KAWAN PEMANDU JALAN

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

KABAR RASIKA

Satpam SPPG Kecandran ditemukan Meninggal, Ada apa dengan MBG?

Satpam SPPG Kecandran ditemukan Meninggal, Ada apa dengan MBG?

Satpam SPPG Kecandran ditemukan Meninggal, Ada apa dengan MBG?

Lokasi korban meninggal di SPPG Kecandran Salatiga (Foto dok IST)

RASIKAFM.COM | SALATIGA – Polres Salatiga gerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan orang meninggal dunia. Petugas piket fungsi Reskrim bersama personel Polsek Sidomukti, SPKT Polres Salatiga, Piket Reskrim Polsek Sidomukti, Piket Identifikasi dan Piket Intelkam segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

Peristiwa tersebut diketahui pada Sabtu Pagi (19/9/2026, di ruang satpam SPPG Yayasan Cipta Pangan Sejahtera, Sawahan, Kecandran, Sidomukti, Kota Salatiga.

Korban diketahui berinisial S, laki-laki berusia 49 tahun, yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas sekaligus petugas keamanan (satpam) di SPPG tersebut.

Kejadian bermula sekitar pukul 05.45 WIB ketika rekan kerja korban datang ke lokasi untuk melaksanakan pergantian tugas jaga. Saat tiba di ruang penjagaan, saksi melihat korban sedang duduk di kursi. Saksi sempat mengira korban sedang tidur.

Sekitar pukul 06.15 WIB, saksi kemudian bermaksud membangunkan korban. Namun, saat memegang tangan korban, saksi mendapati kondisi tangan korban sudah lemas. Saksi selanjutnya melakukan pengecekan terhadap denyut nadi dan mendapati nadi korban sudah tidak berdenyut.

Mengetahui kondisi tersebut, saksi kemudian menghubungi Ketua RT setempat untuk memberitahukan kejadian tersebut. Ketua RT bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi dan turut melakukan pengecekan terhadap kondisi korban.

Setelah memastikan korban dalam kondisi tidak bernyawa, Ketua RT kemudian menghubungi pihak kepolisian untuk melaporkan kejadian tersebut.

Menerima laporan tersebut, petugas kepolisian segera mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan serta olah TKP. Sejumlah personel yang terlibat antara lain Piket Fungsi Reskrim, personel Polsek Sidomukti, SPKT Polres Salatiga, Piket Reskrim Polsek Sidomukti, Piket Identifikasi Polres Salatiga dan Piket Fungsi Intelkam.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap TKP dan mencatat keterangan para saksi.

Pemeriksaan medis juga dilakukan oleh dokter untuk memastikan kondisi.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya, keluarga membawa jenazah menuju rumah duka untuk dilakukan proses pemakaman.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak berkenan dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Kapolres Salatiga AKBP Jonathan David Harianthono, menegaskan bahwa setiap laporan maupun informasi dari masyarakat akan mendapatkan respons dan penanganan dari jajaran Polres Salatiga sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Setiap informasi yang disampaikan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Kami berkomitmen untuk memberikan respons secara cepat dan melakukan penanganan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegas AKBP Jonathan David Harianthono

Kabar Terkini

POPULER

Menag MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Menag: MTQ Nasional di Semarang Jadi Pesta Rakyat Lintas Agama
Kota Semarang menjadi pusat pelaksanaan MTQ Nasional XXXI 2026 selama 10 hari, 11–20 September. Rangkaian dimulai dengan kedatangan kafilah dan Malam Ta’aruf, dilanjutkan pembukaan pada 12 September yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Kompetisi berlangsung 13–18 September, sebelum city tour, penutupan, dan kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Catat Jadwalnya, MTQ Nasional XXXI Digelar 11-20 September di Semarang
Tri Susena (43), warga Gayamsari, Kota Semarang, rutin datang ke Ungaran setiap Jumat untuk menerima bantuan dalam program Jumat Berkah. Kondisi ekonomi dan pekerjaan yang tidak menentu membuat keluarganya kesulitan memenuhi kebutuhan. Pada Jumat (11/9/2026), sebanyak 400 paket sembako dari Alfamart dibagikan kepada masyarakat melalui program Bupati Semarang Ngesti Nugraha.
Tak Masuk Daftar Penerima Bansos, Warga Gayamsari Ini Rela ke Ungaran Berburu Jumat Berkah
Pemkab Semarang menyiapkan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga di 21 desa pada sembilan kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan langkah tersebut pada Senin (14/9/2026) dengan memprioritaskan survei geolistrik untuk mencari potensi sumber air tanah sebelum pengeboran dilakukan secara bertahap.
21 Desa Terdampak Kekeringan, Pemkab Semarang Siapkan Geolistrik untuk Pengeboran Sumber Air
[pekok2]