URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kondisi yang terjadi setiap tahun ini membuat warga bergantung pada bantuan droping air, sementara pemerintah dusun terus berupaya mencari solusi permanen melalui pengeboran sumur bersama pemerintah dan BNPB.

Mbak Google

KABAR RASIKA

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

870 Jiwa di Dusun Jagir Suruh Krisis Air Bersih, Warga Bertahun-tahun Bergantung pada Droping

Warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh mengantre untuk mengambil air menyusul krisis air bersih yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Foto: win
Warga Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh mengantre untuk mengambil air menyusul krisis air bersih yang terjadi setiap tahun saat musim kemarau. Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Sebanyak sekitar 870 jiwa atau 260 kepala keluarga di Dusun Jagir, Desa Kedungringin, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, kembali mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Warga di wilayah yang menjadi langganan kekeringan itu hingga kini masih bergantung pada bantuan droping air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Jagir, Nur Amin, mengatakan kondisi tersebut terjadi hampir setiap musim kemarau karena letak dusun berada di kawasan yang cukup tinggi dan sulit mendapatkan sumber mata air. Akibatnya, sumur-sumur dangkal milik warga ikut mengering.

“Setiap musim kemarau tiba pasti di dusun kami mengalami kekeringan hingga krisis air bersih. Lokasi dusun yang cukup tinggi membuat sumber mata air sulit didapatkan, sehingga setiap kemarau kami selalu kekurangan air bersih,” ujar Nur Amin, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pemerintah dusun telah menyiapkan sembilan titik bak penampungan dari terpal sebagai lokasi distribusi air bersih. Bantuan droping yang datang kemudian dibagi kepada warga di setiap RT untuk kebutuhan mandi, mencuci, hingga memasak.

“Selama ini warga mengandalkan sumur dangkal dan bantuan droping air. Namun ketika kemarau, sumurnya kering semua sehingga kami hanya bisa berharap bantuan air bersih terus datang,” katanya.

Nur Amin menjelaskan, kebutuhan ideal bantuan air bersih adalah sekali setiap tiga hari mengingat jumlah warga yang cukup banyak. Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi maupun komunitas agar pasokan air tetap tersedia selama musim kemarau.

“Idealnya droping air dilakukan tiga hari sekali. Kami terus berkomunikasi dengan banyak pihak untuk meminta bantuan, kemudian kami sebar ke sembilan titik penampungan agar bisa menjangkau seluruh warga,” jelasnya.

Ia menambahkan, upaya jangka panjang juga terus dilakukan. Pemkab Semarang sebelumnya telah melakukan pengeboran sumur bor hingga tiga kali dengan kedalaman 65–75 meter, namun belum berhasil menemukan sumber air.

“Tahun ini kami dijadwalkan kembali mendapat pengeboran dari BNPB bersama TNI. Semoga kali ini berhasil menemukan sumber mata air sehingga warga tidak lagi bergantung pada droping setiap musim kemarau,” harap Nur Amin. (win)

BACA JUGA :

Kecelakaan lalu lintas melibatkan Honda Vario H-5153-CI dan Kawasaki Ninja AD-6999-HM di Simpang Tiga Tegalrejo, Kelurahan Tegalrejo, Argomulyo, Kota Salatiga, Minggu (9/8/2026) pagi. Pengendara Vario, P (60), warga Getasan, Kabupaten Semarang, mengalami cedera kepala setelah bertabrakan saat berbelok dan kemudian meninggal dunia setelah mendapat perawatan, sedangkan pengendara Kawasaki Ninja tidak mengalami luka serius.
Dua Motor Adu Banteng Minggu Pagi. Pengendara Honda Vario Wassalam
Puluhan warga mendatangi lingkungan rumah salah satu terduga pelaku kasus perampokan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Candra Waskito, di Green Ambarawa Residence, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jumat (7/8/2026) malam. Polisi memastikan situasi tetap terkendali setelah warga dan pengendara sempat memadati sekitar lokasi hingga pukul 21.00 WIB, sementara pengamanan diperketat dan kondisi kembali normal sekitar pukul 01.15 WIB.
Massa Datangi Perumahan Terduga Pelaku Perampokan Bos Royal Phone, Polisi: Situasi Terkendali
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Semarang memastikan mayat yang ditemukan di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, pada Jumat (7/8/2026), merupakan Chandra Waskito, pemilik konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa. Korban diduga tewas akibat tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Polisi masih memburu pelaku serta mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap kronologi serta motif kejahatan.
Polisi Pastikan Mayat dalam Mobil di Grobogan Bos Royal Phone Ambarawa
Satreskrim Polres Semarang mengembangkan penyelidikan dugaan pencurian dengan kekerasan di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, setelah ditemukan sesosok mayat dan mobil milik korban di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, Jumat (7/8/2026). Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi, hasil olah tempat kejadian perkara, serta barang bukti untuk mengungkap identitas pelaku dan memastikan keterkaitan kedua
Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga memberikan penghargaan kepada pemenang Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) 2026 dalam apel pagi di Kantor Pemerintah Kota Salatiga, Senin (3/8/2026). Penghargaan diserahkan Wali Kota Salatiga, dr. Robby Hernawan, sebagai apresiasi atas inovasi yang mampu menjawab persoalan masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong budaya inovasi yang berkelanjutan.
Pemkot Salatiga Anugerahi Pemenang Krenova 2026, Inovasi harus Jawab Persoalan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Rabu, 5 Agustus 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara di Semarang 24,1 derajat Celsius dengan kelembapan 85 persen, sementara hujan ringan berpotensi terjadi secara tidak merata di wilayah pegunungan, dataran tinggi, sebagian Jawa Tengah bagian timur, dan sekitarnya.
05 Agustus 2026: Cuaca Semarang Cerah Berawan, BMKG Prediksi Hujan Ringan di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved