KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Polisi Selidiki Dugaan Curas Royal Phone Ambarawa hingga Telusuri Penemuan Mayat di Grobogan

Polisi masih melakukan penyelidikan kasus dugaan curas di konter HP Royal Phone Ambarawa untuk mengungkap pelaku. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Semarang terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di konter HP Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Penyidik kini turut menelusuri temuan sesosok mayat di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Di lokasi yang sama, polisi juga menemukan sebuah mobil Honda Jazz yang diketahui merupakan milik korban.

Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, membenarkan pihaknya telah bergerak ke lokasi penemuan mayat sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Iya, ini sedang penyelidikan. Termasuk mendatangi lokasi di Grobogan,” ujar Bodia saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai keterangan dan alat bukti sebelum menyampaikan hasil penyelidikan kepada publik.

“Nanti kalau sudah terang segera dirilis,” katanya.

Ia menambahkan, tim penyidik telah melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) serta olah TKP. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut untuk sementara mengarah pada dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian bermula ketika dua karyawan Royal Phone, M. Danu (21) dan M. Fahmi (19), kembali dari Salatiga sekitar pukul 02.30 WIB. Keduanya hendak masuk ke counter, namun tidak mendapat respons saat mengetuk pintu sehingga memutuskan pulang.

Kecurigaan baru muncul sekitar pukul 14.00 WIB ketika M. Danu kembali untuk bekerja. Pintu depan masih tertutup rapat. Setelah mengintip melalui celah pintu, ia melihat kondisi dalam toko sudah berantakan. Saksi kemudian mendobrak pintu belakang untuk memastikan keadaan sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek Ambarawa. Korban diketahui bernama Candra Waskito (25), warga Desa Wirogomo, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Polisi saat ini fokus mengungkap identitas pelaku sekaligus menyusun kronologi lengkap berdasarkan hasil olah TKP, keterangan para saksi, serta barang bukti yang telah dikumpulkan. (win)

Knowledge

Kabar Terkini

POPULER

Polres Semarang menyiapkan satuan tugas penegakan hukum untuk mengantisipasi perjudian atau praktik botoh dalam Pilkades serentak 2026. Pengamanan juga mencakup potensi konflik antarcalon dan isu lokal di 140 desa pada 19 kecamatan. Sebanyak 787 personel disiapkan dan diperkuat personel BKO serta satu SST Brimob dengan sistem rayonisasi.
Cegah Pilkades di Kabupaten Semarang Jadi Arena Judi, Polisi Siapkan Satgas Penegakan Hukum
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Semarang dan Jawa Tengah pada Selasa, 6 Oktober 2026, didominasi kondisi cerah hingga berawan. Hasil pengamatan pukul 05.30 WIB mencatat suhu udara Semarang 27,7°C dengan kelembapan 75%. Suhu harian diprakirakan berkisar 27–36°C dengan kelembapan 40–75%, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian pegunungan Jawa Tengah bagian tengah.
09 Oktober 2026: Cuaca Semarang Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Pegunungan
Pemkab Semarang memperpanjang jatuh tempo pembayaran PBB-P2 hingga 31 Oktober 2026. Wajib pajak yang membayar sampai batas waktu tersebut tidak dikenai sanksi administrasi keterlambatan sebesar 1 persen. Kebijakan ini diambil untuk meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung kesehatan fiskal dan likuiditas keuangan daerah.
Bayar PBB-P2 Sebelum 31 Oktober, Warga Kabupaten Semarang Bebas Denda
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Bank Indonesia menggelar program stabilisasi harga dan hilirisasi pangan di Tarubudaya, Ungaran, Kabupaten Semarang, Senin (12/10/2026). Program ini menyediakan beras seharga Rp11.000 per kilogram dan cabai rawit merah Rp10.000 per kemasan 200 gram, sekaligus memperkuat produksi pertanian dan membantu pedagang menghadapi kenaikan biaya bahan baku.
Tekan Inflasi, BI dan Pemprov Jateng Gelar Tebus Murah 6 Ton Beras dan 600 Kg Cabai
[pekok2]