URL audio tidak tersedia.

RASIKA 105.6 FM

"KAWAN PEMANDU JALAN"

[posts_like_dislike]
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Balai Pelayanan Veteriner Jawa Tengah memperketat pengawasan hewan kurban di sejumlah lapak dan pasar hewan menjelang Iduladha 2026. Pemeriksaan dilakukan di Kabupaten Semarang pada 25 Mei 2026 untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat, bebas PMK, layak disembelih, serta memenuhi ketentuan kesehatan dan syariat dengan melibatkan 306 petugas pengawas.

Mbak Google

KABAR RASIKA

Jelang Iduladha, Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas PMK

Jelang Iduladha, Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas PMK

Jelang Iduladha, Dinas Pertanian Kabupaten Semarang Pastikan Hewan Kurban Sehat dan Bebas PMK

Petugas gabungan dari Balai Pelayanan Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah bersama Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di lapak kambing musiman di Sidomulyo, Ungaran Timur, Senin (26/5/2026). Foto: win
Petugas gabungan dari Balai Pelayanan Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah bersama Dispertanikap Kabupaten Semarang melakukan pemeriksaan terhadap hewan kurban di lapak kambing musiman di Sidomulyo, Ungaran Timur, Senin (26/5/2026). Foto: win
featured-img

RASIKAFM.COM | UNGARAN – Menjelang Hari Raya Iduladha, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang bersama Balai Pelayanan Veteriner Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah intensif melakukan pengawasan terhadap hewan kurban yang dijual di sejumlah titik penjualan dan pasar hewan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh hewan kurban dalam kondisi sehat dan layak disembelih.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Soekarno mengatakan pengawasan dilakukan karena Iduladha merupakan momentum sakral bagi umat Muslim sehingga kesehatan hewan kurban menjadi perhatian utama pemerintah.

“Yang jelas kami ingin melaksanakan tugas dengan baik. Karena ini momentum sakral, maka kami pastikan semua hewan yang dijual dalam kondisi sehat,” ujarnya di sela peninjauan hewan kurban di lapak kambing musiman Sidomulyo, Ungaran Timur, Senin (25/5/2026).

Selain kesehatan hewan, pihaknya juga memastikan lokasi penjualan hewan kurban yang berada di ruang publik telah mengantongi izin dari pemerintah kelurahan setempat. Menurut Edy, hingga saat ini mayoritas kambing maupun sapi yang dijual di Kabupaten Semarang masih berasal dari peternak lokal. Karena berasal dari wilayah sendiri, petugas tidak menemukan lalu lintas hewan dari luar daerah yang memerlukan pemeriksaan tambahan maupun surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.

“Pantauan kami sampai hari ini masih lokal semua. Jadi belum ada laporan hewan dari luar daerah,” katanya.

Pihaknya juga memastikan belum ditemukan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Penyakit Hewan Menular (PHM) lainnya pada hewan kurban yang diperdagangkan.

“Alhamdulillah sampai hari ini tidak ada PMK,” tegasnya.

Pengawasan tidak hanya dilakukan sebelum Iduladha, tetapi juga saat proses penyembelihan hewan kurban berlangsung. Sebanyak 306 petugas diterjunkan untuk memantau pelaksanaan penyembelihan di berbagai lokasi. Petugas tersebut terdiri dari petugas kesehatan hewan, dokter hewan, paravetindo, dan kader penyakit hewan menular. Mereka akan memastikan proses pemotongan berjalan sesuai ketentuan kesehatan dan syariat.

“Besok kami juga bersama Muspida akan keliling ke beberapa rumah potong hewan dan pasar hewan di Ambarawa,” pungkasnya. (win)

BACA JUGA :

Kejaksaan Negeri Salatiga menyerahkan lima mobil hasil rampasan perkara penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pemenang lelang terbuka di KPKNL Semarang, Kamis (13/8/2026). Kendaraan tersebut sebelumnya dimodifikasi untuk mengangkut solar dalam jumlah besar dan menggunakan pelat nomor serta barcode BBM yang diduga telah diubah. Hasil lelang disetorkan kepada negara.
5 Mobil Pengangsu Solar Dilelang, Uangnya Masuk ke Kas Negara
Warga Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, menggelar kenduri dan makan bersama di atas jalan yang baru selesai dibeton saat penutupan TMMD Reguler ke-129, Kamis (13/8/2026). Tradisi tersebut menjadi ungkapan syukur atas pembangunan jalan sepanjang sekitar 1,2 kilometer yang menghubungkan Cukil dengan Kemetul dan memperpendek akses warga.
Luapkan Rasa Syukur, Warga Cukil Gelar Kenduri di Atas Jalan yang Baru Selesai Dicor
Kejaksaan Negeri Salatiga memperkuat sinergi dengan insan pers melalui kegiatan koordinasi di Joglo 3 Kejari Salatiga, Kamis (13/8/2026), untuk mendukung Program Kerja Intelijen 2026. Kejari mendorong media menyampaikan informasi penegakan hukum secara profesional, transparan, akurat, dan berimbang sekaligus meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
Gelar Konsolidasi Kejaksaan ajak Kopdar Perdana dengan Insan Media di Salatiga
Kampung Keluarga Berkualitas Manggar Lestari, Desa Lerep, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, meraih juara pertama nasional pengelolaan Kampung KB 2026 dari Kemendukbangga/BKKBN. Prestasi tersebut diraih melalui keterlibatan masyarakat dalam pemberdayaan lansia, pendampingan anak dan balita, seni budaya, serta berbagai program untuk meningkatkan kualitas keluarga dan lingkungan.
Kampung KB Manggar Lestari Desa Lerep Juara Nasional, Bukan Sekadar Soal “Dua Anak Cukup”
Sekitar 900 siswa SD hingga SMU di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, mengikuti lomba tari keprajuritan pada Selasa (11/8/2026) untuk memeriahkan HUT RI ke-81 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Cukil. Kegiatan yang diawali flashmob itu sekaligus menjadi upaya melestarikan tari keprajuritan yang menggambarkan perjuangan merebut kemerdekaan.
Meriah! Ratusan Siswa di Tengaran ikuti Lomba Tari Keprajuritan
Pemkab Semarang segera mencatat tanah hibah dari Kementerian Pertanian seluas sekitar 2,3 hektare sebagai aset daerah setelah dokumen administrasinya lengkap, Selasa (11/8/2026). Tanah eks Balai Penyuluhan Pertanian yang dihibahkan sejak 1991 tersebut diperkirakan bernilai Rp58 miliar. Pemkab Semarang juga menunggu proses sertifikasi tanah 14,8 hektare dari Badan Bank Tanah di Desa Branjang yang bernilai sekitar Rp60 miliar.
35 Tahun Mangkrak, Tanah Hibah Kementan untuk Pemkab Semarang Akhirnya Tuntas

Tinggalkan komentar

Tinggalkan komentar

INFOGRAFIS

Kabar Terkini

POPULER

Satreskrim Polres Semarang menetapkan TI (25) dan DPP (20) sebagai tersangka kasus pencurian dengan kekerasan yang menewaskan pemilik Royal Phone, Chandra Waskito, di Ambarawa, Kabupaten Semarang, Kamis (6/8/2026). Polisi mengungkap aksi tersebut direncanakan sehari sebelumnya dan dilakukan dengan memukul korban menggunakan palu sebelum kedua tersangka membawa 53 telepon genggam serta mobil korban ke Gubug, Grobogan. Keduanya kini dijerat pasal pencurian dengan kekerasan dan pembunuhan dengan ancaman pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara.
Kronologi Perampokan Disertai Pembunuhan Bos Royal Phone Ambarawa, Korban Dihabisi Pakai Palu di Bagian Kepala
Polres Semarang mengungkap temuan serpihan tulang yang diduga bagian dari tulang kepala serta bercak darah di TKP konter Royal Phone, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa, Jumat (7/8/2026), dalam penyelidikan kasus dugaan perampokan disertai pembunuhan terhadap Chandra Waskito. Polisi juga telah memeriksa tujuh saksi, menemukan 53 unit telepon genggam di mobil tempat jasad korban ditemukan di Gubug, Kabupaten Grobogan, dan masih menunggu hasil otopsi untuk memastikan penyebab kematian.
Serpihan Tulang Ditemukan di TKP Royal Phone Ambarawa, 53 Unit HP Ditinggal Di Dalam Mobil Korban
Polres Salatiga menegaskan seluruh penerbitan SIM di Satpas wajib mengikuti persyaratan administrasi serta ujian teori dan praktik. Klarifikasi itu disampaikan Kamis (13/8/2026) menyusul informasi dugaan pungli dan percaloan. Polisi memastikan tidak ada jalur khusus tanpa ujian dan akan menindak tegas apabila ditemukan keterlibatan anggota maupun pihak lain dalam praktik tersebut.
Polres Salatiga Bantah ada Jalur Instan Penerbitan SIM. "Calo Bukan Bagian dari Satpas"

Copyright @ rasikafm.com | All rights reserved