KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Gagal Jambret Tas, Tiga Pelaku Terjatuh dan Diamuk Warga di Kaliwungu, Motor Dibakar

Gagal Jambret Tas, Tiga Pelaku Terjatuh dan Diamuk Warga di Kaliwungu, Motor Dibakar

Gagal Jambret Tas, Tiga Pelaku Terjatuh dan Diamuk Warga di Kaliwungu, Motor Dibakar

Puskesmas Kaliwungu dipenuhi massa yang kesal atas ulah pelaku penjambretan yang sedang dirawat usai dikeroyok warga, Jumat (18/9/2026). Foto: IST/ Humas Polres Semarang

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Aksi penjambretan terhadap seorang perempuan di Dusun Panggang, Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang, berujung pada diamankannya lima orang yang diduga terlibat.

Upaya perampasan tersebut gagal setelah tiga pelaku yang diduga berada di belakang korban terjatuh akibat kondisi jalan yang licin. Mereka kemudian diamankan warga dan sempat menjadi sasaran amukan massa.

Peristiwa tersebut terjadi Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, Eka (25), warga Kecamatan Kaliwungu, saat itu sedang mengendarai sepeda motor ketika dibuntuti sejumlah orang.

“Saya waktu itu pulang kerja dari Boyolali ke Kaliwungu. Tiba-tiba disalip dua motor dan tas saya dijambret,” jelas Eka saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Mengetahui menjadi korban penjambretan, ia berusaha merebut tasnya kembali dengan menendang sepeda motor pelaku.

“Setelah saya tendang, motornya oleng dan terjatuh. Kemudian saya teriak minta pertolongan, warga banyak yang datang lalu melakukan pengeroyokan,” sambungnya.

Kapolsek Kaliwungu, Iptu Arie menerangkan, sekitar pukul 18.30 WIB, RAS alias R (18) mengajak empat orang lainnya yang masih di bawah umur untuk berkumpul di wilayah Tlatar Boyolali. Kemudian mereka berencana mencari sasaran,” ungkapnya.

Mereka lalu membuntuti korban menggunakan dua sepeda motor, yakni Honda Beat dan Honda Vario. Saat tiba di lokasi kejadian, dua pelaku berinisial DA (14) dan MAF (14) yang mengendarai Honda Beat diduga mendekati korban dan berusaha merampas tasnya namun upaya tersebut gagal.

“Korban justru mengejar kedua pelaku sambil berteriak meminta pertolongan,” lanjutnya.

Teriakan korban membuat warga sekitar mengetahui kejadian tersebut. Sementara itu, tiga pelaku lainnya yang berada di belakang korban dengan mengendarai Honda Vario terjatuh saat diduga panik melintas di jalan yang licin. Korban kemudian menunjuk ketiga orang yang terjatuh tersebut sebagai bagian dari kelompok yang berusaha merampas tasnya.

“Mereka sempat menjadi sasaran amukan massa sebelum akhirnya dievakuasi oleh petugas ke Puskesmas Kaliwungu,” ungkapnya.

Situasi kembali memanas ketika sejumlah warga mendatangi puskesmas untuk mencari para pelaku. Melihat kondisi tersebut, personel Satreskrim, Satsamapta dan Polsek Kaliwungu kemudian mengamankan para pelaku dari puskesmas untuk dibawa ke Satreskrim Polres Semarang.

“Prioritas kami adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ketika situasi mulai tidak terkendali, personel segera melakukan evakuasi terhadap para pelaku untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Arie.

Sementara itu, dua pelaku lainnya, yakni DA dan MAF, sempat melarikan diri dari lokasi kejadian. Unit Resmob Satreskrim Polres Semarang kemudian melakukan penyelidikan. Kurang dari 12 jam, keduanya berhasil ditemukan dan diamankan di rumah masing-masing di wilayah Kabupaten Boyolali.

“Polres Semarang telah mengamankan lima orang yang diduga terlibat dalam upaya pencurian dengan kekerasan. Satu orang sudah dewasa, sementara empat lainnya masih di bawah umur,” terangnya.

Dalam kejadian tersebut, kendaraan Honda Vario yang digunakan R (18), MR (13), dan ANS (14) juga menjadi sasaran amukan warga. Kendaraan tersebut dibakar massa yang berkumpul di lokasi.
Atas perkara tersebut, tersangka yang telah dewasa dijerat Pasal 479 ayat (1) dan (2) huruf d KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Sementara empat pelaku yang masih anak diproses berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

“Untuk pelaku yang masih anak, penanganannya dilakukan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap memperhatikan hak-hak anak,” pungkasnya. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Bakal calon Kepala Desa Cukilan, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Hermawan Sigit atau Nanang, menyiapkan sejumlah gagasan pembangunan yang mencakup perbaikan tata kelola pemerintahan, pengembangan UMKM, optimalisasi wisata lokal, dan pengelolaan sampah rumah tangga. Ia mengusung visi masyarakat religius, maju, sejahtera, dan mandiri dengan mengedepankan partisipasi warga serta penerapan program secara bertahap.
Bertarung dalam Pilkades Cukilan, Hermawan Sigit siapkan sejumlah Jurus Jitu, “urip kudu urup”
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
[pekok2]