KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN dalam program Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari Desa Lerep, Ungaran Barat yang berhasil meraih juara pertama tingkat nasional, Rabu (12/8/2026). Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, membuktikan bahwa Kampung KB bukan sekadar program pengendalian kelahiran.
Lewat berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan warga, Kampung KB Manggar Lestari berhasil meraih juara pertama tingkat nasional dalam pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa konsep Kampung KB telah berkembang jauh. Fokusnya bukan hanya keluarga berencana, melainkan membangun keluarga dan lingkungan masyarakat yang berkualitas.

“Bukan keluarga berencana, tapi kampung berkualitas,” kata Ngesti usai menerima penghargaan dari Kemendukbangga/BKKBN di Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (12/8/2026).

Menurut Ngesti, kekuatan Kampung KB Manggar Lestari terletak pada keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan. Mulai dari pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, kegiatan seni budaya hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan itu mampu membangun masyarakat yang guyub, rukun dan kompak sekaligus mendorong kemandirian warga,” katanya.

Ngesti berharap penghargaan tingkat nasional itu tidak menjadi titik akhir. Sebaliknya, prestasi tersebut harus menjadi pemicu bagi Desa Lerep untuk terus berinovasi dan menjadi rujukan bagi desa-desa lain.

“Harapan kami dengan adanya prestasi luar biasa nanti akan menjadi rujukan untuk desa-desa yang lain di tingkat Kabupaten Semarang maupun mungkin di luar Kabupaten Semarang,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Analisa Dampak Kependudukan Kemendukbangga/BKKBN, Pintauli R Siregar, menjelaskan Kampung KB merupakan program yang pembinaannya dilakukan secara berkelanjutan. Setiap tahun, bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional, dilakukan penilaian Kampung KB tingkat nasional untuk mendorong peningkatan kualitas pengelolaan desa-desa yang telah membentuk Kampung KB.

Dalam penilaiannya, terdapat sejumlah fungsi keluarga yang menjadi perhatian. Di antaranya fungsi agama, sosial, pendidikan, lingkungan, ekonomi, kesehatan reproduksi serta berbagai program lain yang mendukung peningkatan kualitas keluarga.

“Keunggulan bukan hanya terletak pada banyaknya program yang dijalankan, tetapi pada kemampuan masyarakat mengenali persoalan di lingkungannya sendiri dan mencari jalan keluar secara bersama-sama,” jelasnya.

Meski telah meraih penghargaan tertinggi, Pintauli mengingatkan agar program yang telah berjalan tidak berhenti. Pengelola Kampung KB diharapkan terus melakukan evaluasi dan belajar dari desa lain untuk menemukan inovasi baru.

“Harapan kami kepada desa-desa yang sudah dibentuk Kampung KB-nya supaya mereka nanti bisa melihat apa kekurangan di sana. Mungkin dia akan berkunjung ke desa yang lainnya, mungkin punya kelebihan lain yang belum ada di desa itu,” tandasnya. (win)

Kabar Terkini

POPULER

Relokasi Makam Wonokendeng di Lingkungan Lonjong, Ngampin, Ambarawa, Kabupaten Semarang, yang terdampak pembangunan Tol Jogja-Bawen masih menunggu tindak lanjut Pemkab Semarang. Warga telah memilih lahan pengganti sekitar 5.000 meter persegi, tetapi proses pembelian belum berjalan. Kepastian dibutuhkan karena makam lama masih digunakan dan menampung sekitar 550 makam.
Makam Wonokendeng Terdampak Tol Jogja-Bawen, Warga Sudah Pilih Lahan Baru tapi Relokasi Belum Jelas
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Peserta Aksi Jateng Guyub Kecewa Tak Diizinkan Transit di Kantor Bupati Semarang
Trans Banyumas Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Trans Banyumas: Mengubah Budaya Bertransportasi di Daerah
Haryono (58), warga Desa Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, selamat dari tenggelamnya KM Virgo 8 di perairan Masalembo, Minggu (13/9/2026). Ia bersama sembilan korban lain bertahan di rakit penolong sebelum ditemukan kapal nelayan. Haryono mengaku mengalami sejumlah kejadian yang dianggapnya sebagai firasat sebelum kapal berangkat menuju Kalimantan Tengah.
Cerita Korban Selamat Kapal Virgo Asal Kabupaten Semarang, Nasi Berkat yang Tumpah hingga Mimpi Kapal Tenggelam
[pekok2]