KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Bukan Sekadar Tasyakuran, Ini Semarak Harlah ke-97 LP Ma’arif NU di Jawa Tengah

Bukan Sekadar Tasyakuran, Ini Semarak Harlah ke-97 LP Ma’arif NU di Jawa Tengah

Bukan Sekadar Tasyakuran, Ini Semarak Harlah ke-97 LP Ma’arif NU di Jawa Tengah

Pelepasan mahaisswa S2 sebanyak 494 mahasiswa terdiri dari kepala guru maarif

SEMARANG – Harlah ke-97 Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama tidak hanya dirayakan dengan upacara dan tasyakuran.

Di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah, momentum 19 September 2026 diisi dengan beragam kegiatan. Mulai dari seminar pendidikan, workshop guru, kompetisi siswa dan guru, perkemahan, kegiatan sosial, hingga pembangunan dan penguatan sarana pendidikan.

Rangkaian kegiatan bahkan telah berlangsung sejak awal September dan sebagian masih berlanjut hingga akhir bulan.

Di tingkat PW Ma’arif Jawa Tengah, agenda Harlah diisi istighosah, seminar pendidikan dan final Oskanu. Ada pula Kemah Persaudaraan, Ma’arif Bersholawat dan Jumpa Tokoh yang berlangsung 18–20 September.

Sementara di tingkat cabang, bentuk kegiatannya jauh lebih beragam.

Guru dan sekolah menjadi perhatian

Di Cilacap, rangkaian Harlah 15–22 September diisi Anugerah Pendidikan, benah rumah pendidik, Festival Siswa Aswaja, Rakerdin dan tasyakuran.

Kota Pekalongan menggelar bazar murah ATK dan sembako, donor darah, apel Harlah serta upgrading guru ke-NU-an pada 14–19 September.

Di Purbalingga, masing-masing lembaga menggelar upacara pada 19 September. Selanjutnya ada Lomba Cerdas Cermat ke-NU-an bagi guru, lomba mini soccer dan kasti bagi guru, hingga tasyakuran Harlah.

Sementara Kudus menggelar workshop guru inti MGMP, tasyakuran dan doa bersama, apel Harlah serta tahlil di madrasah dan sekolah.

Di Kabupaten Pekalongan, kegiatan diarahkan pada pengembangan kompetensi dan kreativitas. Di antaranya lomba inovasi pembelajaran guru, pelatihan jurnalistik, ziarah tokoh Ma’arif, tasyakuran sekaligus launching pembangunan gedung kantor Ma’arif, upacara bendera serta pelatihan praktik manasik haji bagi siswa MI.

Dari game edukasi hingga sekolah sehat

Harlah juga menjadi ruang untuk menunjukkan kemampuan guru dan siswa.

Boyolali menggelar APRESMA atau Ajang Apresiasi Ma’arif untuk kedua kalinya. Kegiatannya mencakup Oskanu tingkat kabupaten, pemilihan guru berprestasi, lomba sekolah sehat dan 6K, serta penghargaan untuk madrasah dan sekolah berprestasi.

Di Temanggung, guru MI mendapatkan pelatihan pembuatan game edukasi berbasis kearifan lokal.

Sementara Banyumas menggelar lomba TKA semua jenjang, lomba penilaian UKS dan penghargaan siswa berprestasi, yang kemudian dilanjutkan refleksi dan tasyakuran.

Klaten memilih mengangkat isu pembelajaran melalui workshop implementasi kokurikuler pada 12 September.

Kegiatan yang tidak kalah menarik berlangsung di Wonosobo. Pada 3–5 September telah digelar Perkemahan Bhakti dan Giat Prestasi Sako Ma’arif yang diikuti sekitar 3.160 peserta. Pada 19 September dilanjutkan tasyakuran dan upacara Harlah.

Ada pula kegiatan sosial dan penguatan aset

Harlah juga dimanfaatkan untuk memperkuat sarana pendidikan.

Di Pati, Harlah 19 September dirangkai dengan penyerahan wakaf tanah dan bangunan kantor LP Ma’arif NU Pati di Jalan Pati–Juwana Km 2 dengan nilai yang disebut mencapai Rp5 miliar.

Di Kabupaten Pekalongan, momentum Harlah sekaligus digunakan untuk launching pembangunan gedung kantor Ma’arif.

Sementara Cilacap menggelar program benah rumah pendidik.

Kegiatan sosial juga terlihat di Kota Pekalongan melalui donor darah dan bazar murah.

Semarak sampai tingkat satuan pendidikan

Di Kendal, LP Ma’arif NU menggelar workshop dan pembinaan pengelolaan sekolah/madrasah pada 17 September di SMK NU 02 Rowosari. Pesertanya mencakup guru, karyawan, kepala sekolah/madrasah, BP3MNU dan pengurus LPM NU MWC NU.

Purworejo menggelar upacara di masing-masing lembaga, pembinaan dan penguatan ke-NU-an bagi pimpinan lembaga, serta tasyakuran.

Di Magelang, ada program Ma’arif Menyapa atau turba ke seluruh lembaga di enam titik kawedanan. Kegiatan lainnya berupa khatmil Qur’an, mujahadah akbar dan doa bersama bersama PCNU dan Sako Pandu Ma’arif.

Banjarnegara menggelar upacara, istighosah, perkemahan Sako Ma’arif untuk SD/MI dan SMP/MTs serta kejuaraan pencak silat Pagar Nusa PCNU Cup.

Di Demak, kegiatan diisi upacara, istighosah, pembacaan Sholawat Nariyah, shalat istisqa serta tasyakuran dan tumpengan.

Sedangkan Wonogiri menggelar khotmil Qur’an, istighosah dan tasyakuran.

Di Kota Semarang, bendera Ma’arif dipasang di seluruh satuan pendidikan, dilanjutkan apel, istighosah dan tasyakuran.

Kebumen menggelar pemasangan bendera NU dan LP Ma’arif, seminar pendidikan, Rakerdin 2026 dan tasyakuran.

Sementara Grobogan dan Jepara menggelar PERSIMANU, masing-masing Persimanu 1 dan Persimanu II 2026. Jepara juga menggelar Ma’arif Bersholawat.

Harlah menjadi cermin pendidikan Ma’arif

Beragamnya agenda Harlah ke-97 menunjukkan bahwa kegiatan LP Ma’arif di daerah tidak hanya bertumpu pada seremoni.

Ada tiga hal yang terlihat menonjol: penguatan guru, pengembangan siswa dan pembenahan kelembagaan.

Di satu tempat guru mengikuti workshop. Di tempat lain siswa berkompetisi. Ada sekolah yang mengembangkan kegiatan kepanduan, ada yang membangun sarana, bahkan ada yang memberikan penghargaan kepada guru dan siswa berprestasi.

Ini menjadi penting karena tantangan pendidikan saat ini juga berubah.

LP Ma’arif secara nasional tengah mendorong penguatan sistem pendidikan, pendataan lembaga, akses pendidikan yang inklusif dan peningkatan kualitas layanan. Dalam Rakornas 2026, persoalan tata kelola dan kelengkapan data menjadi salah satu perhatian karena baru sebagian satuan pendidikan yang melaporkan data secara lengkap.

Maka, memasuki usia 97 tahun, Harlah Ma’arif dapat menjadi lebih dari sekadar peringatan usia.

Ia menjadi momentum untuk bertanya: setelah hampir satu abad membangun lembaga pendidikan, apa yang harus diperkuat agar sekolah dan madrasah Ma’arif mampu menjawab kebutuhan generasi berikutnya?

Pertanyaan itu pada akhirnya tidak hanya menjadi pekerjaan pengurus LP Ma’arif.

Tetapi juga guru, kepala sekolah, orang tua, siswa dan seluruh masyarakat yang menjadi bagian dari ekosistem pendidikan.

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Penyelenggaraan Porprov Jawa Tengah XVII pada 25–31 Oktober 2026 turut meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi di Kabupaten Semarang. Kepala Dinas Pariwisata Wiwin Sulistyowati menyebut tingkat hunian hotel meningkat, sementara villa dan homestay menjadi alternatif akomodasi bagi atlet, ofisial, keluarga, serta suporter yang datang.
Porprov Jateng 2026 Jadi Magnet Wisata, Hotel hingga Homestay di Kabupaten Semarang Kebanjiran Tamu
[pekok2]