URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
BUMDes Sido Maju mengembangkan usaha penggemukan kambing Boer di Desa Duren guna memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan warga. Program dijalankan bersama mitra usaha dengan memanfaatkan potensi hijauan melimpah, pola penggemukan intensif, serta pemasaran ternak hingga wilayah Klaten.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kepala desa Duren Wahyudi, Camat Tengaran Sri Sulistyorini dan Pendamping Desa Amin Subaidi saat mengecek kambing Boer di desa Duren (Foto Arief Rasika)
featured-img

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Di tengah hamparan hijau Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, suara kambing terdengar bersahutan dari kandang milik BUMDes Sido Maju. Belasan kambing Boer asal Australia tampak lahap menyantap pakan hijauan yang melimpah di sekitar desa. Dari kandang sederhana inilah, harapan baru tentang ketahanan pangan dan kesejahteraan warga perlahan tumbuh.

Pemerintah Desa Duren bersama BUMDes Sido Maju kini serius mengembangkan usaha penggemukan kambing Boer. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, ternak pedaging unggulan itu dipilih bukan tanpa alasan. Selain lebih tahan penyakit, kambing Boer juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan nilai jual yang menjanjikan.

Kepala Desa Duren, Wahyudi, mengatakan potensi desa yang didominasi lahan pertanian menjadi modal utama pengembangan peternakan kambing. Pakan hijauan mudah diperoleh dan masyarakat dinilai sudah akrab dengan dunia ternak.

“Untuk ternak kambing masih terbuka. Pakan mudah dicari dan harga jualnya cukup menjanjikan. Mayoritas warga petani sehingga beternak bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

Di kandang BUMDes, kambing-kambing Boer dipelihara dengan pola penggemukan intensif. Dalam waktu sekitar empat bulan, kambing sudah bisa dipanen dan dijual ke mitra di wilayah Klaten. Harga dagingnya pun cukup tinggi, mencapai sekitar Rp75 ribu per kilogram.

Ketua BUMDes Sido Maju, Choirul Fuad, menyebut kambing Boer memiliki keunggulan dibanding kambing lokal biasa. Selain pertumbuhan lebih cepat, tekstur dagingnya dinilai lebih empuk dan berbobot.

“Meski secara fisik terlihat sama besar, kambing Boer lebih berat saat ditimbang karena tekstur dagingnya berbeda,” kata Fuad.

Ia berharap usaha tersebut terus berkembang hingga nantinya panen bisa dilakukan setiap dua bulan sekali. Bahkan, pengembangan kandang serupa mulai dirintis di dusun lain agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Bagi warga Desa Duren, kandang kambing Boer bukan sekadar tempat beternak. Di baliknya ada semangat membangun desa secara mandiri, memanfaatkan potensi lokal, sekaligus menjaga ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.

Camat Tengaran, Sri Sulistyowati, menilai langkah BUMDes Sido Maju menjadi terobosan baru di wilayahnya. Selama ini, usaha ternak yang umum dilakukan hanya sebatas pengaduhan kambing.

Kini, dari sebuah desa di Tengaran, kambing Boer hadir membawa cerita tentang kerja sama, peluang usaha, dan harapan agar kesejahteraan warga bisa tumbuh secepat kambing-kambing yang mereka pelihara.

Video

– Kades Wahyudi saat diwawancarai Rasika
– suasana kandang kambing

BACA JUGA :

Pemerintah Kabupaten Semarang meluncurkan Sekolah Tani Milenial 2026 untuk mendorong regenerasi petani di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian. Program yang diikuti 240 peserta itu digelar di Kecamatan Sumowono, Selasa (21/7/2026), dengan pembekalan budidaya, kewirausahaan, dan pemasaran digital guna mencetak petani modern yang mampu menjaga ketahanan pangan.
Tak Malu jadi Petani, Khoirul Mantap Ikut Pelatihan Sekolah Tani Milenial Usai Lulus Kuliah
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Legislatif Nilai Pengawasan Perizinan di Kabupaten Semarang Lemah, Pemkab Diminta Lebih Tegas
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Kopdar dengan Media, Rutan Salatiga Bangun Sinergi, Tangkal Informasi Negatif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan Impactful Regional Leadership pada ajang Solopos Best Brand & Innovation Award 2026 di The Alana Solo, Kabupaten Karanganyar, Jumat (17/7/2026). Penghargaan diberikan sebagai apresiasi atas kepemimpinannya dalam mendorong investasi, memperluas lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mewujudkan pembangunan kolaboratif yang berdampak bagi masyarakat Jawa Tengah.
Investasi Tumbuh, UMKM Menguat, Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah, Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Pernyataan itu disampaikan di hadapan para Ketua PCNU se-Jawa Tengah saat Silaturahim PCNU di Salatiga, Rabu (15/7/2026), sebagai ikhtiar memperkuat persatuan organisasi dan menghadirkan kepemimpinan yang berdaulat, bermartabat, serta bermanfaat bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Silaturahim Bersama PCNU se-Jawa Tengah, Gus Rozin Nyatakan Siap Maju pada Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Reformasi Transportasi Publik Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Reformasi Transportasi Publik: Saatnya Trans Jateng Hadir di Jekuti (Jepara – Kudus – Pati)
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Salatiga Jadi Panggung Raja-Raja Nusantara dan Dunia, 100 Lebih Kerajaan Siap Berkumpul Juli 2026
Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) IV di Yogyakarta, Jumat (17/7/2026), yang diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai provinsi. Forum ini membahas pembentukan badan regulator air minum, menyusun program kerja serta memilih kepengurusan periode 2026–2030 guna memperkuat perlindungan hak pelanggan, meningkatkan kualitas pelayanan Perumda Air Minum, dan mempererat kolaborasi dengan pemerintah serta para pemangku kepentingan.Munas IV FORPAMNAS di Yogyakarta mendorong pembentukan regulator air minum, memperkuat hak pelanggan, dan meningkatkan pelayanan Perumda Air Minum.
FORPAMNAS Dorong Pembentukan Badan Regulator Air Minum, Munas IV Resmi Digelar di Yogyakarta