KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kambing Boer dari Desa Duren, Harapan Baru Ketahanan Pangan Desa

Kepala desa Duren Wahyudi, Camat Tengaran Sri Sulistyorini dan Pendamping Desa Amin Subaidi saat mengecek kambing Boer di desa Duren (Foto Arief Rasika)

RASIKAFM.COM | TENGARAN – Di tengah hamparan hijau Desa Duren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, suara kambing terdengar bersahutan dari kandang milik BUMDes Sido Maju. Belasan kambing Boer asal Australia tampak lahap menyantap pakan hijauan yang melimpah di sekitar desa. Dari kandang sederhana inilah, harapan baru tentang ketahanan pangan dan kesejahteraan warga perlahan tumbuh.

Pemerintah Desa Duren bersama BUMDes Sido Maju kini serius mengembangkan usaha penggemukan kambing Boer. Melalui kerja sama dengan pihak ketiga, ternak pedaging unggulan itu dipilih bukan tanpa alasan. Selain lebih tahan penyakit, kambing Boer juga memiliki pertumbuhan yang cepat dan nilai jual yang menjanjikan.

Kepala Desa Duren, Wahyudi, mengatakan potensi desa yang didominasi lahan pertanian menjadi modal utama pengembangan peternakan kambing. Pakan hijauan mudah diperoleh dan masyarakat dinilai sudah akrab dengan dunia ternak.

“Untuk ternak kambing masih terbuka. Pakan mudah dicari dan harga jualnya cukup menjanjikan. Mayoritas warga petani sehingga beternak bisa dilakukan bersama,” ujarnya.

Di kandang BUMDes, kambing-kambing Boer dipelihara dengan pola penggemukan intensif. Dalam waktu sekitar empat bulan, kambing sudah bisa dipanen dan dijual ke mitra di wilayah Klaten. Harga dagingnya pun cukup tinggi, mencapai sekitar Rp75 ribu per kilogram.

Ketua BUMDes Sido Maju, Choirul Fuad, menyebut kambing Boer memiliki keunggulan dibanding kambing lokal biasa. Selain pertumbuhan lebih cepat, tekstur dagingnya dinilai lebih empuk dan berbobot.

“Meski secara fisik terlihat sama besar, kambing Boer lebih berat saat ditimbang karena tekstur dagingnya berbeda,” kata Fuad.

Ia berharap usaha tersebut terus berkembang hingga nantinya panen bisa dilakukan setiap dua bulan sekali. Bahkan, pengembangan kandang serupa mulai dirintis di dusun lain agar manfaat ekonomi bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Bagi warga Desa Duren, kandang kambing Boer bukan sekadar tempat beternak. Di baliknya ada semangat membangun desa secara mandiri, memanfaatkan potensi lokal, sekaligus menjaga ketahanan pangan dari tingkat paling bawah.

Camat Tengaran, Sri Sulistyowati, menilai langkah BUMDes Sido Maju menjadi terobosan baru di wilayahnya. Selama ini, usaha ternak yang umum dilakukan hanya sebatas pengaduhan kambing.

Kini, dari sebuah desa di Tengaran, kambing Boer hadir membawa cerita tentang kerja sama, peluang usaha, dan harapan agar kesejahteraan warga bisa tumbuh secepat kambing-kambing yang mereka pelihara.

Video

– Kades Wahyudi saat diwawancarai Rasika
– suasana kandang kambing

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

IMG-20250513-WA0020
Komunitas Zeusa USA, Tambah Tua Semakin Digdaya
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Tuan Rumah 12 Cabor Porprov XVII, Salatiga Bidik Prestasi, Targetkan 51 Emas
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Hangus Terbakar, Kerugian 1 Milyar
Tiga Rumah Warga di Tingkir Lor Sabtu Sore Ludes Terbakar, Kerugian 1 Milyar
[pekok2]