URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN dalam program Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari Desa Lerep, Ungaran Barat yang berhasil meraih juara pertama tingkat nasional, Rabu (12/8/2026). Foto: win
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN dalam program Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari Desa Lerep, Ungaran Barat yang berhasil meraih juara pertama tingkat nasional, Rabu (12/8/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, membuktikan bahwa Kampung KB bukan sekadar program pengendalian kelahiran.
Lewat berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan warga, Kampung KB Manggar Lestari berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa konsep Kampung KB telah berkembang jauh. Fokusnya bukan hanya keluarga berencana, melainkan membangun keluarga dan lingkungan masyarakat yang berkualitas.

“Bukan keluarga berencana, tapi kampung berkualitas,” kata Ngesti usai menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN di Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (12/8/2026).

Menurut Ngesti, kekuatan Kampung KB Manggar Lestari terletak pada keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, kegiatan seni budaya hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan itu mampu membangun masyarakat yang guyub, rukun dan kompak sekaligus mendorong kemandirian warga,” katanya.

Ngesti berharap penghargaan tingkat nasional itu tidak menjadi titik akhir. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi pemicu bagi Desa Lerep untuk terus berinovasi dan menjadi rujukan bagi desa-desa lain.

“Harapan kami dengan adanya prestasi luar biasa nanti akan menjadi rujukan untuk desa-desa yang lain di tingkat Kabupaten Semarang maupun mungkin di luar Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Pintauli R Siregar, menjelaskan Kampung KB merupakan program yang pembinaannya dilakukan secara berkelanjutan. Setiap tahun, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, dilakukan penilaian Kampung KB tingkat nasional untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan desa-desa yang telah membentuk Kampung KB.

Dalam penilaiannya, terdapat sejumlah fungsi keluarga yang menjadi perhatian. Di antaranya fungsi agama, sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan reproduksi serta berbagai program lain yang mendukung peningkatan kualitas keluarga.

“Keunggulan bukan hanya terletak pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi pada kemampuan masyarakat mengenali persoalan di lingkungannya sendiri dan mencari jalan keluar secara bersama-sama,” jelasnya.

Meski telah meraih penghargaan tertinggi, Pintauli mengingatkan agar program yang telah berjalan tidak berhenti. Pengelola Kampung KB diharapkan terus melakukan evaluasi dan belajar dari desa lain untuk menemukan inovasi baru.

“Harapan kami kepada desa-desa yang sudah dibentuk Kampung KB-nya supaya mereka nanti bisa melihat apa kekurangan di sana. Mungkin dia akan berkunjung ke desa yang lainnya, mungkin punya kelebihan lain yang belum ada di desa itu,” tandasnya. (win)

BACA JUGA :

Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Ratusan warga Perumahan Taman Manunggal Asri dan Wisma Karebet, Dusun Tugu, Desa Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, memeriahkan HUT ke-81 RI melalui senam bersama dan jalan sehat sejauh 1 kilometer pada Minggu (9/8/2026). Kegiatan yang digelar Karang Taruna Manebet tersebut berlangsung sejak pagi dan melibatkan anak-anak hingga orang dewasa, dengan pelepasan burung perkutut sebagai simbol dimulainya jalan sehat sekaligus pesan pelestarian lingkungan.
Meriah! Karang Taruna Manebet Sukses gelar Acara Senam dan Jalan Santai
Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) mengikuti East Asia Student Encounter (EASE) 2026 di Kwansei Gakuin University, Jepang, selama 18 hari hingga 18 Agustus 2026. Program bertema Manifest the Dream: Our Journey Toward Peace in a Divided World ini memperkuat pertukaran budaya, jejaring internasional, dan pendidikan perdamaian melalui berbagai kegiatan akademik, budaya, serta diskusi lintas negara.
15 Mahasiswa UKSW Ikuti EASE 2026 di Jepang, Rayakan Misi Perdamaian Dunia
Tim gabungan kepolisian mengamankan dua terduga pelaku kasus dugaan perampokan yang menewaskan pemilik konter Royal Phone, Chandra Waskito, di Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Penangkapan dilakukan di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang pada Jumat (7/8/2026), kurang dari 48 jam setelah kejadian, setelah polisi mengembangkan penyelidikan dengan melibatkan Polda Jawa Tengah, Polres Semarang, dan Polres Grobogan untuk mengungkap peran serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Misteri Perampokan Royal Phone Ambarawa Terkuak, Polisi Ringkus Dua Terduga Pelaku
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas
Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Pemerintah Kota Salatiga dan LPK Serbaindo menjalin kolaborasi strategis untuk memperluas kesempatan kerja ke Jepang melalui pelatihan dan penempatan tenaga kerja resmi. Audiensi yang dipimpin Direktur LPK Serbaindo, Iman Abdul Rahman, bersama Wali Kota Salatiga, Robby Hernawan, membahas penyusunan nota kesepahaman (MoU), sosialisasi ke sekolah dan masyarakat, serta pengembangan kerja sama internasional guna meningkatkan kualitas SDM dan menekan angka pengangguran di Salatiga.
Perluas Kesempatan, LPK Serbaindo dan Pemkot Salatiga siap Kirim Tenaga Kerja ke Jepang

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved