URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kecamatan Bergas dan Tengaran, Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Kebakaran di Toko Niki Mantep diduga dipicu korsleting listrik, sedangkan kebakaran rumah di Desa Klero diduga berasal dari tungku yang masih menyala. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran dan bantuan warga, kedua peristiwa berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang

Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang

Dalam Waktu Bersamaan, Dua Kebakaran Terjadi di Kabupaten Semarang

Petugas Damkar mendinginkan titik api di lokasi salah satu rumah warga Desa Klero, Kecamatan Tengaran yang terbakar pada Selasa (4/8/2026). Foto: Satpol PP dan Damkar Kab. Semarang
Petugas Damkar mendinginkan titik api di lokasi salah satu rumah warga Desa Klero, Kecamatan Tengaran yang terbakar pada Selasa (4/8/2026). Foto: Satpol PP dan Damkar Kab. Semarang
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Semarang, Selasa (4/8/2026). Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran serta bantuan warga, kedua kejadian berhasil ditangani sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Semarang, Anang Sukoco, mengatakan peristiwa pertama terjadi di Toko Niki Mantep di Jalan Raya Semarang–Solo, Karangjati, Kecamatan Bergas. Laporan diterima petugas melalui Call Center BPBD Kabupaten Semarang pada pukul 10.35 WIB. Regu A Pos Damkar Bergas langsung bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 10.38 WIB.

“Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada saklar dan genset di lantai tiga bangunan toko. Saat petugas tiba, api sudah berhasil dipadamkan oleh karyawan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), sehingga petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang dapat memicu kebakaran kembali,” kata Anang.

Karena suhu pada objek yang terbakar masih tinggi, Pos Damkar Bergas meminta bantuan Regu A Pos Ungaran untuk melakukan pendinginan. Proses pendinginan selesai pukul 11.10 WIB dan seluruh petugas kembali ke pos pada pukul 11.20 WIB. Objek yang terbakar seluas sekitar 2 x 10 meter. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Tak lama berselang, kebakaran kembali terjadi di sebuah rumah milik Ngatmin di Dusun Krajan RT 09 RW 02, Desa Klero, Kecamatan Tengaran. Laporan diterima Pos Damkar Tengaran pada pukul 10.41 WIB.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga berasal dari tungku yang masih menyala saat pemilik rumah memasak. Api kemudian membesar dan merembet ke bangunan rumah.

“Pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api bersama warga sekitar sebelum petugas tiba. Berkat kerja sama masyarakat dan petugas, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 11.45 WIB,” ujar Anang.

Untuk memadamkan api, lanjutnya, tiga regu Damkar Pos Tengaran dibantu Regu A Pos Getasan diterjunkan ke lokasi. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran tersebut menghanguskan rumah berukuran sekitar 8 x 10 meter dengan estimasi kerugian mencapai Rp100 juta.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, tidak membebani stop kontak secara berlebihan, serta memastikan kompor atau tungku benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Kewaspadaan menjadi langkah paling efektif untuk mencegah kebakaran,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kesigapan warga yang segera melapor dan melakukan penanganan awal menggunakan APAR maupun peralatan seadanya sehingga api tidak semakin meluas.

“Respons cepat masyarakat sangat membantu proses penanganan. Namun, keselamatan tetap menjadi prioritas. Segera hubungi petugas pemadam kebakaran apabila terjadi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkas Anang. (win)

BACA JUGA :

Ratusan warga dari sembilan desa dan empat kelurahan memadati Kantor Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (25/8/2026), untuk mengikuti Kesenian Rakyat dan Expo Kecamatan Bergas serta KKN UPGRIS Berdampak 2026. Kegiatan tersebut menghadirkan produk UMKM lokal sekaligus memperkuat kolaborasi UPGRIS dan Pemerintah Kabupaten Semarang melalui program KKN.
Tanggal Merah! Ratusan Warga Bergas Meriahkan Expo KKN UPGRIS Berdampak 2026
Warga Desa Pakopen, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, menemukan bayi perempuan yang masih hidup di bawah pohon mahoni, Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.40 WIB. Bayi ditemukan Slamet (73) saat mencari kayu bakar dan botol bekas di depan makam desa, lalu mendapat pertolongan medis dari bidan setempat. Polisi kini menyelidiki identitas orang tua dan pihak yang meninggalkannya.
Cari Kayu Bakar, Warga Bandungan Temukan Bayi Perempuan Terbungkus Plastik Di Bawah Pohon
Setelah sekitar 21 tahun terpisah dari keluarga, Nuryanto, warga Bugel, Sidorejo, Salatiga, akhirnya kembali ke rumah setelah ditemukan di Rumah Rehabilitasi Jalma Sehat, Kudus. Informasi tentang asalnya dari Salatiga ditelusuri relawan dan Dinas Sosial hingga identitasnya dipastikan oleh keluarga.
Setelah 21 Tahun Menghilang, Nuryanto akhirnya bisa Pulang ke Salatiga
Rencana pemindahan Lapas Kelas IIA Ambarawa, Kabupaten Semarang, ke lokasi baru di kawasan Jalan Lingkar Ambarawa belum terealisasi karena lahan masih berstatus zona hijau. Sembari menunggu kepastian pemanfaatan lahan, lapas tetap beroperasi dengan 507 warga binaan, jauh melebihi kapasitas ideal 222 orang.
Relokasi Lapas Ambarawa Terkendala Status Lahan, 507 Warga Binaan Masih Berdesakan
Karang Taruna Dharma Remaja Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah limbah sayuran dan buah menjadi biogas untuk memasak serta pupuk organik cair. Inovasi berbasis pengelolaan sampah dan energi alternatif tersebut mengantarkan mereka meraih juara pertama Lomba Karang Taruna Berprestasi 2026 tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jateng di tingkat nasional.
Karang Taruna Manggihan Getasan Sulap Limbah Sayur Jadi Biogas, Juara 1 Jateng dan Melaju Nasional
Sebuah kios perlengkapan pakaian muslim di Pasar Raya II, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Salatiga, terbakar pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada lampu bagian atas ruko yang digunakan sebagai gudang. Tiga unit mobil damkar dikerahkan dan api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
Tiga Unit Mobil Pemadam Lumpuhkan Api yang Membakar Kios Perlengkapan Muslim di Salatiga

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

20 Agustus 2026
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat aktif memeriksa data kesejahteraan dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), termasuk desil yang tercatat, di Jawa Tengah, Rabu (19/8/2026). Warga dapat menyanggah data yang tidak sesuai melalui laman kementerian agar penyaluran bantuan dan program pemberdayaan lebih tepat sasaran.
Warga Diminta Aktif Cek Data Desil dan Sanggah Data DTSEN
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Trans Jateng Menuju Transportasi Publik Hijau, Terjangkau, dan Terintegrasi di Jawa Tengah
Warga Dusun Tetep, Kelurahan Randuacir, Argomulyo, Salatiga, menggelar tradisi merti dusun atau sedekah bumi di Sendang Gambir pada 19 Agustus. Kegiatan tersebut menjadi ungkapan syukur sekaligus upaya merawat warisan leluhur, sumber mata air bersejarah, kesenian lokal, serta toleransi antarumat beragama melalui doa bersama dan pertunjukan budaya.
50 Tahun Lebih Warga Dusun Tetep Salatiga Gelar Ritual Tahunan Saparan

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved