RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, terus bergulir. Polisi mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga merupakan bagian dari tulang kepala korban di lokasi kejadian perkara (TKP) konter Royal Phone di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, selain bercak darah, petugas juga menemukan serpihan tulang yang kini masih menunggu kepastian melalui hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang.
Kabar terkait:
“Di TKP pertama ditemukan bercak darah, kemudian serpihan tulang yang diduga merupakan bagian dari tulang kepala. Namun untuk memastikannya kami masih menunggu hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan di Ungaran, Jumat (7/8/2026).
Selain itu, polisi juga menemukan indikasi adanya sejumlah barang yang diduga dibawa kabur pelaku dari lokasi kejadian. Terkait perkembangan penyelidikan, Heru menyampaikan Satreskrim Polres Semarang bersama Polres Grobogan telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi.
“Mereka adalah orang-orang yang berada di sekitar lokasi konter saat kejadian,” lanjutnya.
Korban sendiri telah menjalani proses otopsi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari untuk memastikan penyebab kematiannya. Namun, hasil otopsi belum dapat disampaikan karena masih menunggu hasil resmi dari tim forensik.
“Temuan awal, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala. Kami belum dapat memastikan apakah penganiayaan terjadi di dalam konter atau di lokasi lain,” ungkapnya.
Di lokasi penemuan jasad korban di dalam mobil Honda Jazz di wilayah Gubug, Kabupaten Grobogan, polisi juga menemukan sekitar 53 unit telepon genggam yang masih berada di dalam kendaraan bersama korban.
Meski belum mengungkap identitas pelaku, Heru memastikan penyidik telah mengantongi petunjuk yang mengarah kepada terduga pelaku. Saat ini tim masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan dalam rangka mengungkap pelaku dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegasnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan pelaku merupakan orang dekat korban, Heru belum memberikan kepastian dan menyatakan seluruh kemungkinan masih didalami penyidik.
“Semua masih didalami. Kami mohon waktu dan doanya agar semua bisa terungkap,” pintanya.
Diketahui, korban sehari-hari tinggal di konter Royal Phone di Ambarawa, meski sesekali menginap di rumah kosnya di wilayah Banyubiru.
Heru mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan proses hukum kepada kepolisian. Ia juga meminta masyarakat segera melapor melalui layanan Call Center 110 apabila mengetahui atau menemukan adanya tindak pidana agar dapat segera ditindaklanjuti. (win)






