KAWAN PEMANDU JALAN

KABAR RASIKA

35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas

35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas

35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas

Bupati Semarang Ngesti Nugraha. Foto: win

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Penantian panjang Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang untuk melengkapi dokumen tanah hibah dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia akhirnya berakhir.
Tanah seluas sekitar 2,3 hektare yang telah dihibahkan sejak 1991 tersebut kini telah memiliki dokumen lengkap dan segera dicatat sebagai aset resmi milik Pemkab Semarang.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, proses pengurusan administrasi tanah tersebut telah berlangsung cukup lama. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Pemkab Semarang mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian sehingga prosesnya dapat diselesaikan.

“Tanah hibah sejak tahun 1991, yaitu eks Balai Penyuluhan Pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Dokumennya sudah lama sekali kami urusi. Kemudian kemarin kami dibantu Pak Sekjen Kementan,” kata Ngesti di Ungaran, Selasa (11/8/2026).

Menurut Ngesti, dokumen tanah tersebut berhasil diselesaikan dalam waktu sekitar setengah bulan dan kini telah diterima Pemkab Semarang. Selanjutnya, pemerintah daerah akan membahas proses pencatatan tanah tersebut ke dalam daftar aset daerah. Dengan luas sekitar 2,3 hektare dan estimasi harga tanah di lokasi mencapai Rp2,5 juta per meter persegi, nilai aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp58 miliar.

“Harapan kita nanti ini menjadi tambahan aset kita,” ujarnya.

Tak hanya dari Kementerian Pertanian, Pemkab Semarang juga memperoleh tambahan aset berupa tanah dari Badan Bank Tanah. Tanah yang berada di Desa Branjang, Kecamatan Ungaran Barat, tersebut memiliki luas sekitar 14,8 hektare. Nilainya diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

“Saat ini, proses sertifikasi tanah tersebut masih berjalan di Badan Pertanahan Nasional (BPN),” katanya.

Dengan tambahan dua bidang tanah tersebut, Pemkab Semarang berpotensi memperoleh tambahan aset daerah dengan nilai keseluruhan sekitar Rp118 miliar. (win)

Knowledge

Tidak ada postingan.

Kabar Terkini

POPULER

Tim bola voli indoor putra Kabupaten Semarang mengalahkan Kabupaten Purbalingga dengan skor 3-1 pada Porprov XVII Jawa Tengah 2026 di GOR Pandanaran Wujil, Bergas, Selasa (27/10/2026). Sempat kalah pada set pertama, tuan rumah bangkit melalui perubahan strategi bertahan dan variasi serangan. Kemenangan ini mengantarkan Kabupaten Semarang ke babak berikutnya untuk menghadapi Kabupaten Kudus.
Sempat Tertinggal, Voli Indoor Putra Kabupaten Semarang Bangkit dan Singkirkan Kabupaten Purbalingga
BMKG memprakirakan cuaca Semarang pada Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 07.00–19.00 WIB, cerah berawan hingga berawan pada pagi sampai siang hari, kemudian umumnya berawan dengan potensi hujan ringan hingga sedang pada sore hingga awal malam. Angin bertiup dari barat laut hingga timur dengan kecepatan 10–30 km/jam, suhu udara 27–34 derajat Celsius, dan kelembapan 45–90 persen.
29 Oktober 2026: Semarang Berpotensi Hujan, Jateng Waspadai Cuaca Ekstrem
Aisha Sofia Azzahra terpilih sebagai ketua pertama Forum Komunikasi OSIS SMP Kota Salatiga dalam musyawarah di Gedung DPRD Salatiga, Senin (2/11/2026). Kepengurusan yang dibentuk bersama Masyarakat Vokasi Indonesia (MAVI) tersebut menyiapkan program Salatiga Saling Jaga untuk mencegah perundungan dan mengenalkan jalur pelaporan yang aman bagi siswa.
Aisha Pimpin Forum OSIS SMP Salatiga, Usung Program Pencegahan Perundungan
Persaingan cabang olahraga biliar dalam Porprov Jawa Tengah XVII 2026 di Kabupaten Semarang menghadirkan kejutan dengan tumbangnya sejumlah atlet unggulan. Hingga Rabu (28/10/2026), sebanyak 10 dari 15 nomor pertandingan telah selesai digelar. Sebanyak 112 atlet dari 29 kabupaten/kota mengikuti kompetisi yang berlangsung di J_Pool Billiard and Cafe dan Kingdom Billiard hingga Jumat (30/10/2026).
Kejutan di Cabor Biliar Porprov Jateng XVII, Sejumlah Unggulan Tumbang
[pekok2]