URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Ketua PWNU Jawa Tengah, K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menegaskan lima pilar strategis sebagai arah transformasi Nahdlatul Ulama dalam menghadapi perubahan zaman. Gagasan tersebut menekankan penguatan ukhuwah Nahdliyah, kemandirian organisasi, peran sebagai mitra kritis pemerintah, pembangunan sistem pendidikan terintegrasi, serta perluasan kiprah internasional agar NU semakin bermanfaat bagi umat, bangsa, dan dunia.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global

Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global

Gus Rozin Tegaskan 5 Pilar Strategis NU: Dari Kemandirian Jam’iyah hingga Peran Global

featured-img

BENGKULU, 3 Agustus 2026 — Nahdlatul Ulama (NU) dituntut terus bertransformasi menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi dan nilai-nilai yang menjadi fondasi Jam’iyah. Di tengah dinamika sosial, ekonomi, teknologi, hingga geopolitik global, penguatan organisasi menjadi bagian penting untuk memastikan NU tetap hadir dan memberi manfaat nyata bagi umat, bangsa, dan dunia.

Ketua PWNU Jawa Tengah, K.H. Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin), menegaskan sedikitnya ada lima pilar strategis yang perlu menjadi perhatian dalam menentukan arah gerak Nahdlatul Ulama ke depan.

Lima pilar tersebut mencakup penguatan ukhuwah Nahdliyah, kemandirian organisasi, penguatan posisi NU sebagai kekuatan masyarakat sipil, pembangunan sistem pendidikan terintegrasi, hingga perluasan kiprah NU di tingkat internasional.

  1. Mempererat Ukhuwah Nahdliyah
    Kekuatan NU berawal dari soliditas warganya. Karena itu, mempererat persaudaraan dan solidaritas antar-Nahdliyin menjadi fondasi utama dalam menjaga kekuatan Jam’iyah.
    Kesatuan fikrah (pemikiran), harakah (gerakan), dan amaliyah (tradisi keagamaan) perlu terus diperkuat dari tingkat akar rumput hingga struktur kepengurusan. Dengan ukhuwah yang kokoh, NU akan memiliki daya tahan organisasi yang kuat dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman.
  2. Membangun Kemandirian Organisasi
    NU juga harus semakin mandiri dengan mengoptimalkan kekuatan ekonomi, sumber daya manusia, serta potensi besar yang dimiliki jutaan warga Nahdliyin.
    Kemandirian finansial yang ditopang tata kelola organisasi secara profesional menjadi bagian penting agar NU mampu menjalankan berbagai agenda dakwah, pendidikan, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan secara berkelanjutan.
    Dengan kemandirian yang kuat, Jam’iyah memiliki keleluasaan dalam menentukan langkah dan memperjuangkan kemaslahatan umat.
  3. Mempertegas Peran Civil Society: Shohibul Hukumah
    Sebagai salah satu kekuatan masyarakat sipil terbesar di Indonesia, NU memiliki posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Gus Rozin menekankan posisi NU sebagai shohibul hukumah, yakni sahabat sekaligus mitra strategis pemerintah.
    Dalam posisi tersebut, NU dapat memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah yang berpihak kepada kemaslahatan masyarakat. Namun pada saat yang sama, NU harus tetap memiliki independensi untuk menyampaikan masukan, kritik, koreksi, serta menjalankan fungsi kontrol sosial secara konstruktif.
    Hubungan dengan pemerintah bukan sekadar kedekatan, tetapi kemitraan yang dibangun untuk memastikan kepentingan rakyat tetap menjadi tujuan utama.
  4. Membangun Sistem Pendidikan NU yang Terintegrasi
    Pendidikan menjadi salah satu medan perjuangan strategis NU dalam menyiapkan generasi masa depan.
    Karena itu, diperlukan penguatan dan modernisasi lembaga pendidikan NU secara terintegrasi, mulai dari pesantren, madrasah, sekolah hingga perguruan tinggi.
    Sistem tersebut diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, wawasan kebangsaan, ilmu pengetahuan, serta penguasaan teknologi.
    Dengan ekosistem pendidikan yang kuat dan saling terhubung, NU diharapkan mampu melahirkan generasi Nahdliyin yang memiliki kedalaman spiritual, kecakapan intelektual, sekaligus kemampuan bersaing di tingkat global.
  5. Membawa NU Semakin Berperan di Tingkat Global

Kiprah internasional bukanlah sesuatu yang baru bagi Nahdlatul Ulama. Sejak awal berdirinya, NU telah memiliki perhatian terhadap berbagai persoalan dunia Islam.

Salah satu tonggak sejarahnya adalah Komite Hijaz, yang menunjukkan bagaimana para ulama NU sejak masa awal telah terlibat dalam diplomasi dan percaturan dunia Islam.

Semangat tersebut perlu terus dilanjutkan dengan memperkuat peran NU dalam diplomasi perdamaian, dialog antaragama dan peradaban, serta penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan global.

Melalui jaringan internasional yang semakin luas, NU diharapkan semakin mampu membawa nilai Islam Rahmatan lil ‘Alamin serta pengalaman Islam Indonesia yang moderat dan damai ke panggung dunia.

NU Harus Kuat di Dalam, Berdampak ke Luar

Lima pilar tersebut menggambarkan arah besar transformasi Nahdlatul Ulama: memperkokoh persaudaraan, membangun kemandirian, menjaga posisi strategis dalam kehidupan bernegara, memperkuat pendidikan, serta memperluas pengaruh di tingkat global.

Dengan fondasi Jam’iyah yang semakin kokoh dan tata kelola yang semakin profesional, NU diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan warga Nahdliyin, tetapi juga terus memainkan peran penting sebagai penyangga kehidupan kebangsaan sekaligus kekuatan perdamaian dunia.

BACA JUGA :

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi Kepala SPPG Jati, Karanganyar, yang mencicipi menu MBG setelah tim dapur melaporkan aroma mencurigakan, Rabu (12/8/2026). Tindakan itu dilakukan untuk memastikan keamanan makanan sebelum didistribusikan. Pemprov Jateng menilai kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk memperketat pengawasan kualitas program MBG.
Taj Yasin Apresiasi Kepala SPPG yang Cicipi Menu MBG Sebelum Dibagikan
Dugaan penyalahgunaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE) mencuat dalam audiensi Gapoktan Ngudi Hasil Desa Pakopen dengan DPRD Kabupaten Semarang, Kamis (13/8/2026). Anggota kelompok mengaku menerima dana lebih kecil dari nilai kredit dalam akad, sementara kewajiban tetap berjalan. DPRD meminta Pemkab membentuk tim untuk memfasilitasi penyelesaian.
Dana Kredit Petani Pakopen Bandungan Diduga Diselewengkan, Kuasa Hukum: Ada Indikasi Korupsi
Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang mengungkap kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, melalui jejak salah satu tersangka saat menggunakan jasa ojek online dari Grobogan menuju Ambarawa. Polisi menelusuri pengemudi GoRide yang menerima satu unit handphone sebagai pembayaran hingga memperoleh identitas tersangka. Penyidik juga menyebut motif perkara berkaitan dengan persoalan ekonomi dan masih melengkapi berkas sebelum diserahkan kepada kejaksaan.
Terungkap Lewat Histori Ojol, Perampok Royal Phone Bayar Gojek Pakai HP Hasil Kejahatan
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Seorang pelajar kelas 10 SMK Bakti Nusantara berinisial KM (16) ditilang Satlantas Polres Salatiga karena mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak sesuai spesifikasi di pertigaan Cebongan, Selasa (11/8/2026). Polisi menilai suara knalpot brong mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Selain penindakan, Kasat Lantas AKP Henry Sulistyanta memberikan edukasi agar pelajar tidak menggunakan knalpot yang menimbulkan kebisingan.
Tertangkap Basah Gunakan Knalpot Brong di Pertigaan Cebongan, Siswa SMA di Salatiga Tertunduk Lesu

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved