URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Sehari menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, aktivitas jual beli kambing kurban di sejumlah lapak Kota Salatiga mulai meningkat, namun para pedagang mengaku daya beli masyarakat menurun dibanding tahun lalu. Suratman, pedagang kambing di Jalan Veteran depan SPBU Pasar Sapi, Selasa (26/5/2026), memperkirakan penjualan turun 40–45 persen akibat kondisi ekonomi, meski sebagian pembeli tetap berburu hewan kurban lebih awal untuk mendapatkan harga stabil dan pilihan yang lebih banyak.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

Ekonomi Lesu, Penjualan Kambing Kurban di Salatiga Sepi Pembeli

featured-img

RASIKAFM.CO | SALATIGA – Sehari jelang Hari Raya Idul Adha, aktivitas jual beli hewan kurban di sejumlah lapak kambing di Kota Salatiga, Jawa Tengah, mulai meningkat. Namun di balik ramainya lalu-lalang pembeli, para pedagang mengaku tahun ini terjadi penurunan daya beli yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang kambing, Suratman, mengatakan penjualan tahun ini cenderung lebih sepi. Ia menyebut kondisi tersebut sudah terasa sejak awal masa penjualan.

“Mulai minggu lalu saya sudah sekitar tujuh hari ini berjualan. Tapi kalau dibandingkan tahun lalu, agak kurang ramai,” ujar Suratman saat ditemui di lapaknya Jalan Veteran tepatnya depan SPBU Pasar Sapi, Selasa (26/5/2026).

Ia memperkirakan penurunan pembelian hewan kurban mencapai sekitar 40–45 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi ekonomi masyarakat.

“Mungkin perkiraan saya karena perekonomian menurun, turun sekitar 40–45 persen dibanding tahun lalu,” katanya.

Meski demikian, Suratman tetap membuka lapaknya dengan stok kambing yang cukup banyak. Ia menyebut membawa sekitar 20 ekor kambing jenis Jawa Randu untuk dijual tahun ini.

“Yang di sini saya bawa 20 ekor, sudah laku sekitar 11 ekor,” jelasnya.

Menurutnya, harga kambing yang dijual bervariasi tergantung ukuran dan kondisi hewan, yakni berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp3,5 juta per ekor. Pembeli sebagian besar berasal dari wilayah sekitar Salatiga.

“Pembeli rata-rata dari sekitar Salatiga saja,” ujarnya.

Menariknya, sebagian pembeli sudah melakukan pemesanan jauh hari sebelum hari H dan mengambil kambing mendekati waktu penyembelihan atau sistem “H-1”.

“Bisa dititipkan dulu, ambilnya menjelang H-1, tidak ada biaya tambahan,” kata Suratman.

Untuk menjaga kualitas hewan kurban, para pedagang mengaku rutin memberi pakan bergizi serta vitamin agar kambing tetap sehat. Selain itu, sebagian hewan juga telah melalui pemeriksaan kesehatan dari dinas terkait.

“Dikasih makan bergizi, dikasih vitamin juga. Dari dinas kesehatan juga ada pemeriksaan,” ujarnya.

Suratman yang telah sekitar 15 tahun berjualan kambing kurban ini berharap kondisi penjualan bisa kembali membaik hingga hari-hari terakhir menjelang Idul Adha. Meski demikian, ia mengaku tetap menyerahkan hasil akhir kepada kondisi di lapangan.

“Harapannya bisa terjual semua, tapi ya itu Tuhan yang menentukan. Kita hanya berusaha. Kalau tidak laku, ya dibawa pulang lagi,” tuturnya.

Usaha penjualan kambing kurban ini sendiri bersifat musiman, meski ia juga tetap menjalankan aktivitas jual beli hewan di luar momen Idul Adha jika ada permintaan.

Salah satu pembeli, Yulianto, mengatakan ia sengaja datang lebih awal ke lapak penjualan hewan kurban untuk memilih kambing yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus mengantisipasi kenaikan harga menjelang Idul Adha.

Ia mengaku, pembelian lebih awal memberikan keuntungan tersendiri karena stok hewan masih cukup banyak dan variasi pilihan masih beragam. Hal itu memudahkannya dalam menentukan hewan kurban yang diinginkan.

“Kalau beli lebih awal itu biasanya harga masih stabil dan pilihannya juga masih banyak. Jadi bisa lebih leluasa memilih,” ujarnya.
Yulianto menambahkan, dirinya juga mempertimbangkan kondisi kesehatan hewan sebelum membeli, sehingga membutuhkan waktu lebih untuk memastikan kambing yang dipilih benar-benar sesuai.

 

BACA JUGA :

Alumni dan peneliti Universitas Kristen Satya Wacana mengembangkan Mikoologi atau Mikoo, kit budidaya jamur tiram sebagai sarana belajar dan bermain anak sekaligus produk komersial. Riset yang berlangsung Maret–Mei 2025 itu mematangkan media tanam agar jamur tumbuh cepat, konsisten, dan aman dikonsumsi, sehingga membantu orang tua mengurangi waktu penggunaan gawai anak melalui aktivitas merawat tanaman.
Mahasiswa UKSW Riset Jamur Mikoologi, Berhasil Masuk ke Swalayan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengikuti rute 5K Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026), sambil mendorong kursi roda putranya. Ajang yang diikuti sekitar 4.000 pelari ini digelar Bank Indonesia Jawa Tengah untuk mengedukasi cinta rupiah, menggerakkan UMKM, memperkuat sport tourism, serta menyalurkan sekitar Rp600 juta dana pendaftaran kepada 10 desa.
Sambil Dorong Kursi Roda Sang Anak, Ahmad Luthfi Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
Pemerintah Kabupaten Semarang melalui BKUD akan mengoptimalkan pajak parkir toko modern dan ritel setelah pembayaran pengelola dinilai belum sesuai perhitungan volume kendaraan. Kepala BKUD Rudibdo menyampaikan strategi tersebut di Ungaran, Kamis (2/7/2026), melalui sosialisasi kepada pengelola agar fasilitas parkir gratis tetap memenuhi kewajiban pajak sesuai regulasi dan meningkatkan pendapatan asli daerah.
Penerimaan Parkir Toko Modern di Kabupaten Semarang Tak Optimal, Ini Strategi BKUD Kejar Potensi Pajak Parkir
Puluhan remaja Pecinta dan Pelestari Alam Tengaran menebar 1.900 bibit ikan di aliran Sungai Serang, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu (5/7/2026). Aksi yang digagas Ketua RW 02 Dukuh Krajan, Sowam Ahmadi, menggunakan donasi warga untuk memulihkan ekosistem pascapencemaran limbah sekaligus mengedukasi generasi muda agar menjaga kelestarian sungai.
Jaga Kelestarian Alam, Remaja di Tengaran Tebar Ribuan Bibit Ikan di Sungai Serang
Sebanyak 4.000 pelari mengikuti Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (5/7/2026). Bank Indonesia Jawa Tengah bersama pemerintah daerah menggelar lomba 5K dan 10K untuk menggerakkan sport tourism, UMKM, edukasi rupiah, serta pengendalian inflasi, sekaligus menyalurkan lebih dari Rp600 juta dana pendaftaran bagi pengelolaan sampah di 10 desa sekitar Borobudur.
Semangat Sport Tourism, Ribuan Pelari Ramaikan Rupiah Borobudur Playon 2026
M. Iksan (55), warga Pungkursari, Kota Salatiga, merakit Yamaha Vixion 155 cc menjadi Jeep Willys mini berwarna hijau army selama tiga bulan dengan biaya sekitar Rp30 juta. Ia memadukan mesin motor, persneling serta kaki-kaki Daihatsu Zebra, lalu membentuk bodi dari rangka besi dan pelat agar kendaraan dapat digunakan melintasi jalan kota hingga tanjakan Bandungan.
Kreatif! Tukang Cat di Salatiga ini Sulap Motor Yamaha Vixion jadi Jeep Willys Mini

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pengelola Warung Soemantri, Gani Nur Rahman, memprotes penutupan akses utama menuju lokasi usahanya di Jalan dr. O. Notohamidjojo, Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, yang terjadi akibat pemasangan pagar oleh pihak lain. Kondisi tersebut dinilai menghambat pembangunan, menyulitkan pengunjung, serta berdampak pada rencana pengembangan warung sebagai ruang kreatif, edukasi, dan kawasan konservasi.
Pengelola Warung Soemantri Protes, Akses Pintu Masuk Ditutup Pagar
Satreskrim Polres Semarang menangkap seorang pelatih taekwondo berinisial R (52) atas dugaan pencabulan terhadap muridnya yang masih berusia 13 tahun di sebuah tempat latihan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Peristiwa yang terjadi pada 30 Maret 2026 itu dilaporkan keluarga korban ke polisi hingga berujung penangkapan tersangka pada Selasa (30/6/2026). Polisi menjerat tersangka dengan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara yang dapat diperberat karena adanya relasi kuasa.
Aksi Bejat Pelatih Taekwondo di Ambarawa: Cabuli Muridnya Lalu Beri Uang Tutup Mulut
Pemerintah Kota Salatiga melalui Dinas Perdagangan menyiapkan Shelter Kridanggo sebagai pusat penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) kuliner melalui program SIPEKAT. Rencana tersebut disampaikan dalam kegiatan diseminasi di Aula Dinas Perdagangan Kota Salatiga sebagai upaya menyelaraskan penataan ruang kota, fungsi jalan, dan pemberdayaan ekonomi pedagang melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan serta sektor perbankan.
PKL Kuliner Salatiga akan Dipusatkan di Shelter Kridanggo