KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

Warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh mengantre untuk mengambil air menyusul krisis air bersih yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Warga di wilayah yang menjadi langganan kekeringan itu hingga kini masih bergantung pada bantuan droping air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Jagir, Nur Amin, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir setiap musim kemarau karena letak dusun berada di kawasan yang cukup tinggi dan sulit mendapatkan sumber mata air. Akibatnya, sumur-sumur dangkal milik warga ikut mengering.

“Setiap musim kemarau tiba pasti di dusun kami mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Lokasi dusun yang cukup tinggi membuat sumber mata air sulit didapatkan, sehingga setiap kemarau kami selalu kekurangan air bersih,” ujar Nur Amin, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pemerintah dusun telah menyiapkan sembilan titik bak penampungan dari terpal sebagai lokasi distribusi air bersih. Bantuan droping yang datang kemudian dibagi kepada warga di setiap RT untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga memasak.

“Selama ini warga mengandalkan sumur dangkal dan bantuan droping air. Namun ketika kemarau, sumurnya kering semua sehingga kami hanya bisa berharap bantuan air bersih terus datang,” katanya.

Nur Amin menjelaskan, kebutuhan ideal bantuan air bersih adalah sekali setiap tiga hari mengingat jumlah warga yang cukup banyak. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi maupun komunitas agar pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.

“Idealnya droping air dilakukan tiga hari sekali. Kami terus berkomunikasi dengan banyak pihak untuk meminta bantuan, kemudian kami sebar ke sembilan titik penampungan agar bisa menjangkau seluruh warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya jangka panjang juga terus dilakukan. Pemkab Semarang sebelumnya telah melakukan pengeboran sumur bor hingga tiga kali dengan kedalaman 65–75 meter, namun belum berhasil menemukan sumber air.

“Tahun ini kami dijadwalkan kembali mendapat pengeboran dari BNPB bersama TNI. Semoga kali ini berhasil menemukan sumber mata air sehingga warga tidak lagi bergantung pada droping setiap musim kemarau,” harap Nur Amin. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Seorang siswa kelas 4 SD Hj Isriati Moenadi, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, berinisial R diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekelas pada Rabu (23/9/2026). R mengalami sejumlah memar, luka di belakang telinga, bibir pecah, serta trauma setelah kejadian. Pihak sekolah mengaku telah memberikan konsekuensi kepada siswa yang terlibat dan menyiapkan pembinaan serta upaya pemulihan kondisi psikologis korban.
Diduga Jadi Korban Perundungan Berulang, Siswa SD Hj Isriati Moenadi Ungaran Alami Luka hingga Trauma
GIIAS Semarang 2026 siap digelar di Muladi Dome UNDIP, Semarang, 30 September–4 Oktober 2026, dengan menghadirkan 19 merek kendaraan global dari Jepang, Eropa, Vietnam, Korea, dan China. Pameran juga menampilkan 22 merek komponen dan aksesori, serta tujuh merek kendaraan yang baru pertama kali tampil atau kembali berpartisipasi tahun ini.
GIIAS Semarang 2026 Hadir Semakin Lengkap Dengan Deretan Merek Kendaraan Global
Fakultas Pertanian dan Bisnis UKSW melalui program KKN mendampingi 25 warga Dusun Sengon, Desa Manggihan, Getasan, Kabupaten Semarang, mengolah bio-slurry dan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair, pupuk organik padat, serta MOL. Kegiatan selama sebulan ini mendorong pemanfaatan bahan lokal untuk mendukung pertanian berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
KKN UKSW di Desa Manggihan, Mahasiswa Olah Limbah Biogas jadi Pupuk Organik
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
DPC GEKRAFS Salatiga Dikukuhkan, Potensi Ekonomi Kreatif Terus Dikembangkan hingga Pasar Internasional
[pekok2]