-beda. Melalui pemetaan yang dilakukan secara ilmiah, orang tua memperoleh gambaran yang lebih objektif sehingga dapat mengarahkan anak sesuai kekuatan dan minatnya,” ujarnya.
Sejak pagi, aula masjid dipadati peserta yang datang bersama orang tua. Meski jumlahnya ratusan, suasana tetap tertib, hangat, dan penuh semangat. Setiap anak didampingi tim profesional dalam menjalani seluruh tahapan tes.
Yang menarik, antusiasme justru tidak surut setelah tes usai. Banyak orang tua memilih bertahan di lokasi untuk berdiskusi dan menggali lebih jauh makna di balik hasil pemetaan potensi anak mereka. Ini menjadi sinyal kuat bahwa kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan berbasis potensi dan karakter kian tumbuh.
Anggit K. Wisuda dari Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga mengungkapkan rasa syukurnya atas sambutan luar biasa ini. Kuota 250 peserta bahkan penuh hanya dalam sehari sejak pendaftaran dibuka. “Kalau tidak dibatasi, peminatnya pasti jauh lebih banyak lagi,” ungkapnya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta, orang tua, Takmir Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, Mavi Solo, serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini. Terus terang, kami tidak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini. Dukungan orang tua yang luar biasa menjadi energi bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Pendidikan Bukan Hanya Soal Nilai, Tapi Menemukan Keunikan
Anggit berharap hasil psikotes ini menjadi bekal berharga baik bagi orang tua maupun sekolah dalam memahami karakter belajar, kecenderungan bakat, serta potensi setiap anak didik. Dengan begitu, proses pendidikan tidak lagi terpaku semata pada capaian akademik, melainkan juga pada pengembangan keunikan yang dimiliki setiap anak.
Melalui kegiatan ini, Beehive Tumbuh Ngremboko Salatiga ingin mengajak lebih banyak keluarga menyadari pentingnya deteksi dini terhadap potensi anak. Sebab, pemetaan bakat dan minat sejak bangku sekolah dasar diyakini mampu membentuk anak yang lebih percaya diri, berkembang secara optimal, dan memiliki arah pendidikan yang selaras dengan kemampuan serta cita-citanya.
Keberhasilan psikotes gratis ini sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan pengelola rumah ibadah mampu menghadirkan layanan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ke depan, Beehive Tumbuh Ngremboko berkomitmen memperluas jangkauan program serupa, agar semakin banyak anak Indonesia mendapat kesempatan mengenali dan mengembangkan potensi terbaik mereka sejak dini.









