URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan, yakni Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Bupati Ngesti Nugraha menyatakan program tersebut dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, serta mencegah penyalahgunaan narkoba melalui kolaborasi lintas sektor dan pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba

Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba

Tiga Program Perubahan Diluncurkan, Pemkab Semarang Perkuat Ketahanan Pangan, Mitigasi Bencana hingga Perang Melawan Narkoba

Pemukulan gong oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha menandai pencanangan proyek perubahan berupa Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (28/7/2026). Foto: win
Pemukulan gong oleh Bupati Semarang Ngesti Nugraha menandai pencanangan proyek perubahan berupa Pangan Berdikari, Sadewa, dan Gada Krisna di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Selasa (28/7/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan tiga proyek perubahan sebagai bagian dari penguatan pembangunan daerah di Balai Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Selasa (28/7/2026). Ketiga program tersebut meliputi Pangan Berdikari dari Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap), Sadewa dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Gada Krisna dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, ketiga program tersebut saling mendukung dalam mewujudkan Kabupaten Semarang Berdikari, mulai dari penguatan sektor pangan, peningkatan ketangguhan masyarakat menghadapi bencana hingga pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Menurut Ngesti, program Pangan Berdikari tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga mendorong regenerasi petani melalui penerapan pertanian modern. Pemkab juga terus mendukung penggunaan alat dan mesin pertanian modern seperti drone, transplanter hingga mini combine harvester untuk menekan biaya produksi.

“Penggunaan transplanter mampu menekan biaya tanam dari sekitar Rp3,2 juta menjadi Rp2,1 juta per hektare atau efisien sekitar 30 persen. Harapannya alat-alat pertanian modern ini dimanfaatkan secara maksimal agar biaya produksi semakin murah,” katanya.

Kepala Dispertanikap Kabupaten Semarang Moh Edy Sukarno menjelaskan, Pangan Berdikari mengusung konsep agroekosistem terintegrasi berbasis kawasan dengan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan memanfaatkan pupuk alami.

“Desa Kemetul menjadi lokasi percontohan sebelum diterapkan di kawasan sentra padi lainnya,” katanya.

Pada 2026, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 6.258 hektare lahan sawah. Selain menekan penggunaan pupuk kimia hingga urea bisa dihilangkan, produktivitas padi juga meningkat dari rata-rata 6,2 ton menjadi 9,2 ton per hektare.

“Sistem tanam serempak juga terbukti mampu menekan serangan hama tikus selama dua musim panen,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan mengatakan, program Sadewa diarahkan untuk membangun ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam, nonalam maupun sosial melalui kolaborasi lintas sektor.

“Di Desa Kemetul, potensi bencana yang perlu diantisipasi adalah angin kencang dan longsor. Karena itu, BPBD akan membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa agar masyarakat memahami langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sehingga pembangunan yang telah dilakukan dapat terlindungi,” jelasnya.

Bupati Ngesti menambahkan, mitigasi bencana juga menjadi perhatian mengingat Kabupaten Semarang memiliki sejumlah wilayah rawan bencana, termasuk tanah bergerak di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur. Selain itu, pada musim kemarau BPBD juga disiagakan untuk menangani kekeringan melalui distribusi air bersih serta mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran.

Di sisi lain, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Semarang Suyana memperkenalkan program Gada Krisna sebagai gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis masyarakat. Program ini muncul karena Kabupaten Semarang menempati peringkat ketujuh daerah dengan kasus narkoba di Jawa Tengah berdasarkan data BNN Jawa Tengah.

Melalui Gada Krisna, Kesbangpol akan membentuk kader relawan di desa serta menggencarkan sosialisasi di tingkat RT, PKK, pengajian, hingga kegiatan lintas agama. Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah penyalahgunaan narkoba yang kini mulai menyasar pelajar SMP dan SMA. Sepanjang 2025 tercatat 22 kasus narkoba di Kabupaten Semarang. Selain itu, juga ditemukan satu kasus penanaman ganja dalam pot di Kecamatan Jambu yang telah ditangani aparat.

“Harapan kami masyarakat semakin memahami bahaya narkoba sehingga tidak ada lagi generasi muda yang terjerumus dan berhadapan dengan hukum akibat penyalahgunaan narkotika,” ujar Suyana. (win)

BACA JUGA :

Komunitas relawan di kawasan lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Semarang, menggalakkan patroli Kejantara sebagai langkah antisipasi terhadap kebakaran hutan. Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) merupakan wilayah yang rentan terhadap kebakaran, terutama saat musim kemarau. Relawan bekerja sama dengan TNGMb untuk mengaktifkan patroli Kejantara dan telah menyiapkan berbagai peralatan penanganan kebakaran, termasuk bak penampungan air hujan.
Merbabu Dijaga Ketat Saat Kemarau, Posko 24 Jam Disiapkan hingga Pompa Air Berdaya Jangkau 3 Kilometer
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Jawa Tengah menggelar Olimpiade Aksi dan Syiar Ekonomi Syariah (OASE) 2026 di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kota Semarang, pada 28–30 Juli 2026. Kegiatan yang menjadi transformasi Festival Santri Jawa Tengah (FITRAH) ini melibatkan pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat umum untuk memperkuat literasi serta ekosistem ekonomi syariah yang inklusif melalui edukasi dan berbagai kompetisi.
BI Jateng Perluas Literasi Ekonomi Syariah Lewat OASE 2026
Masyarakat Dusun Wates, Desa Wates, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, terus melestarikan tradisi Saparan atau merti dusun yang digelar setiap Senin Kliwon pada bulan Sapar. Tradisi yang berlangsung turun-temurun ini diwujudkan melalui rangkaian ritual adat, open house, serta pertunjukan kesenian sebagai ungkapan syukur, mempererat silaturahmi, dan menjaga nilai gotong royong sekaligus melestarikan warisan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
Saparan di Getasan, Tradisi Tahunan yang Hadirkan Suasana Mudik dan 'MBG Swadaya'
Dosen STAI Kuningan, Dakhori, menjelaskan bahwa istilah Londo Ireng kini berkembang sebagai simbol kritik terhadap praktik kekuasaan yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Rasika FM, Minggu (26/7/2026), sebagai refleksi atas ketimpangan sosial, pembangunan, dan demokrasi. Menurutnya, kritik terhadap kebijakan merupakan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas pemerintahan serta memastikan kemerdekaan benar-benar dirasakan masyarakat.
Istilah Londo Ireng Kembali Muncul, Dr. Dakhori Soroti Bahaya Mental Penjajah di Tubuh Bangsa Sendiri
Forkopimda Kabupaten Semarang tampil sebagai pemain ketoprak bertajuk "Rebut Kembar Mayang" pada puncak peringatan HUT ke-35 DPD Permadani Kabupaten Semarang di GOR Pandanaran Wujil, Kecamatan Bergas, Sabtu (25/7/2026) malam. Ngesti Nugraha bersama jajaran pimpinan daerah turun langsung ke panggung sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya Jawa sekaligus mengajak generasi muda menjaga bahasa, tata krama, dan nilai-nilai luhur budaya melalui seni tradisional
Forkopimda Kabupaten Semarang Main Ketoprak, Cara Unik Permadani Lestarikan Budaya Jawa
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah Abdul Ghoffar Rozin menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas elemen dalam menghadapi bencana saat Apel Kesiapsiagaan Jambore Relawan NU Peduli se-Jawa Tengah di Bumi Perkemahan Harda Walika, Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini diisi peluncuran aplikasi NU Risk, penyerahan bantuan kebencanaan, serta penanaman pohon sebagai upaya memperkuat respons bencana, pemulihan korban, dan konservasi lingkungan.
Gus Rozin: Relawan NU Peduli Harus Siaga, Cepat dan Utamakan Kemanusiaan

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemerintah Kota Salatiga resmi melakukan soft launching parkir elektronik di Jalan Monginsidi, Senin (27/7/2026), sebagai langkah mempercepat transformasi digital layanan publik. Program hasil kolaborasi dengan Bank Jateng ini menghadirkan sistem pembayaran retribusi parkir non-tunai untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Uji coba dimulai di dua ruas jalan sebelum diperluas ke 20 titik pada Oktober 2026 dan ditargetkan menjangkau sekitar 120 titik parkir pada awal 2027.
Berharap PAD Naik, Pemkot Salatiga Luncurkan Uji Coba Parkir Elektronik
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
WhatsApp Image 2026-07-23 at 15.22
Songsong Hari Jadi, Lintas Iman Satukan Doa untuk Salatiga